Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Wedding Party 2


__ADS_3

Risa yang baru saja menikmati hidangan langsung didatangi oleh kedua nenek Rein yang sudah sangat geram dengannya karena berani-beraninya memeluk Rein di depan Michie dan tamu undangan yang lainnya.


"Hei! Siapa yang memperbolehkanmu menikmati hidangan dari keluarga besar kami?" tanya Oma yang langsung merebut piring yang sedang dipegang oleh Risa.


"Oma!" pekik Risa yang mengenal betul kedua nenek Rein.


"Kok Oma jadi pelit sih sama Risa? Oma lupa ya kalo Risa ini adiknya Kak Rima, sahabat cucu Oma?" tanya Risa.


"Oma hanya mengenal wanita yang baik, bukan murahan sepertimu!" gertak Oma membuat Risa sangat terkejut.


"Lebih baik kamu keluar dari pesta ini, atau kita panggilan penjaga untuk menyeretmu keluar!" ancam Granny.


"Maafkan aku Oma, Granny. Aku bisa menjelaskan semuanya kenapa aku melakukan semua ini." Risa mulai membela dirinya sendiri.


"Michie tidak benar-benar tulus mencintai Rein dan aku pun buktinya," ucap Risa dan kali ini membuat Oma dan Granny saling melemparkan pandangan mereka.


"Kalau Oma dan Granny tidak percaya, aku bisa memperlihatkan bukti pada kalian semua jika perempuan yang bernama Michie bukanlah wanita yang baik!" lanjut Risa lagi dan akhirnya Oma dan Granny pun membawa Risa ke tempat yang sepi.


"Perlihatkan pada kami, mana buktinya!" desak Granny dan Risa pun langsung membuka ponselnya dimana diam-diam Risa mengambil rekaman video keributan Michie dan juga Rein saat foto prewedding.


Tampak dengan jelas jika Michie terus saja bersikap ketus dengan Rein. Granny dan Oma pun memperhatikan video rekaman itu dengan fokus sampai mengerutkan dahi mereka.


'Yes, kali ini aku berhasil meyakinkan dua nenek tua ini jika Michie bukanlah wanita yang tepat untuk Rein!' gumam Risa dalam hati.


'Mr. R itu memang panasnya hanya dengan ku Miss R, bahkan kali ini aku sangat yakin jika Michie tidak benar-benar mencintai abang R.'


'Buktinya juga sudah sangat jelas. Michie tidak terlihat cemburu saat tadi aku memeluk Abang Rein!' batin Risa penuh kemenangan.


'Jika dua nenek tua ini sudah ada di pihakku, maka sudah pasti sebentar lagi mereka akan bercerai. Atau bahkan hari ini juga?'


Mata Risa mulai berbinar-binar membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Aku tidak menyangka mereka berdua seperti ini di belakang kita!" tukas Granny.


"Benar, lalu jika seperti ini, siapa yang pantas untuk mendampingi Rein dan melahirkan cicit untuk kita?" balas Oma.


Risa pun langsung merapikan rambut dan gaunnya di depan kedua nenek Rein. "Oma dan Granny bisa lihat aku di sini."


"Aku sudah lama mengenal Abang Rein dan tentunya aku juga bisa menjadi istri yang baik untuknya. Jangan khawatir, Oma, Granny, aku juga akan melahirkan cicit yang cantik dan juga tampan untuk kalian berdua." timpal Risa sambil mengusap perutnya yang masih datar.


Plak!


Tangan Oma mendarat sempurna di pipi Risa.


Byurr!

__ADS_1


Granny pun tidak mau kalah, ia pun turut mengguyur kepala Risa minuman soda yang ada di dekatnya.


"Jangan pernah bermimpi untuk semua itu Risa!" gertak Granny dengan nada tidak suka.


"Benar! Bahkan di mata kami, kau hanyalah wanita murahan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan segala apa yang kamu inginkan!" sarkas Oma sambil mengembalikan ponsel Risa.


"Sampai kapan pun, kami tidak akan memperbolehkan seorang saja merusak kebahagian keluarga besar kami, terlebih Rein dan juga Michie!" timpal Granny.


Kedua nenek Rein pun langsung meninggalkan Risa begitu saja. Sedangkan Risa dengan kesal langsung menuju ke parkiran motor sambil menghentak-hentakkan kakinya.


Sesampainya di parkiran, ia pun bertemu dengan Rima dan juga Dira yang baru saja datang.


Rima pun langsung mendatangi adiknya dan


Plak!


Tamparan Rima mendarat mulus di pipi Risa.


"Kenapa kakak menamparku?" tanya Risa tidak terima.


Rima langsung memperlihatkan ponselnya ke arah Risa.


"Lihat ini!" Rima memperlihatkan video viral dimana Risa sedang memeluk mempelai pengantin pria.


"Ooooh, bagus deh kalo udah viral. Jadi biar semua orang tahu jika pernikahan itu hanyalah settingan belaka!" balas Risa yang tidak takut sedikit pun.


"Ini semua gara-gara kakak! Kakak tidak pernah membantuku untuk mendapatkan abang Rein, padahal kakak sudah tahu jika aku mencintainya sejak dulu."


"Sadar diri dong, Risa! Rein sudah berkali-kali menolak mu!" bentak Rima membuat mata Risa langsung berkaca-kaca.


"Kak Rima memang gak pernah sayang sama aku! Aku benci kakak!" pekik Risa yang kemudian berbalik meninggalkan Rima.


Risa langsung mengendarai motor nya dengan kencang membuat Rima langsung panik.


"Aduh, aku takut jika kali ini Risa nekat, sayang!" ucap Rima kepada suaminya.


"Tidak akan terjadi apa-apa, percayalah. Tim fotografer sedang membutuhkan ku di dalam. Kita masuk ya!" ajak Dira yang tadi pagi sempat memotret akad nikah Rein dan Michie, kemudian pulang sebentar untuk menjemput Rima, istrinya.


☘️☘️☘️


Pesta Pernikahan Rein dan Michie pun hampir berakhir. Sayangnya sejak kedatangan Risa yang kemudian memeluk Rein membuat mood Michie berantakan.


Sampai tiba waktunya melempar bunga pengantin. Michie dan Rein melemparkan ke belakang dan jatuh tepat di tangan Arel dan seorang gadis perempuan yang merupakan anak dari kolega bisnis papa Finn.


"Wow, sepertinya Arel akan menyusul kita sebentar lagi." gumam Rein yang langsung melingkarkan tangannya di pinggang Michie.

__ADS_1


"Ck, tentunya jika mereka berdua memang jadi menikah, mereka pasti akan bahagia. Tidak seperti kita kan?" balas Michie membuat Rein mengendurkan tangannya dan menatap ke arah istrinya.


Sedari tadi Rein tidak begitu memperhatikan Michie karena terus saja fokus menyalami tamu undangan yang memberinya ucapan selamat. Karena hampir 90 persen Rein mengenal mereka.


Berbeda dengan Michie yang justru hanya mengenal tamu undangannya sekitar 10 persen. Selebihnya tidak ada yang ia kenal.


"Memangnya kau tidak bahagia menikah denganku?" tanya Rein yang kini berhadap-hadapan dengan Michie.


"Entahlah!" jawab Michie memalingkan wajahnya.


Cepat-cepat Rein memegang dagu Michie dan membuatnya terus menatapnya.


"Satu hal yang belum aku lakukan di sini Michie. Mencium bibir istriku sendiri," bisik Rein pelan membuat Michie meremang.


"Kau sudah melakukannya Rein!" protes Michie yang tidak mau Rein menciumnya di depan banyak orang. Terlebih saat ini semua mata tertuju pada mereka berdua termasuk bidikan kamera.


Tak lama kemudian terdengar sorakan para tamu undangan yang meminta pengantin untuk berciuman.


"Cium!"


"Cium!"


"Cium!"


☘️☘️☘️


Maaf yaaa. Author harus skip lagi sampai di sini.


Nantikan kelanjutannya besok yaa.


Terima kasih sudah mau singgah di karya remahan Author.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.


__ADS_2