
"Michie?" tanya Rein memastikan nama wanita yang baru saja diucapkan oleh mamanya.
"Iya, Michelle Aubrey, anaknya tante Lili," jelas Mama Yuri membuat Rein justru diam mematung dan tidak lagi melayangkan protesnya.
Melihat putranya terdiam membuat Mama Yuri dan suaminya tersenyum penuh kemenangan.
"Ternyata keputusan mama kali ini tidak salah ya Pa, akhirnya sebentar lagi mama akan memiliki menantu dan menggendong cucu yang sangat lucu," gumam Mama Yuri yang tentu saja diangguki oleh suaminya.
"Bersiaplah nak, sore ini kita akan melamar Michie untuk menjadi istrimu," ucap papa Finn sambil menepuk bahu putranya.
Rein yang saat ini masih dipenuhi dengan rasa keterkejutannya mulai mengusap wajahnya kasar. "Ini serius gak sih?!" tanya Rein pada dirinya sendiri.
Semenjak kejadian di malam reuni Michie, Rein terus saja memikirkan perempuan yang sudah berhasil memporak porandakan hatinya. Bahkan lum@+@n bibir Michie masih sangat terasa sampai dengan saat ini.
Meskipun Rein memiliki beberapa teman wanita, tidak ada satupun yang bisa membuat Rein berdebar-debar.
Sayangnya, saat ia mulai mencari tahu keberadaan Michie 5 tahun yang lalu, Michie sudah lebih dulu terbang ke London. Akhirnya Rein mencari cara agar bisa dekat dengan salah satu keluarga Michie.
Keberuntungan pun jatuh dipihak Reinhard saat ia mengetahui perusahaan Mommynya Michie sedang mengalami resesi dan berada di ambang kehancuran.
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Rein yang memberi penawaran besar untuk Mom Lili demi bertemu dengan wanita pencuri ciuman pertamanya itu.
"Akhirnya 5 tahun penantianku untuk mendapatkanmu, kini akan terbayar!" gumam Rein sambil tersenyum lebar.
☘️☘️☘️
Waktu yang di nantikan pun tiba. Kini Rein dan seluruh keluarga besarnya sudah tiba di Mansion Michie.
"Oma benar-benar sudah tidak sabar melihat calon menantu baru di Keluarga Finn," celoteh Omanya Rein, ibu dari Papa Finn.
"Aku juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya dan meminta agar dia cepat melahirkan cicit untuk kita," tukas Granny Rein, ibu dari Yuri.
"Ini baru lamaran, Granny. Mana mungkin mengharapkan calon menantu untuk melahirkan cicit?" protes Rein menimpali celotehan dua nenek tua itu.
"Kalau begitu segera kan saja pernikahannya, kau tahu kan kalo Granny dan Oma ini sudah tua," tukas Oma yang sedikit memberi pembelaan terhadap besannya.
"Sssttt, sudah, sudah! Jangan terlalu gaduh! Sebentar lagi Michie akan keluar," tukas Yuri meminta agar kedua mamanya itu untuk diam.
Benar saja, tak lama kemudian Michie muncul dari kamarnya dan didampingi dengan kedua sahabatnya menuruni anak tangga.
Semua yang ada di sana mengagumi kecantikan Michie yang menurun dari Mom Lili tanpa terkecuali. Terlebih dengan Rein yang sudah mulai salah tingkah hanya karena melihat Michie dari kejauhan.
__ADS_1
'Aku gak nyangka, malam ini akan dilamar dengan pria yang pernah menjadi Pria Bayaran ku di malam reuni 5 tahun yang lalu.'
'Eh, lebih tepatnya dijodohkan. Karena dia dan aku sama-sama tidak saling mencintai,' gumam Michie dalam hati.
Saat Michie sudah sampai di tengah-tengah dua keluarga besar yang kini hadir, Rein pun langsung berjalan mendekat ke arah Michie.
Setelan jas berwarna silver yang melekat di tubuh Rein membuatnya tampak sangat tampan dan cocok jika disandingkan dengan Michie yang kini menggunakan dress dengan warna yang senada.
Tidak ada percakapan antara mereka berdua saat prosesi lamaran berlangsung. Semua pertanyaan dan penerimaan lamaran diutarakan oleh Papanya Rein dan dijawab om Bayu, adiknya Mom Lili sebagai perwakilan keluarga.
Keduanya saling berinteraksi hanya saat tukar cincin, dan itupun mereka hanya berbicara lewat Sorot mata.
Saat acara lamaran selesai, kedua keluarga besar mulai memberi selamat kepada Rein dan juga Michie dan kemudian mereka menikmati hidangan yang sudah disajikan oleh keluarga Michie di taman dekat kolam renang.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Rein!" Michie menarik Rein menuju ke balik tembok yang memisahkan antara taman dengan Mansion.
"Ada apa?" tanya Rein datar saat mereka berdua sudah berada di balik tembok.
Sebenarnya Rein sangat berdebar saat berdekatan dengan Michie yang malam ini tampak sangat cantik di matanya. Namun ia tidak mau terlihat kaku di depan wanita yang sudah lama ia cintai.
"Aku sangat terkejut dengan lamaran mendadak ini Rein!" Michie menatap Rein dengan intens membuat Rein menelan ludahnya kasar.
"Aku pun sama!" Jawaban yang terlontar dari mulut Rein sudah tertebak oleh Michie sebelumnya.
"Maksudnya?" tanya Rein yaang belum paham arah pembicaraan Michie.
"Jangan pernah menyentuhku meskipun nantinya kita sudah menikah. Dan aku juga tidak akan menyentuhmu, Rein!" pinta Michie.
"Bagaimana mungkin aku tidak menyentuh istriku sendiri, Michie? Sedangkan hukum juga sudah memperbolehkannya!" protes Rein tidak terima.
“Tentu saja mungkin karena kita berdua tidak saling mencintai, Rein!" jawab Michie membuat hati Rein sedikit terasa nyeri.
"Lalu bagaimana dengan ciuman kita 5 Tahun yang lalu, Michie? Apakah kau menciumku karena saat itu kalau sudah mencintai aku?" pertanyaan Rein kali ini membuat Michie membuang nafasnya kasar.
"Aku lebih tidak mencintai Rein yang dulu aku kenal sebagai Ardy. Karena saat itu aku mengenalmu sebagai pria bayaran dan bahkan mengaggapmu sebagai 9i9olo," tukas Michie santai tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
"Tapi kau sudah mencuri ciuman pertamaku, Michie!" balas Rein yang tidak terima dengan ucapan Michie. "Bahkan kau tidak memberi bayaran untukku sepeser pun!"
"Aku minta maaf untuk itu, Rein. Jika kau tahu, itu juga ciuman pertamaku," balas Michie.
"Jadi kita impas dan anggap saja malam itu tidak pernah terjadi diantara kita, Rein. Untuk masalah bayaran, katakan saja berapa yang kamu mau karena aku akan mentransfernya ke rekening," balas Michie membuat Rein kesal.
__ADS_1
Terlebih saat Michi mengambil ponselnya dan siap untuk mengirimkan uang kepada Rein.
"Simpan saja uangmu, karena aku sama sekali tidak membutuhkan uang sepeserpun darimu!"
"Aku akan menuruti apa yang kamu inginkan dengan satu syarat yang sama sekali tidak berat," tukas Rein membuat mata Michie langsung berbinar.
"Okey, kalo begitu sebutkan syaratnya karena aku akan memenuhi syarat yang kau berikan padaku!" pinta Michie.
"Bagaimana jika kau tidak bisa memenuhi syarat dariku, Michie?" tanya Rein kemudian sebelum menyebutkan syarat yang akan ia berikan.
"Emm, bukankah syaratnya tidak berat?" tanya Michie yang langsung diangguki kepala oleh Rein.
"Kalau memang aku tidak bisa memenuhi syarat itu, kau bisa menghukum ku, Rein!" tukas Michie dengan mantap membuat Rein tersenyum smirk.
'Kali ini kau sudah benar-benar masuk dalam perangkap ku, Michie!' gumam Rein dalam hati.
"Ayo Rein, katakan!" pinta Michie sambil menggoyangkan tubuh Rein.
"Kembalikan ciuman pertamaku, Michie!"
☘️☘️☘️
Nah loo, syaratnya berat gak tuh?
Terima kasih banyak yang sudah mau mampir ke karya remahan aku ya
.
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
__ADS_1
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.