
"Sudah menunggu lama?" tanya Michie yang kemudian menarik kursi di depan Reihan.
"Tidak Nona, saya justru baru saja datang 5 menit yang lalu," jawab Reihan sedikit canggung.
Michie pun langsung meminta daftar menu dan langsung memesannya untuk mereka berempat.
"Begini, Reihan. Sebenarnya saya punya tawaran pekerjaan bagus yang tentunya tidak akan mengganggu kesibukan selama ini sebagai pedangang jamu."
"Tapi sebelumnya ada beberapa hal yang mau saya tanyakan," tukas Michie dan Reihan pun menganggukkan kepalanya.
"Apa kamu sudah menikah?" tanya Michie mulai menginterogasi Reihan.
"Belum."
"Sudah punya pacar?"
"Belum."
"Boleh saya lihat KTPnya!" pinta Michie dan Reihan pun langsung memperlihatkan KTP miliknya.
Setelah melihat KTP milik Reihan, Michie langsung cocok ingin menjadikan Reihan sebagai Rein KW yang akan menikahi Risa.
Michie pun langsung menjelaskan sistem kerja sama yang akan mereka jalankan mulai minggu depan. Dimana Reihan akan dipermak dan dibuat menyerupai Rein yang nantinya akan menikahi wanita yang sudah ditentukan.
Sayangnya penawaran kerja sama Michie kali ini tidak berjalan mulus sesuai dengan rencana.
"Loh, berarti saya dibayar untuk menikahi seorang perempuan?" tanya Reihan dengan nada terkejut.
"Benar, dan untuk bayarannya bisa kita bicarakan!" balas Michie yang langsung ditolak oleh Reihan.
"Wah, saya gak mau Nona. Saya gak mau jadi lelaki Bayaran! Itu namanya dosa besar!" tukas Reihan sambil memandang ke arah Michie, Cika, dan Tifa satu per satu.
"Loh, kenapa?" tanya Michie sambil mengerutkan dahinya.
"Saya ngebayangin nya aja gak kuat Nona, menikahi 3 wanita cantik sekaligus meski dibayar."
"Saya juga sadar diri tidak bisa menyaingi ketampanan Tuan Reinhard. Yang ada saya bisa mati berdiri karena tidak sanggup menampung pesona kecantikan anda, Nona Michie!" jelas Reihan yang mulai tampak gemetaran memegang sendok dan garpu nya.
"Haaah?!" tukas Michie dan kedua sahabatnya secara bersamaan.
Cika dan Tifa langsung sama sama memandang ke arah Michie.
"Emangnya siapa yang mau nikahi kamu sama Michie?" tanya Tifa dengan geram.
"Apalagi dia bilang 3 wanita. Jangan-jangan kamu mikir mau dibayar buat nikahi kita bertiga?!" tanya Cika shock.
Michie pun langsung menepuk nepuuk kedua pipinya. "Huuuh!"
__ADS_1
"Kayaknya Reihan belum paham deh maksud dari aku."
Michie mengambil minumannya dan meneguk nya agar bisa melanjutkan penjelasannya pada Reihan.
"Jadi gini Reihan. Kemarin, waktu selesai resepsi pernikahan. Aku dan Rein mengalami masalah besar." Michie mengambil i-padnya dan memperlihatkan kepada Reihan berita tentang kecelakaan Risa.
Reihan pun membaca berita itu dengan seksama dan kemudian mengembalikan i-pad Michie.
"Korban yang tertabrak oleh suamiku adalah Risa. Dia menuntut suamiku ke polisi jika suamiku tidak menikahinya dan menjadikannya istri kedua."
"Jadi...," Michie menghela nafasnya panjang.
"Aku membayarmu untuk menikahi Risa! Bukan untuk melayani kita bertiga! Enak aja!" jelas Michie membuat Reihan hanya nyengir kuda.
"Bagaimana, setuju atau tidak?" tanya Michie tegas. "Kalau gak setuju, aku akan tawarkan sama orang lain."
"Oooh! Setuju kalo itu non!" jawab Reihan dengan mantap. "Kalau begitu sangat pas sekali dengan impian saya selama ini."
"Saya sangat mendambakan seorang istri. Tapi sayangnya saya tidak punya modal untuk menikah. Apalagi saya juga tidak punya kekasih."
"Saya juga sudah ikut aplikasi pencari jodoh, sayangnya tidak ada satupun yang mau dengan saya setelah kencan buta."
"Yaelah ni orang malah curhat!" gerutu Cika geram mengingat apa yang ada di fikiran Reihan tadi.
"Harapan saya, nikah ini dilakukan dengan sebenar-benarnya dan bukan hanya pernikahan kontrak atau siri!" pinta Reihan.
"Ya udah makan dulu yuk kita. Laper banget ni!" ajak Tifa.
Selesai makan, Michie mengajak Reihan ikut ke Mansion Utama keluarga Finn. Reihan pun mengikuti mobil Michie dengan mengendarai motornya.
๐ก๐ก๐ก
Sedangkan di sisi lain, Rein kini mulai menceritakan masalah yang sedang ia alami kepada keluarganya termasuk Mom Lili tentang permintaan Rima kepada Rein untuk menjadikan Risa sebagai istri keduanya.
Rein menceritakan secara detail tuntutan Rima ke kantor polisi sebagai ancaman jika Rein menolak untuk menikahi Risa. Terlebih Michie sudah menyampaikan persetujuannya untuk berbagi suami.
Rein juga memberitahukan tentang rencana Michie dan berharap semuanya mau turut serta membantu menyelesaikan masalah ini.
"Cih, Risa nih bener-bener kelewatan ya!" umpat Granny kesal setelah mendengar cerita Rein.
"Pantesan, semalam cucu menantu minta nomor ponsel Reihan pedagang jamu langganan Oma. Jadi ini alasannya."
"Kalo begitu, Oma pasti dukung seratus persen!"
"Mama dan papa juga akan dukung rencana kalian. Iya kan pa?"
"Yap! Bahkan permohonan pencabutan berkas kepolisian akan langsung papa urus setelah pernikahan Reihan dengan Risa."
__ADS_1
Kini tinggal Mom Lili yang belum berkomentar. Matanya tampak berkaca-kaca mengetahui masalah yang dihadapi oleh Michie bahkan di hari pertama pernikahannya.
"Mom...!" panggil Rein yang langsung bersimpuh di hadapan ibu mertuanya.
"Maafkan Rein yang belum bisa memberi kebahagiaan untuk Michie!" ucap Rein yang merasa sangat bersalah dengan ibu mertuanya itu.
"Seharusnya aku tidak memaksa putriku menikah secepat ini jika tahu ini justru membuatnya semakin sedih dan tidak bahagia!" tukas Mom Lili merasa begitu bersalah.
Terlebih berkali-kali Michie menolak pernikahannya dengan Rein.
"Jika kemarin aku tidak egois dan mendengarkan permintaan Michie, tentu semua ini tidak mungkin terjadi!" Mom Lili langsung menangkupkan kedua tangannya dan menangis.
Mama Yuri yang kebetulan duduk di samping Mom Lili pun langsung memeluk sahabatnya dengan sangat erat.
"Sabar Lili, aku yakin kita semua bisa menghadapi masalah ini bersama," ucap Mama Yuri enghibur sahabatnya.
"Aku hanya Mommy yang egois dan tidak memahami perasaan putriku sendiri, Yuri!"
"Aku hanyalah orang yang terus saja menorehkan luka di hati Michie sejak dia kecil."
"Bahkan kini apa yang aku alami justru harus ia alami di awal pernikahannya!" isak Mom Lili yang tanpa sengaja terdengar oleh Michie yang baru saja datang dan berdiri di pintu Mansion.
"Michie tidak akan mengalami hal yang sama dengan pernikahan Mommy!" ucap Michie yang langsung menghambur memeluk Mommynya dengan sangat erat.
"Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, Mom. Ini semua tidak seperti yang Mommy bayangkan." ucap Michie sambil mengusap punggung Mommynya yang masih menangis sesenggukan.
Melihat kedatangan Reihan dan kedua sahabat Michie, membuat Papa Finn mengarahkan semuanya menuju ke taman untuk memberikan ruang Michie dan Mommynya berbicara.
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Terima kasih banyak buat kalian yang masih berkenan mampir dan baca karya receh aku yaa.
Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh.
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 ๐๐๐๐๐
Like ๐
Comment ๐ฌ
Subscribe โค๏ธ
Vote ๐
Gift ๐นโ๐บ
__ADS_1
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya.