Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
First Noon


__ADS_3

Pernikahan Reihan dan juga Risa berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Tidak ada pesta sama sekali atau pun mengundang teman – teman Risa, tetapi bagi Risa bukanlah masalah yang besar karena yang terpenting statusnya sudah jelas saat ini.


Risa dan juga Reihan langsung diantar ke hotel yang telah dipesan oleh Mama Yuri sebagai hadiah pernikahan mereka berdua. Sesampainya di kamar hotel, Risa sedikit terkejut setelah menyadari jika kamar hotel yang akan ia singgahi selama 1 malam hanya kamar hotel tipe standard yang hanya memiliki fasilitas yang terbatas, seperti tempat tidur, AC, TV, perlengkapan mandi, dan air minum.


“Rein, ini serius hadiah pernikahan kita dari Mama Yuri?” tanya Risa.


“Tentu saja, tidak masalah bukan?” balas Reihan yang langsung di jawab dengan gelengan kepala oleh Risa.


“No problem, Rein,” balas Risa sambil mengalungkan tangannya di leher Reihan.


Reihan yang sudah tidak tahan untuk menikmati istrinya pun langsung mengangkat tubuh Risa ala koala dan merebahkannya di atas ranjang.


Bukan malam pertama, melainkan siang pertama mereka berdua pun akhirnya terlewati dengan begitu membara. 3 permainan pertama mereka pun berakhir tepat jam 4 sore dan membuat Risa yang sudah sangat lemas langsung memejamkan matanya dengan meringkuk di bawah selimut.


“Sekarang, kau sudah menjadi milikku seutuhnya, Risa. Dan aku sudah tidak perlu lagi menyamar seperti orang lain saat di hadapanmu,” gumam Reihan pelan sambil memandangi wajah Risa yang sedang terlelap.


Reihan pun langsung membersihkan dirinya dan memesan makanan untuk mereka berdua. Satu jam kemudian, Risa pun mulai mengerjapkan matanya karena perutnya mulai merasakan lapar.


“Apa kau lapar sayang?” tanya Reihan sambil menyiapkan makanan untuk istrinya.


Risa yang memandang Reihan dari belakang pun langsung menyunggingkan senyumnya dan bersandar di headboard. Tubuhnya yang masih polos pun ia tutupi dengan selimut.


Bekas percintaan mereka tadi masih tampak melekat di tubuh Risa, terlebih jejak kepemilikan Reihan juga tercetak jelas hampir di setiap inci tubuh Risa.


“Aku sangat lapar suamiku sayang!” balas Risa.


Reihan yang tampak sangat terampil menyiapkan makan untuknya, membuat Risa merasa sangat bahagia. ‘Akhirnya, aku bisa memilikimu seutuhnya. Mendapatkan perhatianmu, mendapatkan cinta yang sebelumnya tidak pernah kau beri untukku.’


‘Jika sudah seperti ini, aku tidak bisa membagi suamiku dengan siapa pun, termasuk dengan Michie. Dia akan tetap menjadi milikku dan selamanya akan bersamaku!’ gumam Risa dalam hati.


“Mau aku suapi?” tanya Reihan sambil membawa nampannya ke arah Risa.


Kali ini Risa sangat terkejut melihat Rein nya berubah dengan sangat drastis. Kulitnya berubah sedikit lebih gelap, wajahnya juga sangat jauh di bawah standar, hanya potongan rambutnya yang sangat mirip dengan Reinhard.


“Siapa kamu?!” teriak Risa dengan suara yang terdengar begitu memekik. “Berhenti di situ dan jangan mendekat!”


Reihan pun berdiri terpaku di depan Risa sambil membawa makanan di tangannya.


“Aku suamimu, sayang!” ucap Reihan meyakinkan istrinya.


“Apa?! Suami?!”

__ADS_1


“Jangan gila kamu, ya!”


“Rein, kamu di mana Rein? Tolong aku!” teriak Risa sambil merapatkan selimutnya.


Reihan yang sangat faham dengan keterkejutan istrinya saat ini pun meletakkan kembali makanan yang ada di tangannya dan langsung menuju ke lemari dan mengambil buku nikah mereka.


“Aku benar-benar suamimu, Risa!” ucap Reihan dengan nada bicara khas Rein.


“Kalo tidak percaya, lihat saja surat nikah kita!” Reihan menyodorkan surat nikah yang ada di tangannya kepada Risa.


Dengan kasar Risa mengambil buku nikahnya dan membaca dengan seksama siapa yang telah menikah dengannya.


“Reihan?!” gumam Risa pelan dan kemudian membuka lembar foto nikah mereka yang memang terlihat foto Reihan yang sedikit dipoles seperti Rein.


“Ya sayang, suamimu adalah aku, Reihan. Bukanlah Rein!” jelas Reihan membuat Risa langsung melempar buku nikahnya ke arah Reihan.


“Apa-apaan ini?!” tanya Risa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Risa mulai tersadar jika ia sudah dikelabui habis-habisan dengan Michie dan juga keluarga besar Rein. Ingatannya kembali saat Papa Finn menyebutkan nama Reihan di malam lamarannya.


“Jelaskan semuanya denganku!” pinta Risa dan air matanya pun mulai jatuh membasahai pipinya.


“Kapan Rein pergi setelah bercinta denganku dan akhirnya kau gantikan, Reihan?!” tanya Risa berharap jika yang tadi bercinta dengannya bukanlah Reihan melainkan Rein yang asli.


“Bahkan Tuan Rein sama sekali tidak hadir dalam pernikahan kita. Dia lebih memilih bersama istrinya di Mansion pagi tadi,” jelas Reihan membuat hati Risa seketika hancur berkeping-keping.


Tangisnya pun pecah setelah mengetahui semua yang terjadi padanya. Reihan pun perlahan mendekati Risa dan mendekap istrinya dengan sangat erat.


“Aku mohon jangan menangis sayang, aku berjanji akan membuatmu bahagia,” ucap Reihan.


Cepat cepat Risa melepas pelukan Reihan dengan sangat kasar.


“Jangan sentuh aku! Aku jijik dengan pria sepertimu!” gertak Risa membuat Reihan sedikit tersinggung dengan ucapannya barusan.


“Jijik kau bilang! Setelah kau berkali-kali memintaku untuk mengulangi permainan kita di atas ranjang, hah!” balas Reihan sambil mengikis jaraknya dengan Risa.


“Kau sudah sah menjadi istriku, Risa. Dan aku sudah memiliki hak penuh atas dirimu!”


“Sayangnya aku tidak sudi menjadi istri pria burik sepertimu!” balas Risa sambil menggulung tubuhnya dengan selimut dan berlari kecil ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sesampainya di kamar mandi, Risa menyandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi dan kembali menangis meratapi kebodohannya kali ini.

__ADS_1


“Aku tidak boleh kalah! Aku harus mengajukan tuntutan berat kepada Rein dan juga keluarganya atas kasus penipuan ini!”


Perlahan Risa kembali berdiri dan membersihkan tubuhnya. Setelah memakai baju gantinya, Risa pun tetap menikmati makanan yang disiapkan oleh Reihan.


“Katakan padaku semua yang kau tahu, Reihan!”


“Berapa banyak kau dibayar oleh Rein dan keluarganya untuk mengelabuiku?!” tanya Risa sambil menikmati makanannya.


“Tentunya sangat fantastis untukku dan ke depannya akan aku buat modal untuk membuka kedai jamu!” jawab Reihan membuat Risa membelalakkan matanya.


“Jadi kau hanya seorang pedagang jamu?!” tanya Risa tidak percaya.


“Iya sayang, dan aku harap ke depannya kita bisa menjadi pasangan yang serasi dan saling melengkapi satu sama lain!”


“Cih! Dalam mimpimu!” balas Risa yang langsung meletakkan bekas makannya begitu saja dan langsung meninggalkan Reihan.


“Kau mau kemana, Risa?!” tanya Reihan sambil memegang tangan Risa dan menahannya agar tidak pergi.


“Lepaskan aku! Aku ingin menuntut Rein dan juga keluarganya!”


“Bereskan dulu bekas makanmu, setelah ini aku akan langsung mengantarmu!” titah Reihan yang sudah mulai berani dengan Risa.


“Kau adalah tanggung jawabku sekarang, dan aku harap kau bisa menjadi istri yang baik, Risa!”


Risa menepis tangan Reihan dan berbalik untuk membereskan bekas makannya. “Aku tidak perlu kau antar, Reihan. Dan mulai besok aku akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan!” ucap Risa.


☘️☘️☘️


Yuuuk, tinggalkan jejak kalian semua yaaa. Like dan komentar kalian adalah semangat Author 😍😍😍


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2