Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Belum Mengaku


__ADS_3

Michie akhirnya memilih lingerie berwarna hitam yang menurutnya tidak terlalu terbuka seperti yang lainnya dan langsung menuju ke tempat tidur.


Pakaian yang dikenakan Michie saat ini membuat tubuhnya terlihat begitu menggoda di mata Rein dan membuat nafas Rein seperti berhenti sekejap.


Debaran di dadanya membuat nafasnya terasa begitu sesak. Bahkan bukan cuma nafasnya yang sesak, miliknya yang ada di bawah pun terasa sudah memberontak.


"Rein!" panggil Michie sambil cemberut. "Jangan melihatku seperti itu!" ucap Michie sambil terus berjalan ke ranjang di samping Rein.


Michie mengambil bantal dan menarik selimut untuk bersiap tidur di sofa.


"Mau kemana lagi, Michie?" tanya Rein menahan tangan istrinya.


"Tentu saja tidur di sofa. Ini kan ranjang mu!" jawab Michie dan Rein langsung menarik tangan Michie sampai istrinya terjatuh di atas ranjang tepat di sampingnya.


"Ini ranjang kita, sayang!" tegas Rein yang mulai mengungkung tubuh Michie di bawahnya.


Tatapan Rein yang tampak begitu menginginkan Michie membuat hati Michie berdesir. Terlebih kali ini, Michie sudah makin mantap untuk melabuhkan hatinya pada Rein.


Ada perasaan bersalah dalam hati kecilnya karena sudah membohongi Rein jika ia sedang datang bulan.


Sedangkan Rein sendiri juga hampir saja tidak mampu menahan hasratnya ketika melihat Michie yang begitu menggoda malam ini. Ia pun membuang nafasnya kasar dan langsung duduk menjauh sedikit dari Michie.


"Tidurlah di sini bersama ku, Michie!" pinta Rein sambil menahan gejolak hatinya.


"Aku berjanji tidak akan nakal denganmu!"


Ucapan Rein kali ini membuat Michie tersenyum. Michie pun beringsut menyandarkan tubuhnya ke headboard sambil menutupi kakinya dengan selimut.


"Emm, Rein. Besok kita akan menemui Risa berdua untuk membahas bagaimana ke depannya," ucap Michie membuka suaranya.


"Ck, aku tidak ingin membahas hal itu saat ini Michie!" balas Rein. "Aku justru ingin membahas hal tentang kita berdua!"


Kali ini Rein ikut bersandar di headboard bersama dengan Michie.


"Emm, Michie..." panggil Rein sedikit kikuk dengan istrinya sendiri.


"Hemmm, ada apa?"


"Terima kasih sudah mencintaiku dan mempertahankan aku untuk tetap menjadi milikmu seorang!" ucap Rein membuat Michie mengerutkan dahinya.


"Maksudnya?" tanya Michie yang tidak paham arah pembicaraan Rein barusan.


Namun tiba-tiba Michie teringat dengan apa yang dikatakan dengan Mom Lili tadi.


"Jangan bilang kamu tadi sengaja nguping pembicaraan aku sama Mommy?" tanya Michie yang langsung memandang ke arah Rein.

__ADS_1


"Bukan nguping sih, lebih tepatnya mendengarkan dengan baik, Michie!" jawab Rein yang semakin mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Michie.


"Rein, aku harap kamu gak terbawa perasaan dengan apa yang kamu dengar tadi!"


"Memangnya kenapa?" tanya Rein yang semakin mengikis jarak mereka berdua.


"Ayolah Rein, aku mengatakan hal itu hanya agar Mommy tidak diliputi perasaan bersalah!" jawab Michie membuat hati Rein sedikit kecewa.


"Oooh, berarti kau tidak sungguh-sungguh mencintaiku?" tanya Rein yang sudah mengunci tubuh Michie.


Dengan cepat Michie menggelengkan kepalanya.


"Oke, kalau begitu lebih baik aku masuk ke dalam bui saja dari pada menderita karena cintaku bertepuk sebelah tangan!" ucap Rein yang langsung berbalik dan kemudian tidur dengan membelakangi Michie.


'Michie! Kenapa sangat sulit untukmu menyatakan perasaan cintamu yang sudah jelas aku lihat dalam Sorot matamu?' gerutu Rein dalam hati.


Melihat Rein yang tampak sangat kecewa pun membuat Michie semakin merasa bersalah. Namun, ia tetap saja tidak ingin menyatakan perasaan cintanya secepat ini karena Michie memang menunggu waktu yang tepat.


Akhirnya malam ini keduanya pun kembali tidur satu ranjang tanpa saling menghangatkan satu sama lain.


...☘️☘️☘️...


Keesokan harinya, Rein sudah tidak terlihat di kamar. Bahkan sampai Michie selesai mandi dan merias diri, Rein juga masih belum kelihatan.


Michie pun akhirnya keluar dari kamar dan dilihatnya seluruh keluarga besarnya sedang berkumpul dii ruang tamu.


"Ada apa ini?" tanya Michie.


"Baru saja kita dapat telfon dari pihak kepolisian jika Rein mengalami kecelakaan," jawab Oma. Dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa?!" teriak Michie mulai gusar. "Lalu bagaimana dengan keadaan Rein sekarang?"


"Kita masih menunggu informasi Rein akan dibawa ke rumah sakit mana nantinya. Tapi tenang saja Michie, Papa Finn sudah langsung menuju ke lokasi kejadian!" jelas Mama Yuri membuat Michie langsung menutup wajahnya dan terduduk lemas.


"Yaa Ampun, Rein!" Kaki Michie langsung terasa lemas saat mendengar Rein kecelakaan.


"Tadi pagi, saat hujan baru saja turun, Oma memang melihat Rein pergi dengan buru-buru."


"Sayangnya, Oma belum sempat bertanya kemana Rein akan pergi!" ucapan Oma kali ini membuat Michie langsung merasa begitu bersalah terlebih mengingat semalam ia sudah membuat Rein kecewa.


Sedangkan Mama Yuri, Oma dan juga Granny kini justru sama-sama mengedipkan mata mereka untuk memberikan kode bahwa misi Rein kali ini sepertinya akan berhasil.


'Sepertinya keinginan putraku untuk mendengarkan pernyataan cinta dari Michie akan berhasil kali ini!' gumam Mama Yuri yang sudah merencanakan hal ini dengan Rein sejak subuh tadi.


'Yes, akhirnya cucu menantu masuk dalam perangkap kita kali ini dan sebentar lagi aku pasti akan mendengar kabar kehamilan Michie!' batin Oma bersorak gembira.

__ADS_1


'Nah, memang sedari dulu aku sudah yakin jika Michie memang mencintai cucuku satu-satunya. Dengan begini pasti mereka akan Semakin lengket seperti perangko!' gumam Granny dalam hati.


Michie kali ini langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya, "Ma, ayok kita susul papa Finn! Aku khawatir sama Rein, Ma!" ajak Michie yang langsung menarik tangan Mama Yuri.


"Kita sarapan dulu Michie ambil menunggu kabar dimana Rein akan dirawat!" pinta Mama Yuri karena ia sangat yakin jika saat ini Rein dan papanya pasti sedang meloby pihak rumah sakit.


"Tapi Michie sama sekali tidak selera makan, Ma!" balas Michie yang tampak sangat risau dengan keadaan Rein.


"Sebentar sayang, mama akan coba hubungi Papa Finn bagaimana kedadaan Rein saat ini!" kilah Mama Yuri yang langsung menelfon nomor ponsel suaminya.


Sedangkan Oma pun langsung memanggil supir pribadi untuk bersiap mengantarkan mereka ke rumah sakit karena tidak mungkin membiarkan Michie mengendarai mobilnya sendiri dengan keadaan panik.


"Ruang Mawar di Rumah Sakit Healthy!" ucap Mama Yuri setelah menutup panggilannya.


Mendengar Rein tidak masuk ke dalam ruang ICU, membuat Michie dapat bernafas lega.


☘️☘️☘️


Nah, kira-kira rencana Rein bisa mendengarkan pernyataan cinta dari Michie berhasil atau gak yaa?


Sebelum perang dengan Risa dimulai, kita bikin Rein sama Michie seneng dulu yuk.


Sambil menunggu kelanjutannya, mampir yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya menarik dan seru banget.


Judulnya : My First Love


Author : Secreat Partner



Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.


__ADS_2