Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Akhirnya...


__ADS_3

Rein yang sedang memainkan ponselnya langsung terpaku melihat Michie yang berjalan ke arahnya dengan mengenakan pakaian yang benar-benar meruntuhkan pertahanannya.


Rein pun menelan ludahnya kasar saat Michie mulai naik ke atas ranjang dan mendekat ke arahnya. Aroma khas tubuh Michie yang terhirup oleh Rein, membuat Rein mengusap wajahnya kasar.


"Huuuh!"


"Michie sayang," Rein mulai mengatur nafasnya yang terus memburu. Debaran jantungnya yang semakin tak menentu membuatnya sedikit merasakan sesak di dadanya.


"Malam ini kau benar-benar sangat menyiksaku."


Ucapan Rein barusan membuat Michie langsung mengerutkan dahinya. "Memangnya aku kenapa?" tanya Michie yang pura-pura tidak tahu jika suaminya sudah kalang kabut menahan hasratnya.


"Tunggu, aku akan mengambilkan piyama yang panjang untukmu!" ucap Rein yang langsung menuju walk in closed untuk mencari piyama miliknya untuk dikenakan oleh Michie.


Setelah mendapatkan piyama yang pas menurutnya, Rein pun langsung menyerahkannya kepada Michie. "Kau bisa memakai piyama ku untuk sementara waktu!"


"Okey!" Michie langsung menerima piyama yang disodorkan oleh Rein dan mengenakannya di depan Rein.


Setelah itu, Michie pun kembali naik ke atas ranjang dan dengan manja tangannya memeluk lengan Rein.


"Apa kau tidak suka melihatku mengenakan pakaian seperti tadi, Rein?" tanya Michie sambil menggerakkan tangannya mengusap dada Rein.


Cup!


Rein langsung mendaratkan kecupannya sekilas di kening Michie.


"Bukannya aku tidak suka sayang. Tapi aku sangat tersiksa melihatmu seperti itu!" balas Rein sambil mengusap kepala istrinya.


"Memangnya apa yang membuatmu begitu tersiksa, Rein?" tanya Michie manja.


Mendapati sikap Michie yang begitu menggemaskan, membuat Rein menggigit bibir bawahnya sendiri. "Tentu saja karena itu bisa membuat sang perwira berdiri, sayang!" bisik Rein membuat Michie langsung meremang.


"Emm, memangnya kenapa kalo sang perwira berdiri?" tanya Michie lagi yang semakin menggoda suaminya.


"Bukankah itu justru tampak sangat gagah bukan?" lanjut Michie sambil terkekeh pelan.


Lagi-lagi Rein harus menghela nafasnya panjang kali ini. "Memang sangat gagah, tapi ia akan sangat tersiksa jika pintu rumah yang ia tuju belum terbuka untuknya."


"Oooh." Michie hanya ber-oh ria sambil menyembunyikan dirinya ke dalam selimut.


"Ya sudah, jika memang sang perwira gak mau masuk rumah!" gumam Michie pelan sambil berbalik membelakangi Rein.


"Apa?!"


Rein langsung memeluk istrinya dari belakang. "Apa palang merahnya sudah selesai?" tanya Rein berbisik dan tangannya mulai mengusap dada Michie pelan.


"Emmmh, Memangnya siapa yang jadi anggota palang merah?" jawab Michie sambil menahan suara d3s4hannya.

__ADS_1


Jawaban Michie kali ini membuat Rein membulatkan matanya.


Tanpa menunggu lama, Rein langsung membalikkan tubuh Michie menghadap ke arahnya. Tangan Rein pun mulai membuka kancing piyama yang Michie kenakan satu per satu.


"Kali ini aku akan menghukum kebohonganmu, sayang!"


Rein langsung memagut bibir Michie sambil terus melepaskan piyama istrinya.


Meski sudah sangat menggebu-gebu, Rein memulainya dengan sangat lembut dan membuat Michie semakin menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Rein malam ini.


Suara Michie yang terdengar begitu indah dan memenuhi kamar, membuat Rein semakin berani mengeksplor tubuh Michie.


Rein mengabsen setiap inci tubuh Michie dan meninggalkan jejak kepemilikannya mulai dari leher hingga turun ke bawah dan membuat Michie seakan melayang malam ini.


Bahkan di penyatuan pertama mereka, Rein berhasil meminimalisir rasa sakit Michie karena ia melakuannya dengan sangat lembut.


Dan malam ini menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua, karena Rein terus saja membuat istrinya merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Aku lelah, Rein!" ucap Michie setelah permainan mereka yang ketiga.


"Istirahatlah sayang!" ucap Rein yang langsung mendekap istrinya degan sangat erat.


๐Ÿต๐Ÿต๐Ÿต


Keesokan harinya, Rein langsung menyunggingkan senyumnya saat melihat Michie yang masih terlelap di pelukannya.


Perlahan tangan Rein tergerak mengusap bibir Michie yang semalaman terus mengeluarkan suara terindah dalam hidupnya.


Tidak berhenti di situ. Usapan Rein pun turun menyentuh bercak kemerahan yang ia lukis di leher Michie semalam.


Kali ini sentuhan Rein membuat Michie perlahan-lahan mengerjapkan matanya.


"Good Morning, Baby!" sapa Rein membuat Michie yang tersipu malu langsung menyembunyikan wajah nya di balik selimut.


"Morning, Rein!" jawab Michie di balik selimut.


Rein pun ikut masuk ke dalam selimut bersama Michie. Melihat tubuh Michie yang tidak mengenakan apapun di dalam selimut membuat perwira Rein kembali tegak berdiri.


"Kamu benar-benar sangat cantik, Istriku sayang!" puji Rein yang langsung mendekatkan wajahnya ke dada istrinya dan langsung menikmati milik istrinya seperti Little baby yang sedang kehausan.


"Rein!" pekik Michie yang sudah tidak bisa menghindar dari Rein karena Rein kembali membuat sengatan yang memabukkan untuk Michie.


Permainan mereka pun kembali terulang pagi ini dan bahkan sedikit lebih lama dari semalam.


Sampai waktu menunjukkan jam 8 pagi, keduanya mengakhiri permainan mereka. Michie pun membersihkan tubuhnya lebih dulu dan setelah selesai, baru Rein yang gantian masuk ke dalam kamar mandi.


Sayangnya sama Rein sudah selesai mandi, Michie masih terus memilah milih baju yang akan ia kenakan di dalam lemari.

__ADS_1


"Kenapa masih belum ganti baju, sayang?" tanya Rein melihat istrinya yang masih mengenakan bathrobe.


"Lihatlah Rein!" Michie memperlihatkan lehernya yang penuh lukisan ke arah Rein.


"Kau melukisnya penuh sampai aku bingung bagaimana menutupinya!" gerutu Michie yang baru menyadari jika lehernya sangat penuh dengan karya bibir Rein.


"Untuk apa di tutupi?" balas Rein dengan santai. "Keluargaku justru sangat bahagia melihat hasil lukisanku di sini!" balas Rein sambil mengusap leher Michie.


"Tapi aku malu, Rein!" timpal Michie kesal dan membuat Rein terkekeh pelan.


"Aku akan memangilkan bibi untuk mengantarkan sarapan untukmu, Michie!" ucap Rein sambil mengenakan pakaiannya.


"Eh, tidak perlu, Rein!" cegah Michie.


"Aku akan tetap turun ke bawah untuk sarapan."


"Emm, setelah ini bantu saja aku untuk menutupi hasil karyamu dengan foundation!" pinta Michie yang langsung di setujui oleh Rein.


Setelah mengenakan dress nya, Michie pun langsung duduk di depan meja rias dan Rein dengan teliti menutupi semua lukisannya dengan foundation.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Akhirnya yaaa, Rein sudah tidak tersiksa lagi.


Nah, sambil menunggu kelanjutannya. Mampir dulu yuk e novel bestie aku yang dijamin ceritanya menarik dan seru banget.


Judul Karya : Thanks You Mom


Nama Pena : ilmara



Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Subscribe โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ

__ADS_1


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya.


__ADS_2