Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Peperangan Dimulai


__ADS_3

Keesokan harinya, Arel sudah siap di Mansion Michie tepat jam 6 pagi. Sedangkan Michie justru baru saja membuka matanya saat Arel sudah duduk di ruang tamu.


"Michie, Arel udah nunggu kamu tuh sayang!" teriak Mom Lili sambil mengetuk pintu kamar putri nya.


Michie yang masih di dalam selimut pun langsung melirik ke arah jam dinding di kamarnya.


"Baru jam 6 sudah datang?" gumam Michie sambil turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya.


"Serius udah datang, Mom?" tanya Michie sambil melihat ke lantai bawah.


"Tuh, liat aja!" jawab Mom Lili. "Memangnya kamu mau kemana sih? Tumben dijemput Arel?"


"Eden Hag bikin masalah di KUA dan pernikahan aku sama Rein ditangguhkan karena dia gak setuju. Lucu kan?" jawab Michie yang memang belum sepat bercerita kepada Mommynya.


"Ck, kurang kerjaan banget sih. Mom yakin, Eden Hag tidak ingin putra kesayangannya itu sedih," tukas Mom Lili.


"Kalau begitu nanti Mommy ikut yaa," timpal Mom Lili yang langsung berbalik ke kamarnya.


Michie pun bukannya langsung mandi, namun ia justru menemui Arel yang sedang menunggunya di ruang tamu.


Kaos kebesaran dengan short pants yang dikenakan Michie berhasil membuat Arel menelan ludahnya kasar. Michie tampak sangat cantik saat bangun tidur dan ini tidak di sia-siakan oleh Arel untuk membidiknya secara diam-diam.


Kebetulan saat ini ia sedang melakukan panggilan dengan Rein via video call.


"Kenapa kau datang sepagi ini, Arel? Bukankah acaranya nanti baru akan dimulai jam 10?" tanya Michie sambil menggulung rambut panjangnya ke atas.


Rein yang melihat Michie dari ponselnya langsung menggerutu kesal.


"Ck, kenapa di saat Michie tampak secantik itu bukan aku yang melihatnya secara langsung?!" gerutu Rein pelan.


"Jika tahu begini, lebih baik aku tidak memerintahkan Arel untuk datang ke Mansion pagi ini!" sesal Rein saat mendapati Arel yang mendapat keberuntungan bisa melihat kecantikan Michie secara langsung.


"Maaf Miss, tapi saya datang karena perintah Mr. Rein." Arel yang sadar atasannya terus menggerutu sedari tadi pun langsung menyerahkan ponselnya kepada Michie.


Michie pun menerima ponsel Arel dan menyapa Rein yang melakukan video call di ponsel Arel.


"Hai, Rein." sapa Michie membuat Rein sedikit salah tingkah.


"Ha-hai Michie! Maaf aku sudah salah meminta Arel datang sepagi ini," jawab Rein di ujung panggilan.


Michie hanya terkekeh pelan, "Tidak masalah Rein, biar nanti sarapan denganku dan Mommy."


Jawaban Michie kali ini membuat Rein semakin merasa cemburu.


"Tidak perlu, Michie! Aku hanya meminta Arel singgah sebentar saja dan setelah ini akan aku minta dia untuk ke kantor terlebih dahulu," tukas Rein yang tidak terima jika Areljustru menikmati sarapan bersama dengan Michie dan juga calon ibu mertuanya.


"Tapi Mister... Bukankah anda..."


"Michie, tolong berikan ponselnya pada Arel!"


Michie pun langsung menyerahkan ponselnya kepada Arel.

__ADS_1


"Aku akan meminta bibi untuk membuatkanmu minuman hangat, dan aku harus bersiap dulu ya," tukas Michie sambil meninggalkan Arel dan kembali ke kamarnya.


Setelah Michie masuk ke dalam kamarnya, Arel pun langsung melayangkan protesnya pada Rein.


"Mister bukankah saya memang ditugaskan untuk menjaga Miss Michie? Kenapa sekarang justru diminta untuk kembali ke kantor?" protes Arel.


"Ck, aku tidak rela kau menikmati sarapan dengan calon istri dan mertuaku! sekarang juga aku minta kau pergi dari Mansion Michie dan menunggu di tempat lain!"


"Kau tidak perlu ke kantor, tapi kau juga tidak boleh terlalu dekat dengan calon istriku!"


Arel kini mulai mencium aroma kecemburuan dari Rein,


"Baik, Mr. Saya akan meninggalkan Mansion Miss Michie!" tukas Arel dan panggilan pun terputus.


"Arrrgghhh! merepotkan sekali Mr. Rein kali ini!" gumam Arel sambil mengusap wajahnya kasar.


Arel pun bergegas keluar dari Mansion Michie, sayangnya saat ia baru berdiri, asisten rumah tangga Michie justru membawakan Arel secangkir kopi.


"Diminum dulu, Tuan sebelum pergi," tukas asisten rumah tangga tersebut.


Akhirnya Arel pun menunda dirinya untuk pergi dan memilih untuk menikmati kopi terlebih dahulu.


☘️☘️☘️


Tepat jam 9 Pagi, Arel kembali datang menjemput Michie dan juga Mom Lili. Mereka pun langsung bergegas menuju KUA, untuk menyelesaikan masalah Michie.


Sesampainya di sana, pengacara Michie sudah sampai. Bahkan Eden Hag dan juga Fredy pun sudah tiba membawa pengacara mereka.


"Menyerahlah Michie sayang, Rein bukanlah pria yang baik untukmu. Terlebih dia sama sekali tidak mengenalmu."


"Berbeda dengan Fredy yang sudah sangat lama mengenal dan juga mencintaimu," ucap Eden Hag menghalangi langkah Michie.


Sayangnya Michie mengacuhkan Edan Hag dan melewatinya begitu saja. Ia justru menyapa Ecca dan juga suaminya.


"Hai Ecca, apa kabar?" sapa Michie.


Melihat Michie mengacuhkan nya, membuat Eden Hag langsung mengepalkan tangannya geram.


"Baik kak," balas Ecca dan mereka pun bergegas masuk ke dalam kantor.


Sedangkan Mom Lili sama sekali tidak berkomentar dengan sikap Michie barusan.


"Lili, apa kau tidak bisa mengajarkan hal yang baik kepada Michie?" tanya Eden sambil mengiringi langkah Mom Lili.


"Pertanyaan gila mu tidak perlu aku jawab bukan?" balas Lili membuat Eden Hag membuang nafasnya kasar.


"Ini lah yang menyebabkan perceraian kita, Lili. Aku sangat tidak sanggup dengan karaktermu yang keras kepala, angkuh, dan tidak pernah peduli dengan keluarga!" pekik Eden Hag yang mulai dipenuhi amarah.


Michie yang mendengar semua itu pun langsung berbalik. Namun ia tidak menemui Eden Hag, melainkan mendekati Fredy.


"Lihatlah, Fredy! Itu adalah salah satu alasan kenapa aku tidak pernah bisa menerima cintamu." Michie menunjuk langsung ke arah Eden Hag.

__ADS_1


"Karena bagiku, menikah bukanlah menyatukan 2 orang yang saling mencintai, melainkan menyatukan 2 keluarga."


"Dan keluarga kita tidak akan pernah bersatu sampai kapan pun! Jika aku menemukan ketulusan dalam cintamu, sayangnya aku tidak menemukan itu pada ayahmu!" tukas Michie yang membuat amarah Fredy bagai tersulut api.


"Daddy!" pekik Fredy kencang. "Aku kecewa dengan sikap daddy!"


Teriakan Fredy kali ini membuat Eden Hag langsung gusar. Terlebih kemarahan Fredy membuatnya meninggalkan tempat tersebut.


Melihat Fredy melesat kencang dengan motor sportnya membuat Eden Hag langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengejar putranya.


"See, sejak awal Eden Hag memang tidak pernah menginginkan anak perempuan, karena baginya penerus bisnis yang handal adalah seorang laki-laki!" tukas Michie santai.


Jika dulu, melihat daddynya lebih menyayangi Fredy membuat hatinya sangat sakit dan seketika matanya akan berkaca-kaca. Tapi kali ini tidak lagi.


Baginya, Eden Hag tidak pernah ada di dunia ini. Karena mengingat perceraian Mommynya adalah suatu hal yang sangat menyakitkan.


Terlebih saat Eden Hag menyalahkan Mom Lili yang tidak bisa melahirkan seorang anak laki-laki untuknya.


"Lalu bagaimana jika seperti ini?" tanya Michie kepada pengacara yang disewa oleh Eden Hag.


"Saya akan meminta penangguhan waktu untuk pertemuan yang kedua kalinya," tukas pengacara tersebut.


"Pernikahanku tinggal sebentar, Tuan. Bagaimana jika pertemuan kali ini wakilkan saja oleh anda dan aku akan membayar anda 2 kali lipat dari Eden Hag?" tawar Michie.


"Lagi pula aku juga sangat yakin jika Eden Hag belummemberikan sepeser pun kepada anda."


Michie pun langsung masuk dan melewati pengacara Eden begitu saja.


"Ide anda sangat brilliant, Miss Michie!" puji Arel yang sangat kagum dengan sikap Michie barusan.


"Sampaikan saja pada Rein jika dia tidak perlu cepat-cepat untuk pulang, dan jangan lupa siapkan uang untuk membayar pengacara Eden Hag," tukas Michie memuat Arel semakin memuji kecerdasan Michie.


"Wooow, ternyata Mr. Rein tidak salah memilih calon istri!" gumam Arel yang langsung menghubungi Rein.


☘️☘️☘️


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.

__ADS_1


__ADS_2