
"Kita pulang sekarang juga!" titah Rein yang langsung mengamit lengan Michie.
"Kenapa buru-buru, Rein?" tanya Mama Yuri yang menangkap gelagat aneh dari putranya.
"Ada apa Rein? Kita bahkan belum melihat keadaan Risa!" tukas Michie.
"Ada hal yang lebih penting dari ini. Ayo Michie!" ajak Rein.
Mau tidak mau Michie pun mengikuti langkah Rein, begitu juga dengan Mama Yuri dan juga Mom Lili yang ikut membuntuti mereka berdua.
Sesampainya di mobil, Rein terus saja diam dan membuat Michie semakin penasaran apa yang sudah dikatakan oleh Rima dan juga Rein di dalam ruangan tadi.
"Rein, ada apa sebenarnya?" tanya Michie sambil memandang ke arah Rein.
Rein tampak sekali ada sesuatu hal besar yang ia sembunyikan dari Michie. Perlahan ia menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Apa boleh, jika aku tidur di pangkuan mu, Michie?" pinta Rein yang langsung meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya.
Kali ini Michie sudah tidak bisa menghindar lagi. Perlahan tangannya tergerak untuk mengusap kepala Rein dengan sangat lembut.
"Maafkan aku belum bisa menceritakan apa yang menjadi Masalah ku saat ini Michie!" tukas Rein sambil memejamkan matanya menikmati usapan tangan istrinya.
"Kepala ku sakit sekali terasa seperti mau pecah!" lanjutnya lagi membuat Michie yang tadinya mengusap kepala Rein, langsung berubah memijitnya dengan sangat lembut.
"Tidak masalah, Rein!" balas Michie yang makin dirundung dengan rasa penasaran yang begitu besar.
'Apa Sebenarnya yang sudah terjadi sampai Rein sekalut ini?' gumam Michie dalam hati.
'Apa ini semua berhubungan dengan Risa? Jika keadaannya sangat darurat dan kemudian kakaknya menuntut Rein ke kantor polisi,...'
'Aku rasa tidak! Bukankah mereka berdua bersahabat sejak kecil?'
'Terlebih kemarin tim medis juga cepat datang ke lokasi kecelakaan dan tentunya Risa cepat untuk diberi penanganan. Jadi tidak mungkin jika keadaannya sangat mengkhawatirkan.'
'Kabar terakhir semalam yang aku dengar juga Risa dirawat di kamar inap biasa, tapi kenapa hari ini justru masuk ke dalam ruang ICU?'
Berbagai pertanyaan memenuhi benak Michie.
'Aku harus bisa menemui dokter Rima untuk menanyakan apa yang sudah terjadi!' tekad Michie dalam hati karena Rein tidak kunjung menceritakan masalah apa yang kini sedang menimpanya.
"Aku akan mengantarkanmu ke Mansion untuk beristirahat, Michie." ucap Rein tiba-tiba sambil membuka matanya.
__ADS_1
"Aku tahu kau sangat lelah bukan?"
"Lalu bagaimana dengan mu, Rein?" tanya Michie yang terdengar begitu mengkhawatirkan Rein.
"Aku masih harus menemui seseorang dan setelah itu aku akan segera pulang untuk menemanimu!" balas Rein tersenyum sambil menggenggam tangan Michie dengan sangat erat.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, sayang!"
Blush! Pipi Michie langsung merona.
Cepat-cepat Michie membuang wajahnya keluar jendela agar rona wajahnya tidak terlihat oleh Rein.
Rein yang masih ada di atas pangkuan Michie pun perlahan mengusap dagu Michie dari bawah.
"Istriku semakin cantik jika tersipu begini!" gumam Rein pelan membuat pipi Michie terasa panas.
Untung saja posisi mereka kini sudah tiba di depan gerbang Mansion. Jadi Michie bisa bernafas lega karena tidak harus berlama-lama di dekat Rein dengan wajahnya yang memerah.
Rein pun bangun dari pangkuan Michie dan bersiap untuk membukakan pintu untuk Michie. Namun saat mobil sudah berhenti, Michie justru menahan tangan Rein.
"Tidak perlu membukakan pintu untukku, Rein! Aku bisa melakukannya sendiri," tukas Michie.
"Kau justru membuang waktu hanya untuk membukakan pintu untukku. Jadi biarkan aku buka sendiri dan jangan lupa untuk cepat kembali ya, Rein." ucap Michie sambil cepat-cepat membuka pintu dan keluar dari mobil.
Rein sedikit terhenyak mendengar ucapan Michie barusan. Ia sama sekali tidak menyangka jika Michie justru memintanya untuk cepat kembali.
Rein yang salah tingkah pun langsung mengusap wajahnya.
"Kita jalan pak, kita temui pengacara Belva untuk membantu kasusku di kepolisian saat ini!" titah Rein yang masih terngiang ngiang ucapan Michie.
Sedangkan Michie bukan justru masuk ke dalam Mansion, ia justru memesan taksi online dan memutuskan untuk kembali ke rumah sakit menemui dokter Rima.
Tanpa menunggu lama, pesanan Michie pun tiba di gerbang Mansion dan segera membawa Michie kembali ke rumah sakit.
'Maaf Rein, kali ini aku pergi tapa izin darimu!' batin Michie sambil melihat keluar jendela.
'Aku janji akan segera kembali setelah mendapatkan informasi dari dokter Rima!'
☘️☘️☘️
Sesampainya di rumah sakit, Michie langsung menuju ke ruang ICU dimana Risa dirawat karena ia menduga dokter Rima pasti ada di sana.
__ADS_1
Dan benar saja dugaan Michie kali ini, Dokter Rima memang sedang menunggu di depan ruang ICU dengan raut wajah yang tampak sangat sedih.
Michie pun melangkahkan kakinya mendekati dokter Rima dan langsung duduk di sampingnya.
"Bagaimana keadaan Risa, Dokter?" tanya Michie.
Dokter Rima pun mengangkat kepalanya dan memandang kearah Michie.
"Risa sudah melewati masa kritisnya. Namun, aku tidak tahu ke depannya bagaimana jika dia mengetahui jika aku ternyata mengingkari janjiku sendiri padanya," jawab Dokter Rima dengan memaksakan senyumnya.
Michie semakin yakin jika ini semua pasti berkaitan dengan Rein.
"Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Michie menawarkan diri.
Lagi-lagi Rima menyunggingkan senyumnya yang sangat terpaksa ke arah Michie sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada, Michie! Aku juga tidak ingin membuatmu merasa terbebani dengan masalah yang aku alami saat ini," balas dokter Rima.
Michie memegang tangan dokter Rima dan menggenggamnya erat. "Dokter adalah sahabat dari suamiku, berarti juga sahabatku. Ceritakan lah apa yang membuat dokter sangat terpuruk kali ini. Siapa tahu bisa mengurangi kepenatan dokter."
Dokter Rima memandangi Michie secara intens sambil mengerutkan dahinya. "Apa kau serius ingin tahu apa yang sudah menjadi padaku Michie?" tanya Rima dan dengan mantap Michie pun mengangguk.
"Kalau begitu, ikut ke ruang kerja ku, Miche." ajak Rima dan Michie pun langsung mengekori langkah dokter Rima untuk mandapatkan informasi yang dia cari.
🏡🏡🏡
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.
__ADS_1