
Keesokan harinya, Risa bangun lebih dulu dan memandangi Reihan yang sedang terlelap di sampingnya.
'Ck, sial! Kenapa aku sangat bodoh! menikmati sentuhan Reihan dan terus menginginkannya!' rutuk Risa dalam hati.
'Apa aku benar-benar sudah tidak menginginkan Rein?'
Risa menutup wajahnya kesal, 'Oh My God! Apa yang sudah terjadi dengan perasaanku? Kenapa aku justru terbuai dengan semua permainan Reihan?'
'Hari ini aku akan meminta Kak Rima untuk kembali menggugat Rein. Ya, hanya ini satu-satunya cara untuk mendapat hakku kembali.'
'Meski permainan Reihan tidak buruk, aku masih menginginkan Rein yang asli!' gumam Risa dalam hati.
Risa pun segera turun dari tempat tidurnya dan membersihkan diri.
...☘️☘️☘️...
Di sisi lain, Michie kini sudah siap kembali bekerja di Kantor Rein dan berpindah ruang di ruang yang biasa digunakan oleh Mom Lili. Sedangkan Rein sudah harus menuju ke bandara pagi ini untuk penerbangannya bersama Papa Finn dan juga Arel.
"Michie sayang, jangan terlalu lelah bekerja ya!" pesan Oma yang baru bergabung di meja makan.
"Benar, jika lelah segera istirahat! Jangan terlalu diforsir!" timpal Granny.
"Siap Oma, Granny! Michie pasti akan langsung istirahat jika merasa lelah!" jawab Michie.
"Seharusnya cucu menantu tidak perlu bekerja lagi. Mommy mu juga bisa digantikan dengan yang lainnya jika memang ia harus istirahat," tukas Oma kemudian yang merasa berat jika Michie harus bekerja.
Michie langsung memegang tangan Omanya dengan lembut. "Tapi Oma, Michie harus tetap bekerja hari ini. Michie janji akan mengikuti pesan Oma!"
"Bukan begitu maksud kami sayang, kami sangat menginginkan jika kamu fokus saja menjadi istri Rein yang baik dan mempersiapkan kehamilanmu!" timpal Granny menjelaskan maksud Oma yang tampak keberatan jika Michie harus bekerja.
Michie menghela nafasnya panjang dan kemudian memandang ke arah Mama Yuri untuk meminta pembelaan.
"Oma, Granny, bagaimana jika siang ini kita mengantar makan ke kantor untuk Michie?" tanya Mama Yuri mengalihkan pembicaraan agar mereka berdua tidak lagi melarang Michie untuk bekerja.
"Baiklah, nanti Oma dan Granny akan datang untuk mengecek bagaimana Kegiatan mu di kantor!" timpal Oma membuat Michie langsung bernafas lega.
"Yaa, Granny juga akan memasak makanan yang lezat untuk cucu menantu siang ini."
"Thanks Oma. Thanks Granny. Kalian berdua benar-benar yang terbaik!" balas Michie sambil memeluk Oma dan Granny secara bergantian.
"Kalau begitu, Michie pamit dulu ya!"
__ADS_1
Michie langsung menyalami Oma, Granny, dan juga mama Yuri. Kemudian, ia pun segera menuju ke mobil yang sudah siap di depan Mansion berikut dengan sopir baru Michie.
Sebenarnya Michie sangat nyaman mengendarai mobilnya sendiri. Sayangnya Rein dan semua keluarga besarnya sangat tidak setuju jika Michie harus membawa mobil sendiri.
Akhirnya Rein pun meminta Arel mengadakan seleksi sopir wanita untuk Michie dan yang terpilih kali ini adalah Alicia.
"Silakan masuk Nona Muda!" Alicia dengan ramahnya membukakan pintu untuk Michie.
"Terima kasih, Alicia!" balas Michie menyebut nama sopir wanitanya yang ia ketahui dari Rein tadi malam.
Alicia pun langsung tersenyum dan kembali menutup pintu mobil Michie.
"Aku belum mengenalmu dengan baik, Alicia. Bisa kau ceritakan sedikit tentangmu!" pinta Michie saat Alicia mulai menjalankan mobilnya.
"Baik Nona!"
"Nama saya Alicia, mahasiswa tingkat akhir yang sebentar lagi akan di DO dari kampus jika saya belum mengumpulkan skripsi."
"Untungnya sebelum saya bekerja hari ini menjadi sopir anda, skripsi saya sudah selesai di revisi dan diuji. Jadi saya hanya menunggu wisuda saja!" jelas Alicia.
"Wow, ternyata kamu receh sekali ya!" balas Michie sedikit terkekeh mendengar Alicia yang sedang memperkenalkan dirinya.
"Berarti sekarang usiamu 25 tahun yaa?" tanya Michie menebak-nebak usia Alicia.
"Saya juga terlatih dalam bela diri, jadi meski saya seorang wanita, saya bisa melindungi anad, Nona!"
Lagi-lagi Michie terkekeh mendengar jawaban Alicia.
"Kita seumuran Alicia. Aku harap kau bisa menjadi Partner kerja yang baik untukku!" balas Michie.
"Dengan senang hati, Nona Muda!" balas Alicia dengan wajah yang berbinar.
Gaya Alicia yang sangat tomboy di mata Michie tidak menutupi kecantikannya yang natural. Michie sangat senang memiliki sopir baru seperti Alicia yang menurutnya bisa menjadi teman yang baik. Terlebih usia mereka berdua sebaya.
"Apa kau mengenal Arel sebelumnya?" tanya Michie tiba-tiba karena ia sangat paham jika Arel yang telah memilihkan sopir wanita untuknya.
"Kenal secara khusus sih tidak, Nona. Tetapi kita pernah bertemu satu kali sebelumnya!" jawab Alicia.
"Oooh begitu! Lalu apa saja yang Arel perintahkan untukmu hari ini?" tanya Michie lagi.
"Hanya mengantar jemput anda, nona. Intinya saya harus siap kapan pun anda butuhkan! Padahal saya kan kuliahnya jurusan sekretaris, harapannya bisa jadi sekretaris gituh."
__ADS_1
"Tapi sekarang mana ada perusahaan yang mau menerima sarjana abal-abal seperti saya! Lulus kuliah saja mepet dan itupun terpaksa diluluskan dari pada di DO!"
Lagi-lagi celoteh Alicia kali ini membuat Michie terkekeh geli.
"Kebetulan sekali, saya belum punya asisten pribadi. Apa kau mau merangkap sebagai asisten pribadiku?" tawar Michie.
"Benarkah, Nona?!" tanya Alicia dengan nada tidak percaya.
"Tentu saja, tapi nanti kau harus belajar dari Arel. Jadi, setelah belajar dengan Arel, kau bisa membantuku di perusahaan," lanjut Michie dan Alicia cepat-cepat menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu tidak jadi, Nona!" balas Alicia mengingat bagaimana kejamnya Arel mendisiplinkan Alicia sebelum menjadi sopir Michie.
"Loh, memangnya ada apa dengan Arel?" tanya Michie yang menangkap gelagat aneh dari jawaban Alicia barusan.
"Eh, tidak ada apa-apa Nona. Hanya sedikit menegangkan saja jika harus berhadapan dengan orang seperti dia!" balas Alicia.
'Duh, gak lagi deh berurusan dengan cowok kulkas dua pintu itu! Dingin! Galak! Gak perhatian! Bikin hati beku!' gerutu Alicia dalam hati.
"Menegangkan?" Michie mengerutkan dahinya mendengar jawaban Alicia barusan dan Alicia langsung menganggukkan kepalanya.
"Tapi Arel tampan bukan?"
Deg!
Pertanyaan Michie kali ini membuat Alicia bingung harus menjawab apa.
Sejak pertemuan pertama kalinya dengan Arel beberapa waktu yang lalu, Arel memang membuatnya sangat terpukau dan terpesona. Sampai Alicia berharap bisa dipertemukan lagi dengan Arel.
Namun pertemuannya kemarin saat pemilihan sopir pribadi untuk Michie, membuat Alicia muak dengan sikapnya yang sangat dingin dan sangat tidak perhatian.
Untungnya kali ini mereka sudah sampai di perusahaan Rein. Jadi Alicia tidak perlu menjawab detail pertanyaan yang dilontarkan Michie barusan.
"Sudah sampai, Nona muda! Saya akan membukakan pintu untuk anda!" Alicia langsung keluar dan membukakan pintu ntuk Michie.
"Anda bisa menghubungi saya kapan pun saya dibutuhkan!" tukas Alicia.
"Terima kasih, Alicia! Oh iya, satu lagi. Jangan malu untuk mengakui jika Arel memang tampan!" Michie menepuk bahu Alicia dan kemudian meninggalkannya begitu saja.
...☘️☘️☘️...
Terima kasih banyak atas dukungan kalian yang masih setia baca sampai part ini.
__ADS_1
Maaf banget kalo hari-hari ini lagi jarang update karena kerjaan full banget.