Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Dalam Penjagaan Ketat


__ADS_3

Setelah kejadian di Pernikahan Cika, Michie kini dijaga ketat oleh Keluarga besar Rein. Penambahan satpam dan juga pengadaan bodyguard untuk Michie, membuatnya makin sulit bergerak kemana-mana.


Bahkan untuk sekedar healing ke Mall pun Michie tidak diizinkan oleh kedua nenek Rein yang sangat posesif terhadapnya.


Healing saja ke Mansion Rein, kami pasti akan menghilangkan rasa penatmu!


Begitu saran kedua nenek Rein. Bahkan Michie juga dilarang untuk pergi ke kantor dengan alasan sedang di pingit sampai hari pernikahannya.


Padahal pernikahannya juga masih 2 minggu yang akan datang. Sedangkan Rein masih harus kembali memeriksa pekerjaannya di proyek pertambangan.


"Hari ini mau kemana Michie?" tanya Mom Lili saat melihat Michie sudah sangat rapi dan menuruni anak tangga.


"Diajak bikin kue sama tante Yuri, Mom!" balas Michie yang sedari kemarin setiap pagi sudah dijemput dengan supir pribadi keluarga Rein.


"Are you happy, Michie?" tanya Mom Lili dan Michie hanya mengedikkan bahunya.


"Entahlah, Mom. Michie hanya berusaha mengenal keluarga Rein dengan baik. Dan selama ini mereka membuat Michie nyaman."


"Hanya saja, Michie merindukan kesibukan di luar sana seperti ke kantor atau jalan ke Mall gituh."


Jawaban Michie kali ini membuat Mom Lili tersenyum. "Nanti Rein juga pasti akan mengajakmu jalan-jalan, sayang."


Mendengar nama Rein disebut oleh Mom Lili membuat hati Michie sedekit berdesir. Sudah seminggu ini Rein kembali ke lokasi pertambangan dan tidak mengirimnya pesan sama sekali.


Bagaimana bisa mengirim pesan untuknya jika jaringan signal di lokasi pertambangan sangat jarang dan susah. Selama satu minggu ditinggalkan oleh Rein, Michie hanya mendengar cerita kedua nenek Rein yang terus saja menceritakan cucu kesayangan mereka.


Mom Lili yang melihat Michie terdiam saat ia menyebut nama Rein pun mengerutkan dahinya dengan penuh tanya. 'Kenapa sampai saat ini Mommy tidak pernah tau tentangmu, sayang?'


'Anak kesayangan Mommy yang selalu datar dalam menghadapi apapun. Bahkan Mom juga tidak tahu kamu ini sedih atau bahagia akan menikah dengan Rein?'


'Jika memang kebahagiaanmu terletak karena kehangatan Keluarga Rein, Mom harap kau juga akan bahagia dengan pernikahan mu dengan Rein.'


Kini keheningan menyelimuti mereka yang menikmati sarapan berdua. Berbagai macam pikiran berkecamuk dalam benak mereka berdua yang tentu saja hanya mereka yang tahu.


Tak lama kemudian bodyguard Michie mengabarkan jika mobil jemputan dari keluarga Rein sudah tiba tepat saat keduanya sudah selesai sarapan.


"Mom, Michie pamit dulu ya." Michie menyalami tangan Mommynya.


"Hati-hati ya sayang, nanti siang setelah meeting mommy juga akan kesana mencoba kue buatan putri tersayang Mommy."


"Michie akan tunggu kedatangan Mommy!" ucap Michie sambil melambaikan tangannya ke arah Mom Lili.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Sesampainya di Mansion Rein, seperti biasa Michie langsung disambut dengan kedua nenek Rein yang langsung membawanya ke pantry.


Granny pun memakaikan celemek untuk Michie dan keramaian mereka langsung memenuhi pantry dimana Mama Rein juga sudah siap mengajari Michie.


"Michie harus bantu yang mana nih tante?" tanya Michie sedikit bingung dengan bahan-bahan yang ada di atas meja. Jika kali ini ia kan berlatih membuat kue, tapi kenapa ada sayuran juga.


"Michie bisa kupas wortelnya sayang," jawab Mama Yuri memberikan wortel dan alat pengupasnya kepada Michie.


"Kita mau bikin cake kan, tante?" tanya Michie sambil mulai mengupas wortel.


"Tentu saja. Kali ini kita akan bikin cake kesukaan Rein. Carrot Banana Cake!" balas Mama Yuri.


Yuri menjelaskan nama-nama bahan yang ada di atas meja dan Michie menangkapnya dengan cepat. Bahkan Michie juga mulai terampil membuat adonan kue sesuai arahan dari Yuri.


Dua jam berkutat di pantry, dan kini Carrot Banana Cake buatan Michie sudah siap untuk dinikmati.


"Waaaah, Aroma nya sedap sekali tante!" ucap Michie dengan mata yang berbinar saat Yuri mulai mengeluarkan kue buatan Michie dari oven.


"Nah, potongan pertama harus Michie cicipiin dulu." Oma langsung memotong kue tersebut dan menyuapkannya ke mulut Michie.


"Woow, It's so delicious!" ucap Michie.


"Naah, sekarang kamu kasihan cake ini sama Rein ya. Bisa kan?" titah Mama Yuri.


"Rein udah pulang pagi tadi. Mungkin sekarang masih molor di kamar," tuas Granny yang sudah menyiapkan cake untuk Rein di atas nampan beserta dengan teh vanila.


"Nah, sekarang Oma antar yuk ke kamar Rein," ajak Oma yang langsung menyodorkan nampannya ke tangan Michie.


"Emm, tapi kan Rein masih tidur, Oma!" tolak Michie yang jantungnya sudah mulai berdegub tidak karuan.


"It's okey Michie. Selama ini kami kesulitan membangunkan Rein. Siapa tahu jika kamu yang membangunkannya, dia langsung bangun," ucap Mama Yuri yang mendorong Michie agar segera meninggalkan pantry dan menuju ke kamar Rein.


"Tapi tante, Michie sama Rein kan belum nikah, mana boleh di kamar cuma berdua?" protes Michie sambil menahan gemuruh di dalam dadanya.


"Kan sama Oma, Michie sayang." Oma langsung menarik tangan Mihhie yang sudah membawa nampan.


Mau tidak mau Michie pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar Rein.


"Rein itu lelaki yang baik Michie. Oma pastikan, dia tidak akan berbuat macam-macam dengan kamu sebelum kalian menikah," tukas Oma yang mengantar Michie ke kamar Rein.


Sesampainya di depan pintu kamar Rein, Oma langsung membukakan pintu dan mempersilakan Michie masuk ke dalam.


"Masuklah Michie!"

__ADS_1


"Oma masuk juga kan?" tanya Michie yang sudah mulai gusar.


"Kamu duluan!" jawab Oma dan Michie pun langsung masuk ke dalam.


Sayangnya saat sudah sampai di dalam kamar Rein, Oma cepat-cepat menutup pintu kamar Rein dan meninggalkan Michie di dalam.


"Oma!" panggil Michie saat mengetahui pintu kamarnya sudah tertutup.


Akhirnya Michie pun bergegas menuju ke nakas dan meletakkan nampan. Setelah itu kembali menuju ke pintu kamar Rein.


"Yah, sial! Kunci pintunya pake password lagi!" gumam Michie kesal.


Dia pun akhirnya berbalik dan melihat Rein masih membungkus dirinya di dalam selimut.


"Ck, sudah siang begini masih belum bangun!" gerutu Michie yang kemudian menyibakkan korden kamar Rein.


Sinar matahari siang ini langsung masuk ke dalam kamar Rein dan membuat kamar Rein menjadi terang.


Sayangnya apa yang dikatakan Mama Yuri benar adanya. Rein sama sekali tidak membuka matanya sedikit pun meski wajahnya silau terkena pancaran sinar matahari.


"Rein!" panggil Michie sambil mendekat ke ranjang Rein.


Perlahan Michie menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Rein. Namun kini Michie justru harus menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh Rein yang begitu kekar dan tidak mengenakan pakaian sama sekali.


☘️☘️☘️


Terima kasih sudah mau singgah di karya remahan Author.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.

__ADS_1


__ADS_2