
"Sudah atau belum?" tanya Rein saat Michie masih saja memukul mukul dadanya.
Michie pun langsung berbalik dan meninggalkan Rein begitu saja.
"Hei, jangan pergi dulu, Michie!" pinta Rein yang langsung cepat-cepat mengiringi langkah Michie.
"Ck, berhentilah mengikutiku, Rein! Aku sudah sangat lelah dan ingin segera pulang!" tukas Michie tanpa menghentikan langkahnya.
"Aku antar!" balas Rein.
"Tapi aku bawa mobil sendiri!" sanggah Michie yang enggan pulang bersama Rein, karena setiap berdekatan dengannya Michie selalu saja merasa tidak karuan.
"Kebetulan sekali karena aku juga tidak bawa mobil!"
Ucapan Rein kali ini langsung menghentikan protes dari Michie. Keduanya pun langsung beranjak meninggalkan hotel dimana pernikahan Cika dihelat.
☘️☘️☘️
Sedangkan Fredy yang sudah babak belur karena serangan Michie kini langsung dibawa oleh kedua temannya yang juga lebam karena serangan dari Arel dan juga Andy.
"Rein kayaknya bener-bener marah sama Fredy sampai menghabisi nya hingga tidak sadarkan diri seperti ini!" tukas Ben yang mengendarai mobil Fredy menuju ke rumah sakit.
"Berarti kita masih beruntung Ben, tidak dihabisi seperti Fredy!" timpal Rio sambil menghentikan darah yang terus saja keluar dari ujung bibirnya.
Setelah sampai di rumah sakit, mereka pun langsung diberi penanganan. Kali ini kondisi Fredy memang sangat mengkhawatirkan, terlebih tendangan keras yang bersarang di antara kedua kakinya membuat senjatanya sedikit membengkak dan menyebabkan suhu tubuhnya tinggi.
"Wah, parah banget si Rein! Dia ternyata melumpuhkan Fredy tepat di otong kebanggaannya!" celetuk Rio yang sedikit miris mendengar hasil pemeriksaan dokter.
"Kita berarti gak bisa main-main sama dia, bro! Bisa-bisa nanti kita bernasib sama kayak Fredy!" balas Ben yang ikut ngeri membayangkan apa yang sudah di alami Fredy.
Satu jam kemudian, Fredy pun mulai sadar dan terus memanggil nama Michie.
"Michie!"
"Dimana Michie ku?!"
"Michie!"
"Aku benar-benar mencintaimu!" ceracau Fredy dan Ben pun bergegas mendekatinya dan memberinya minum.
__ADS_1
"Minum dulu, Fredy. Kondisimu lumayan parah!" ucap Ben sambil membantu Fredy minum menggunakan pipet.
"Aku harus tetap mendapatkan Michie bagaimana pun caranya Ben!" ucap Fredy saat ia sudah benar-benar sadar.
"Hancurkan Rein, dan bawa Michie untukku! Aku siap menyewa pembunuh bayaran untuk Rein!" lanjut Fredy membuat kedua sahabatnya menghela nafasnya panjang.
"Rein bukanlah tandingan untuk kita. Kau tahu sendiri bukan seberapa besar kekayaan yang Rein miliki?!" timpal Rio membuat Fredy tidak terima.
"Apa kamu pikir aku tidak lebih kaya dari Rein, Hah?!!" sarkas Fredy yang tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Rio.
Ben dan Rio kini sama-sama terdiam tidak menanggapi ucapan Fredy. Tak lama kemudian, kedua orang tua Fredy, Eden Hag dan Muna pun tiba di rumah sakit setelah mendapatkan kabar jika Fredy babak belur.
"Fredy! Ada apa dengan mu sayang? Kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Mama Muna yang langsung menitikkan air matanya karena tidak tega melihat lebam di wajah Fredy.
"It's okey, Ma. Namanya juga anak laki-laki!" timpal Fredy yang enggan menceritakan jika ini semua adalah lukisan tangan dari seorang Michelle Aubrey.
Ia pasti sangat malu jika mereka semua tahu bahwa dirinya sudah kalah telak melawan seorang wanita seperti Michie.
"Katakan sama Daddy, siapa yang melakukan semua ini?" tanya Eden Hag geram.
"Ck, gak usah dibikin jadi masalah besar lah, dad. Toh aku juga tidak ada apa-apa kan?" balas Fredy yang benar-benar tidak mau jika semuanya tahu siapa yang sudah berhasil membuatnya seperti ini.
"Ben.. Rio.." panggil Eden Hag berharap kedua teman putranya ini mau menjawab pertanyaan darinya tadi.
"Rein memukuli Fredy karena..."
"Oh, jadi ini semua karena rebutan Michie?" tanya Eden Hag yang langsung memotong perkataan Ben karena sudah tahu arah pembicaraannya.
Mendengar Fredy babak belur karena memperrebutkan seorang wanita membuat Mama Muna menghela nafasnya panjang.
"Sudahlah, nak! Michie bukan wanita yang baik untukmu! Lebih baik kau meninggalkan wanita seperti itu dari pada harus babak belur seperti ini!" pinta mama Muna yang langsung dibalas dengan gelengan kepala oleh Fredy.
"Aku tidak akan berhenti untuk terus berjuang mendapatkan Michie. Karena mulai hari ini, tekadku Semakin bulat untuk merebutnya dari siapa pun yang berani bersanding dengannya!" balas Fredy yang sangat antusias.
Keberanian Michie menghajarnya justru membuat Fredy semakin tertantang untuk memiliki Michie seutuhnya.
Tiba-tiba dari pintu kamar Fredy, tampak seorang wanita yang berdiri dengan membawakan parsel buah untuk Fredy.
"Apa aku boleh masuk?" tanya wanita tadi membuat semua mata langsung tertuju padanya.
__ADS_1
"Risa?!" hampir semua yang ada d dalam ruang rawat Fredy menyebut namanya.
"Silahkan masuk, nak!" tukas Mama Muna dan memberi isyarat kepada yang lain untuk keluar dari kamar.
"Terima kasih tante," balas Risa dengan sangat sopan.
"Nah, kalian berdua ngobrol deh. Mama sama Daddy keluar dulu yaa," tukas Mama Muna yang memberikan waktu untuk Fredy dan juga Risa mengobrol berdua.
"Hai!" sapa Risa yang sudah seminggu yang lalu diputuskan oleh Fredy.
"Hai juga!"
"Tidak masalah bukan jika aku menjenguk mantan kekasihku?" tanya Risa sambil tersenyum seolah tidak merasakan sakit hati sedikit pun karena sudah diputuskan secara sepihak oleh Fredy.
"Tentu saja, tidak."
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Risa sambil meletakkan parsel buah yang ia bawa di atas nakas.
"Aku dengar dari kak Rima jika kau dirawat di sini. Mendengar keadaanmu babak belur membuat aku penasaran siapa yang sudah membuatmu seperti ini," tukas Risa membuat Fredy hanya memutas bola matanya malas.
"Kak Rima fikir, aku belum putus denganmu, makanya dia langsung kasih kabar ke aku," celetuk Risa lagi.
"Aku hanya bertengkar dengan seseorang karena sedang memperrebutkan cinta pertamaku," jawab Fredy.
"Oooooh, siapa?" tanya Risa dengan santai membuat Fredy mengerutkan dahinya.
"Apa kamu tidak merasa sakit hati jika aku menyebutkan namanya?" tanya Fredy yang tidak melihat guratan kecewa sedikit pun dari Risa sejak ia memutuskan hubungan mereka.
"Untuk apa sakit hati? Lagi pula sejak awal kita berpacaran, aku juga tidak pernah berniat serius denganmu." balas Risa membuat Fredy sedikit terhenyak.
"Just statuses, karena aku tidak ingin dipanggil jomblo."
"Hah?!" pekik Fredy tercengang karena baru kali ini ia menemukan wanita yang terlihat biasa saja setelah diputuskan olehnya.
Biasanya setiap wanita yang sudah diputuskan oleh Fredy, dia pasti akan menangis berhari-hari dan meminta agar hubungan mereka kembali seperti semula.
"Siapa wanita yang sudah berhasil menjadi cinta pertamaku, Fredy? : tanya Risa untuk kedua kalinya.
"Namanya tidak penting untukmu, Risa," balas Fredy yang tidak mau Risa mengetahui siapa wanita yang sudah menjadi cinta pertamanya.
__ADS_1
"Apa namanya Michelle Aubrey?" tanya Risa yang langsung menyebutkan nama panjang Michie.
☘️☘️☘️