
"Sayang!" panggil Rein sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Ada apa Rein?" tanya Michie.
"Aku harus mengecek pekerjaan di kantor bersama papa, jika aku tidak bisa..."
"Aku bisa sendiri, sayang!" ucap Michie memotong kalimat Rein dan tentunya kali ini membuat hati Rein begitu berdesir mendengar Michie memanggilnya dengan kata 'sayang'.
Tangan Michie pun langsung terulur memakaikan dasi Rein dan merapikan jasnya.
"Aku sangat menyukai panggilan mu itu!" ucap Rein memeluk pinggang istrinya.
"Sayangnya tadi lidahku hanya keseleo!" tukas Michie membuat Rein langsung mendaratkan ciumannya di bibir Michie dan memagutnya tanpa ampun sampai Michie hampir kehabisan nafas.
"Rein!" Michie mendorong tubuh suaminya sambil melepaskan pagutannya.
"Ups! Maaf, kali ini aku kelepasan!" balas Rein sambil merapikan lipstik Michie yang sedikit berantakan karena ulah nya.
Setelah drama pagi ini di kamar mereka, keduanya pun keluar dari kamar untuk menikmati sarapan mereka yang tertunda.
Rein dan Michie menuruni anak tangga bersama membuat oma dan juga granny saling pandang dan melemparkan senyumnya. Meski tengah menghadapi masalah yang besar, ternyata keluarga Rein tetap merasakan kebahagiaan yang terpancar dari pengantin baru ini.
"Apa acara kalian berdua hari ini?" tanya Oma yang sedang memegang rajutannya di depan televisi.
"Michie akan menjenguk Risa dan melihat bagaimana keadaannya sekarang, Oma!" jawab Michie.
"Apa Rein tidak menemani?" tanya Granny yang melihat Rein memakai outfit untuk pergi ke kantor.
"Emm, papa butuh Rein untuk mengurus perusahaan. Jika nanti Michie ditemani oleh mama tidak masalah kan?" tanya Rein kepada mama Yuri.
"Dengan senang hati, sayang!" jawab mama Yuri.
Setelah sarapan, Michie dan Mama Yuri langsung menuju ke rumah sakit. Sedangkan Rein langsung berangkat menuju perusahaannya.
"Mama sudah protes dengan papa tadi, seharusnya Rein tidak perlu ke perusahaan dan menemani kamu, Michie!" ucap Mama Yuri.
"Sayangnya, perusahaan kali ini benar-benar sedang membutuhkan kehadiran Rein."
"Tidak masalah, Mama. Bukankah sebentar lagi kita akan berlibur bersama?" balas Michie.
"Jadi sebaiknya semua urusan pekerjaan diselesaikan lebih dulu bukan?"
Mama Yuri langsung tersenyum mendengar ucapan menantunya itu.
"Mama sangat bersyukur memiliki menantu sepertimu, sayang."
"Dulu mama sempat khawatir karena Rein tidak kunjung mengenalkan seorang perempuan untuk ia persunting menjadi istri."
"Ternyata dia sedang menunggu bidadarinya yang sangat cantik dan berhati baik sepertimu, Michie!"
Ucapan Mama Yuri kali membuat Michie semakin yakin jika Rein memang benar-benar mencintainya.
"Mama terlalu memuji Michie!" timpal Michie tersipu malu.
Keduanya pun kini saling bercerita sampai mobil tiba di rumah sakit.
Michie dan Mama Yuri pun langsung menuju ke ruang rawat Risa yang sudah pindah dari Ruang ICU ke ruang yang biasa.
"Bagaimana keadaanmu, Risa?" tanya Michie sambil meletakkan buah tangan yang ia bawa di atas nakas.
__ADS_1
"Kata dokter besok aku sudah diperbolehkan untuk pulang, Michie!" jawab Risa yang memang sudah tampak lebih baik dari kemarin.
"Oh, syukurlah."
"Emm, apa besok Rein bisa menjemputku, Michie?" tanya Risa kemudian.
"Tidak bisa, Risa! Rein masih banyak urusan di kantor!" ucap Mama Yuri dengan nada yang ketus.
"Tante Yuri kok sekarang ketus banget sama aku!" ucap Risa dengan mata yang ulai berkaca-kaca.
Selama ini Mama Yuri selalu bersikap lembut dengannya dan juga kakaknya, Rima. Terlebih setelah kedua orang tua Risa meninggal dunia.
Mama Yuri selalu memposisikan dirinya sebagai ibu bagi Risa dan Rima yang selalu lembut dan juga perhatian.
Namun saat ini Risa sedikit terhenyak mendapati Mama Yuri yang menimpali ucapannya dengan nada yang ketus.
"Emm, Risa! Kamu harus tahu jika Rein harus mengurus pekerjaan kantor terlebih dahulu sebelum acara pernikahan mu bukan?" timpal Michie.
"Karena setelah itu kita semua akan berbulan madu ke Paris."
Mata Risa yang tadinya berkaca-kaca, kini berubah menjadi berbinar. "Benarkah, Michie?" tanya Risa yang langsung diangguki oleh Michie.
"Hanya aku berdua dengan Rein?" tanya Risa lagi membuat Mama Yuri langsung memutar bola matanya malas.
"Tidak masalah jika itu memang maumu, Risa!" timpal Mama Yuri yang semakin geram melihat tingkah Risa yang semena-mena.
"Asalkan kau cabut tuntutan Rein di kantor polisi sekarang juga!"
Permintaan Mama Yuri kali ini membuat Risa tersenyum smirk. 'Sepertinya aku akan mengancam kalian dengan tuntutan ini!' gumam Risa penuh kemenangan dalam hati.
'Ternyata kali ini Dewi Fortuna berpihak pada seorang Risa!'
'Dan setelah itu, aku akan mengancam mereka untuk menjadikan aku satu-satunya menantu di keluarga Finn dan menyingkirkan Michie sejauh-jauhnya!' batin Risa.
"Risa! Tante bener-bener kecewa sama kamu!" ucap Mama Yuri yang langsung meninggalkan Risa dengan kesal.
☘️☘️☘️
Sedangkan di sisi lain, Papa Finn, Rein dan juga Rima sedang mengadakan pertemuan di luar bersama dengan Belva dan juga pengacara kepercayaan dari pihak Rima untuk membicarakan perjanjian mereka.
Kali ini Rima tidak tahu menahu jika pengacara yang akan membantunya dalam masalah ini adalah Pak Dion, ayah dari Belva.
"Kali ini pernikahan antara Reihan dan juga Risa akan dilaksanakan secara siri atau mau tertulis dalam hukum negara?" tanya Belva yang sengaja mengucapkan nama 'Reihan' bukan 'Reinhard'.
Sayangnya Rima sama sekali tidak mendengarkan nama Reihan dengan jelas, ia justru tergiur dengan penawaran pengacara Rein untuk menikahkan Risa secara resmi.
"Jika memang harus menikah secara resmi, aku tidak mau pernikahannya di selenggarakan secara terbuka! Tetap harus dirahasiakan!" ucap Rein.
"Bagaimana dokter Rima?" tanya Pak Dion, pengacara Rima.
"Jika memang ada 2 penawaran, maka saya akan memilih pernikahan yang sah secara hukum dan tercatatkan di KUA," ucap Rima dengan mantap.
"Tapi setelah menikah nanti, Risa akan tinggal di rumahnya sendiri," tambah Rein lagi yang langsung menuai protes dari dokter Rima.
"Tidak bisa Rein, Risa tetap meminta untuk tinggal di Mansionmu bersama dengan Michie dan keluarga besarmu."
"Aku tidak ingin menyakiti Michie sama sekali Rima!" tegas Rein.
"Okey, hanya untuk waktu satu bulan. Bagaimana?" Rima mengajukan penawaran.
__ADS_1
"Setelah itu kau bisa membagi waktumu untuk kedua istrimu!"
Ucapan Rima kali ini membuat Rein menatapnya dengan tatapan kecewa yang begitu mendalam.
"Aku kali ini benar-benar kecewa sudah mengaggapmu sebagai sahabatku, Rima!" ucap Rein yang terdengar begitu menyakitkan di telinga Rima.
"Rein, maafkan aku!" pinta Rima.
"Aku juga tidak pernah menginginkan semua ini terjadi, Rein! Kau tahu sendiri kan, hanya Risa saat ini yang aku punya!"
"Apa kau tidak pernah berfikir bagaimana jika suatu saat Dira harus menikahi wanita lain, Rima?!" tanya Rein coba menarik nama suami Rima yang juga sahabatnya dalam masalah ini.
"Rein, aku benar-benar minta maaf."
"Ck, kecewa tetaplah kecewa, Rima!"
"Aku berjanji akan langsung mencabut tuntutan di kepolisian setelah kalian menikah se segera mungkin!" ucap Rima yang kini di selimut perasaan bersalahnya.
"Semuanya terserah padamu, Rima. Karena mulai detik ini, kau bukanlah sahabatku lagi!" ucap Rein yang benar-benar sangat kecewa dengan Rima.
"Rein, please! Maafkan aku!" pinta Rima dengan sungguh-sungguh.
"Aku akan mencabut tuntutanku kepada polisi hari ini juga, asal pernikahan Risa tetap dilaksanakan dan hubungan kita kembali seperti semula," pinta Rima.
"Aku tidak butuh janji dengan kata-kata, aku hanya butuh pembuktian!" ucap Rein.
Akhirnya perjanjian antara kedua belah pihak pun tertanda tangani Dengan baik dan Rima langsung bergegas menuju ke kantor polisi untuk mencabut tuntutannya terhadap Rein.
Rein mengurus urusannya di kantor polisi sampai sore bersama dengan Rima. Dan sore ini tuntutan dan masalah yang berkaitan dengan Rein dan juga Risa pun berhasil di cabut.
"Besok lusa, persiapkan acara penyambutan lamaran di rumahmu secara sederhana. Aku tidak ingin ada banyak orang yang tahu tentang pernikahan Risa!" ucap Rein sebelum berpisah dengan Rima.
"Oke, Rein. Sekali lagi terima kasih banyak dan aku mohon maafkan aku!" pinta Rima dan Rein pun hanya mengangguk.
☘️☘️☘️
Terima kasih banyak ya yang udan mau mampir di karya remahan Author.
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir dulu yuk ke karya aku yang lain. Dijamin ceritanya gak kalah seru.
JUDULNYA : HASRAT TETANGGA KAMAR
Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh.
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
__ADS_1
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.