Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
At Hospital


__ADS_3

Rein pun kemudian menghubungi suami Tifa, Andy yang memang bekerja di perusahaan Rein dan sengaja diperintahkan untuk mengawasi gerak gerik Michie. Ia pun menanyakan kemana Michie pergi kemarin.


Andy pun langsung menceritakan kegiatan Michie yang kebetulan menghabiskan waktu bersama istrinya sendiri.


Mulai dari berlari di taman kota, bertemu dengan Fredy dan juga Daddynya, sampai informasi dimana Michie meninggalkan sarapannya yang tertunda.


"Terima kasih informasinya, Andy. Kau benar-benar bisa aku andalkan," tukas Rein sambil menutup panggilannya.


Tak lama kemudian Rima keluar dari UGD dan mengajak Rein untuk berbincang di dalam ruangannya.


"Apa ini wanita masa lalu mu yang kau maksud, Rein?" tanya Rima yang langsung diangguki kepala oleh Rein.


"Bagaimana keadannya Rima?" tanya Rein yang sudah tidak sabar ingin mendengar kabar dari Rima.


"Kasusnya sama persis dengan suamiku, Dira. Ia hanya kelelahan dan telat makan," jelas Michie yang sudah mengorek informasi tentang apa saja yang Michie lakukan kemarin.


"Setengah jam lagi ia akan dipindahkan ke ruang inap, Rein. Kau bisa menyelesaikan administrasinya terlebih dahulu.


"Oke, thanks atas bantuannya ya, Rima."


"Aku akan segera mengurus administrasinya," balas Rein.


"Satu hal lagi yang ingin aku katakan Rein, istrimu sangat cantik. Segeralah menikahinya karena jika tidak sainganmu pasti akan banyak," saran Rima dan Rein pun mengangguk setuju.


☘️☘️☘️


Sedangkan di sisi lain, Mama Yuri yang mendapat informasi dari perusahaan jika Rein sedang membawa Michie ke rumah sakit pun langsung bersiap-siap untuk menuju ke rumah sakit.


Bahkan Oma dan Granny pun turut serta untuk melihat keadaan Michie ke rumah sakit. Sedangkan Mom Lili sendiri justru sengaja tidak diberi tahu lebih dulu karena saat ini ia sedang menghadiri meeting untuk menjalin bisnis dengan perusahaan besar.


"Jika memang sedang tidak sehat, seharusnya kau tidak perlu datang ke kantor," tukas Rein sambil duduk di tepi ranjang Michie.


"Aku hanya sedikit kelelahan, Rein. Bukan masalah yang besar," jawab Michie.


"Tapi kau membuatku sangat khawatir, Michie!" balas Rein yang tidak bisa lagi menutupi kegusarannya sejak tadi.


Kekhawatiran Rein kali ini justru membuat Michie terkekeh. "Jangan berlebihan, Rein! Oh iya, jangan beritahu Mommy tentang keadaanku!"

__ADS_1


"Aku tidak mau kabar ini mengganggu konsentrasi Mom Lili," tukas Michie yang langsung diangguki kepala oleh Rein.


"Yaah, aku juga sudah berniat akan menghubungi Tante Lili setelah meeting nya selesai nanti."


"Emm, mau aku suapi roti sobek coklat?" tawar Rein yang langsung menunjukkan roti sobek yang ada di atas nakas.


"Aku juga sudah menyiapkan teh hangat untuk mencelupkan roti itu sebelum kau makan."


Tawaran Rein kali ini membuat Michie langsung mengerutkan dahinya.


"Dari mana kau tahu jika aku sangat menyukai roti sobek coklat yang dicelupkan ke dalam teh?" tanya Michie melukiskan senyuman di bibir Rein.


"Tentu saja aku tahu, aku kan hebat karena punya indra ke enam," tukas Rein sambil membuka bungkus roti dan siap untuk menyuapi Michie.


Lagi-lagi Michie terkekeh mendengar banyolan Rein, "Indra ke enam? Kek dukun aja sih kamu."


Michie berusaha bangun dan menyandarkan tubuhnya. "Sini, biar aku man sendiri aja," pinta Michie yang merasa tidak enak jika disuapi oleh Rein.


"Ck, tinggal buka mulutnyaaja susah bener! Ayoo aaak!"


Michie pun membuka mulutnya dan Rein mulai menyuapinya dengan lembut.


'Gimana aku bisa kerja sih kalau kamunya lagi sakit kayak gini? Yang ada aku gak bisa fokus sama sekali,' gumam Rein dalam hati.


Padahal hari ini ia seharusnya mulai mempersiapkan dirinya untuk mengecek ke lokasi pertambangan.


"Emm, aku akan bekerja setelah ini," ucap Rein yang sebenarnya sangat ingin menemani Michie di rumah sakit.


Tetapi mengingat Mama dan juga 2 neneknya akan datang, Rein tidak perlu khawatir dengan keadaan Michie dan bisa kembali bekerja.


Satu bungkus roti sobek coklat berukuran sedang kini sudah masuk ke dalam perut Michie.


"Mau lagi?" tawar Rein dan Michie langsung menggelengkan kepalanya.


"Cukup Rein, Aku sudah kenyang. Thanks ya," ucap Michie.


"You're welcome," balas Rein.

__ADS_1


Tak lama kemudian mama Yuri dan kedua nenek Rein tiba di rumah sakit. Mereka langsung mengelilingi Michie dan menanyakan kabarnya.


"Ya Ampuun cantik, kok bisa sakit kayak gini sih?" tanya Oma yang langsung menggenggam tangan kanan Michie.


"Iyaa, kamu bikin Granny khawatir banget," tukas Granny yang berdiri di sebelah kiri ranjang Michie sambil mengusap kepalanya.


"Mama juga kaget tadi denger Michie masuk rumah sakit. Kata dokter Michie sakit apa Rein?" tanya Mama Yuri.


"Cuma kecapekan aja kok tante, udah lama gak jogging, kemarin sekali jogging 3 putaran. Makanya sekarang tumbang," jawab Michie meski sebenarnya yang ditanya adalah Rein.


"Besok kalo mau jogging di taman kota harus Oma dampingi deh, biar kamu gak kecapekan dan tumbang kayak gini," tukas Oma.


"Yaelah, itu mah namnay bukan jogging kali. Jalan santai," tukas Granny membuat Michie tersenyum.


"Ya gak papa dong, dari pada cucu menantu kecapekan. Iya kan sayang?" Oma meminta dukungan ke Michie.


"Iyaa, besok Michie akan ajak jalan santai di taman kota yaa," balas Michie.


"Kalo gituh, Granny juga ikut deh."


Melihat dua neneknya berhasil membuat Michie tersenyum lebar, Rein pun merasa tenang untuk kembali bekerja.


☘️☘️☘️


YUk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.


__ADS_2