Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Prepare for Wedding Party


__ADS_3

Rein menghentikan langkahnya saat mendengar Mom Lili mulai buka suara.


"Semalam Michie menangis tersedu-sedu sebelum tidur. Tapi Michie tidak bercerita sedikit pun apa yang membuatnya menangis."


"Apa kalian tau apa yang terjadi dengan Michie? Sebab dari kemarin Michie tidak seperti ini," tukas Mom Lili.


"Semalam Michie juga enjoy-enjoy aja deh. Iya kan Cik?" timpal Tifa yang memang melihat Michie membaur baik saat bridal shower.


"Iya tante, bahkan kemarin sebelum acara bridal shower Michie juga sempet nanya sama kita gimana jadi istri yang baik," timpal Cika membuat Rein yang diam-diam menguping pembicaraan mereka langsung terbang melayang.


'Apa?!! Ini serius Michie tanya kayak gitu sama sahabat-sahabatnya?' batin Rein dengan hati yang berbunga-bunga dan kembali menajamkan pendengarannya.


"Michie juga sebelumnya tampak menerima pernikahannya dengan Rein. Tapi semalam, tante justru mendapati Michie tampak sangat tertekan dengan pernikahannya."


"Sampai tante juga bicarakan kepada Michie jika memang dia mau menggagalkan acara pernikahannya hari ini, maka tante siap menanggung semua masalahnya."


Deg!


Ucapan Mom Lili kali ini membuat Rein sangat terkejut. Ia pun langsung masuk ke dalam ruang makan dimana Mom Lili dan kedua sahabat Michie sedang berbincang-bincang.


"Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan Michie?!" tanya Rein gusar.


Mereka pun akhirnya mulai membahas tentang masalah yang mungkin menjadi penyebab Michie menangis semalaman dengan Mom Lili.


Sedangkan Michie yang masih ada di taman pun langsung ditemani oleh kedua nenek Rein dan keluarga besar yang lainnya.


"Kenapa cucu menantu sendirian di sini? Mana Rein?" tanya Granny yang langsung duduk di samping Michie.


"Tadi ke toilet Granny," jawab Michie yang sudah menyelesaikan sarapannya.


Papa Finn mengeluarkan sesuatu dan menyerahkan kepada Michie. "Nah, Michie. Ini hadiah ulang tahun dari papa! Bukalah, semoga kau senang dengan hadiah dari papa."


"Makasi banyak om," tukas Michie yang langsung menuai protes dari mama Yuri dan kedua nenek Rein!


"Papa!" tukas mereka bertiga secara serentak membuat Michie tersipu malu.


"Makasih banyak, pa..pa!" ulang Michie dengan terbata-bata. Ada rasa yang berbeda saat Michie mengucapkan kalimat itu dan tanpa terasa satu bulir air mata mulai jatuh membasahi pipinya.

__ADS_1


Selama bertahun-tahun ia tidak pernah lagi menyebutkan panggilan seperti ini, dan kali ini ia kembali mengucapkan kalimat yang menurutnya sangat keramat.


Mama Yuri yang memahami perasaan Michie pun langsung menggenggam tangan menantunya dengan sangat hangat.


"Papanya Rein tentunya akan jadi papanya Michie juga sayang. Semua yang ada disini, semuanya akan jadi keluarga Michie juga karena kau sudah menjadi menantu kesayangan kami," tukas Mama Yuri membuat Michie tidak sanggup membendung rasa haru-nya karena teramat sangat bahagia.


"Makasih Ma, makasih Oma, makasih Granny sudah mau menerima Michie menjadi bagian dari keluarga kalian."


"Sssttt, sudah-sudah! Hari bahagia seperti ini jangan menangis lagi." timpal Oma yang langsung mencairkan suasana.


"Betul kata Oma, ayo Michie buka kado dari papamu!" titah Granny dan Michie pun mulai membuka kotak dari Papa Finn.


2 tiket penerbangan untuknya dan Rein ke Paris membuat mata Michie membulat sempurna. Kini Michie tidak tahu harus bahagia atau tidak mendapatkan tiket bulan madunya ke Paris.


Tujuannya menikah dengan Rein hanyalah demi mendapatkan hangatnya keluarga Rein, dan ini tidak termasuk dalam daftar keinginannya.


"Apa kau tidak suka dengan hadiah dari Papa?" tanya Papa Finn yang mendapati wajah datar Michie saat membuka kotak hadiah pemberiannya.


Michie tersenyum dan kembali menutup kotak hadiahnya, "Michie lebih suka jika kita semua pergi ke Paris. Ada Papa, Mama, Granny dan juga Oma."


"Tidak masalah, Papa akan langsung pesankan tiket ke Paris untuk kita semua. Bagaimana?" tanya Papa Finn membuat Mama Yuri dan kedua nenek Rein bersorak gembira.


"Bahkan papa juga akan memesankan tiket untuk Mom Lili." tambah Papa Finn.


"Maaf jika Michie sudah menyulitkan papa di jam pertama Michie menjadi menantu," tukas Michie sendu.


"Papa justru sangat berterima kasih dengan permintaanmu, Michie. Sebelumnya memang kita ingin berlibur ke Paris, sayangnya Rein tidak mau jika bulan madunya kami ganggu."


"Dan Mama juga sangat bahagia mendengar permintaanmu kali ini Michie. Dengan begitu kau justru sudah menganggap kami adalah papa dan mamamu. Jadi, jangan sungkan untuk bermanja-manja dengan kami semua," tukas Mama Yuri.


"Terima kasih sudah menjadi kebahagiaan Michie hari ini," tukas Michie memeluk Mama Yuri. Oma dan Granny pun turut memeluk cucu menantu mereka.


"Michie sayang mama, papa, Oma dan juga Granny. Kalian lah kebahagiaan Michie setelah Mom Lili."


"Lalu bagaimana denganku?" protes Rein yang tiba-tiba hadir di antara mereka.


"Tentu saja kau yang paling spesial di hati cucu menantu," jawab Granny sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Naaah, sudah pasti itu. Michie pasti akan lebih sayang denganmu. Jadi tidak perlu merasa cemburu!" timpal Oma.


Rein pun langsung memposisikan dirinya di samping Michie dan memeluk pinggang istrinya.


"Benarkah begitu, Michie?" tanya Rein yang bertanya tepat di ceruk leher istrinya.


"Rein, jangan buat aku malu!" balas Michie sambil melepaskan dirinya dari rengkuhan tangan Rein.


"Jangan banyak bergerak, sayang. Atau mau aku cium di sini?" ancam Rein sambil memandang nakal ke arah Michie.


Michie kali ini tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Terlebih saat Oma dan Granny mulai mengomentari mereka berdua yang tampak sangat mesra.


"Waaah, sepertinya kita akan segera mendapatkan cicit, Oma!"


"Betul Granny, Cicit kita nanti akan kita bawa dalam arisan besar dan dikenalkan kepada nenek yang lainnya!"


"Sudah-sudah, sekarang lebih bak kalian berdua ke kamar untuk bersiap-siap. Acara pesta pernikahannya sudah tinggal sebentar lagi." ucap Mama Yuri yang langsung mendorong Rein dan Michie meninggalkan taman.


Dengan sigap Rein pun langsung menggendong Michie ala bridal style sampai semua orang yang melihat kemesraan pengantin baru itu langsung menutup mulut mereka.


Terlebih saat Michie mengalungkan tangannya di leher Rein membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan iri dengan kemesraan mereka.


"Aku kira tidak akan melihat putraku jatuh cinta, mengingat dirinya terus saja bersikap dingin dan jutek setiap bertemu dengan perempuan!" gumam Papa Finn.


"Mama pun berfikiran seperti itu, Pa. Ternyata Rein menunggu cinta pertamanya selama ini."


"Akhirnya, mama punya menantu yang sangat cantik dan baik seperti Michie."


Sedangkan Rein yang kini tengah membawa Michie ke kamar pun tak lepas memandang istrinya dan tentunya membuat Michie salah tingkah.


"Perhatikan jalannya, Rein! Aku tidak mau jatuh karena kau tersandung nanti!"


"Tenang saja, Michie! Jika jatuh nanti, aku akan bergerak cepat agar bukan aku yang menindihmu, tapi kau yang berada di atasku dan menindihku!" balas Rein membuat Michie berdecih kesal.


☘️☘️☘️


Masih dalam acara pernikahan Rein dan Michie yaaa. Yang mau kondangan ke Pesta Kebun, boleh banget bawa amplop like, comment, vote and gift.

__ADS_1


Komentar dan rate bintang 5 dari kalian adalah semangat Author 😍😍😍


__ADS_2