Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Tekad Rein


__ADS_3

"Kamu kok gak ikut pulang?" tanya Michie saat melihat Rein yang masih berdiri di dekatnya.


"Apa kamu gak ada inisiatif untuk mengucapkan terima kasih sama aku?"


"Oh, thanks ya." ucap Michie singkat agar Rein cepat angkat kaki dari Mansionnya.


"Sesingkat itu?" tanya Rein membuat Michie membuang nafasnya kasar.


Kemudian ia pun mengulang ucapan terima kasihnya untuk Rein. "Terima kasih ya Rein."


"Udah kan? sekarang kamu sudah boleh pulang Rein," usir Michie secara halus.


"Aku tidak akan pulang sebelum membicarakan tentang syarat yang tadi Michie."


"Sayangnya aku bukan wanita bodoh yang dengan mudahnya bisa kau bohongi, Rein. Syarat yang kau berikan benar-benar tidak masuk akal." tukas Michie sambil duduk di bangku taman.


"Baiklah, kalau begitu aku anggap kau menerima pernikahan ini dan siap untuk menjadi istriku seutuhnya."


Rein mendekatkan dirinya dan duduk di samping Michie.


"Dan tentunya, kamu sudah siap untuk melahirkan anak-anakku bukan?" bisik Rein.


"Aku sama sekali tidak mencintaimu, Rein. Bagaimana bisa aku menjadi istrimu seutuhnya, sedangkan aku juga tidak pandai memasak?"


"Asisten rumah tangga ku banyak, jadi kau memang tidak akan aku suruh untuk memasak, Michie!"


"Aku hanya butuh kau mendampingi dan melahirkan anak untukku!"


Michie terkekeh mendengar ucapan Rein kali ini.


"Itu pun juga aku tidak bisa. Memiliki anak hanyalah untuk dua orang yang saling mencintai. Sedangkan kita sama - sama tidak saling cinta."


"Sudahlah, Rein. Aku lelah dan ingin beristirahat. Aku juga tidak pernah ingin menikah denganmu."


"Jika kau ingin menuntutku untuk mengembalikan semua bantuanmu terhadap Mommy, kita perhitungkan mulai besok senin. Berapa banyak aku harus mengganti semuanya."


"Dan beri aku waktu untuk melunasinya. Aku akan berusaha untuk mengganti semuanya sesuai waktu yang sudah kau berikan!"


Ucapan Michie kali ini membuat Rein mulai naik pitam.


"Dengan mudahnya kau mengatakan semua itu tanpa memikirkan bagaimana perasaan papa mamaku, terlebih semua keluarga besarku, Michie!"


"Lamaran ini bukan permainan yang bisa seenaknya kau hentikan, Michie!" nada bicara Rein mulai meninggi.


"Ini bukan hanya melibatkan perasaan kita berdua tetapi juga Mommy mu, Oma dan juga Granny yang sudah sangat menyayangimu meski baru bertemu untuk pertama kalinya."


"Fikirkan itu baik-baik, Michie!" gertak Rein membuat Michie terdiam.

__ADS_1


Michie mulai memijat kepalanya yang terasa sedikit sakit. Masalah ini benar-benar sudah menguras pikirannya malam ini.


Sedangkan Rein mulai mengatur nafasnya dan memandang ke arah Michie, "Apa perceraian kedua orang tuamu menorehkan luka yang mendalam sampai kau mengalami trauma seperti ini Michie?" tanya Rein mulai merendahkan suaranya.


"Entahlah, yang jelas aku enggan berhubungan dengan lawan jenis. Karena bagiku, semua laki-laki itu sama. Pembuat masalah besar di hidup wanita," jawab Michie.


"Tidak semuanya, Michie! Aku bukanlah pembuat masalah di hidupmu," balas Rein tidak terima dengan apa yang dilontarkan Michie.


"Justru kau pembuat masalah terbesar kedua setelah Daddy, Rein!"


Lagi-lagi Rein tidak terima dengan ucapan Michie. "Coba kamu fikirkan, siapa yang membuat masalah terlebih dulu di antara kita?" tanya Rein.


"Ya, aku yang memulainya dan aku akan segera mengakhiri semua masalah ini."


"Jadi setelah aku fikir-fikir, lebih baik aku mati daripada hidup dengan masalah yang datang silih berganti."


"Dengan begitu aku tidak akan membuat orang lain sakit hati."


Deg!


Jawaban Michie kali ini membuat Rein sadar bahwa Michie benar-benar mengalami trauma yang sangat mendalam hingga membuatnya menutup diri untuk mencintai seorang pria.


Bahkan ia sampai berfikiran untuk bunuh diri dari pada mencoba hidup bersama dengan Rein.


"Jangan Michie! Aku mohon jangan lakukan itu!" pinta Rein. "Mommy mu pasti akan sangat sedih melihat putri kesayangannya memilih jalan yang salah untuk menyelesaikan masalahnya."


"Aku akan memberikan pilihan terbaik untukmu, Michie asalkan kau berjanji untuk tetap hidup demi Mommy mu."


Michie masih terdiam tidak menanggapi ucapan Rein.


'Trauma nya yang begitu mendalam membuat Michie berani mengatakan jika ia ingin bunuh diri?'


'Gak!'


'Gak boleh!'


'Michie tidak boleh bunuh diri! Karena aku yang akan menghilangkan rasa trauma nya!' tekad Rein dalam hati.


"Aku mau kita tetap menikah, dan setelah itu aku tidak akan mengekang atau menuntutmu sama sekali."


"Kau bebas membuat peraturan apapun di antara kita, dan aku tidak akan pernah menggugat atau mengubahnya sedikit pun!" jelas Rein.


"Pernikahan kita hanya status hitam di atas putih, no more!" jawab Michie.


"Okey. Aku setuju!" jawab Rein yang ternyata melukiskan senyum di bibir Michie.


"Terima kasih, Rein. Kau membuat perasaanku sedikit tenang," ucap Michie.

__ADS_1


"Kalau begitu, Istirahatlah! Aku masih ingin menikmati udara malam di taman mu ini," ucap Rein yang sangat ingin berbincang dengan Mom Lili perihal masalah Michie barusan.


"Oke!" Michie pun berdiri dan bergegas meninggalkan Rein yang masih ada di taman.


Setelah Michie tidak terlihat, Mom Lili pun langsung mendekat ke arah Rein dan menanyakan tentag Putrinya.


Rein pun menceritakan secara gamblang tentang Michie dan juga kenangan 5 tahun lalu yang terjadi dengan mereka.


"Trauma nya sangat mendalam dan anak itu benar-benar tertutup dan tidak mau menceritakan masalahnya dengan siapa pun," gumam Mom Lili yang terdengar begitu sedih.


"Apa perlu kita bawa Michie diam-diam ke psikolog?" tanya Mom Lili kemudian.


"Jangan tante, biar Rein sendiri yang akan berusaha mengikis trauma Michie!" cegah Rein.


"Apa kau sungguh mencintai putri tante?" tanya Mom Lili yang langsung diangguki oleh Rein.


"Iya tante, bahkan sejak pertama kali aku berjumpa dengannya. Jika tidak, mana mungkin aku membantu tante saat terpuruk 5 tahun yang lalu."


Jawaban Rein kali ini membuat Mom Lili merasa sangat tenang karena putri semata wayangnya akan jatuh di tangan pria yang tepat.


"Terima kasih banyak, Rein. Tante mengandalkanmu kali ini."


Setelah ia rasa cukup, Rein pun undur diri dari Mansion Mom Lili.


☘️☘️☘️


Naaah, kira-kira gimana ya usaha Rein untuk menghilangkan rasa trauma Michie?


Apakah Rein berhasil membuat Michie membalas cintanya, atau bahkan justru sebaliknya?


Tunggu kelanjutannya yaa. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca karena dukungan kalian adalah semangat Author.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.

__ADS_1


__ADS_2