Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Pernyataan Cinta Michie


__ADS_3

"Rein!" panggil Michie dengan mata yang mulai berkaca saat melihat Rein terbaring di atas brankar dengan kondisi yang tampak memprihatinkan.


Tangan kanan Rein dan kaki kanannya tampak dibalut dengan perban. Wajah Rein juga memar dengan perban di pelipis kanannya.


Perlahan Michie menggenggam tangan Rein dengan sangat lembut dan mengecup punggung tangannya. "Aku benar-benar sangat mengkhawatirkanmu, Rein!" ucap Michie yang tanpa terasa air matanya mulai jatuh membasahi pipinya.


"Maaf, sudah membuatmu kecewa semalam."


Rein yang kini sengaja memejamkan matanya langsung bersorak dalam hati menantikan Michie menyatakan perasaannya.


"Seharusnya aku tidak membuatmu kecewa tadi malam jika kali ini justru harus melihatmu seperti ini, Rein!"


"Aku mohon, bangunlah! Dengarkan aku kali ini, Rein!" pinta Michie yang terasa begitu hancur melihat keadaan Rein saat ini.


"Entah kenapa aku begitu canggung menyatakan perasaan cinta terhadapmu, Rein." ucap Michie pelan sambil mengusap punggung tangan Rein.


"Tapi, bukan berarti aku tidak mencintaimu, aku hanya malu mengakui semuanya."


Michie menggenggam tangan Rein semakin erat sambil terus terisak. "Aku mohon, buka matamu Rein! Aku hanya ingin kau baik-baik saja di sisiku!"


Mendengar isak tangis Michie yang pilu membuat Rein tidak tega membohongi istrinya. Ia pun langsung bangun dan memeluk Michie dengan sangat erat.


"Jangan menangis, sayang! Aku tidak tega melihatmu terisak seperti ini!" ucap Rein membuat Michie langsung membalas pelukan Rein.


Ia begitu sangat lega mendapati Rein yang baik-baik saja. Namun, seketika Michie tersadar dan menemukan kejanggalan dengan kecelakaan Rein kali ini.


Michie pun melepaskan pelukan suaminya dan memandang ke arah Rein. Tangannya pun terulur memegang lebam di wajah Rein dan mengusap nya pelan.


"Make up!" gumam Michie sambil mengerutkan dahinya.


"Rein, apa kau sedang membohongi aku?" tanya Michie sambil mengusap air matanya. Jika tadi Michie terlihat begitu sedih, kali ini Sorot matanya berubah dengan tatapan mengintimidasi.


Rein tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Usahanya membayar mahal pihak rumah sakit hanya untuk menyewa satu ruang untuk mengelabui Michie demi mendengar pernyataan cinta dari istrinya itu kini tidak sia-sia.


"Maafkan aku, Michie! Aku benar-benar tidak sabar mendengarkan pernyataan cinta darimu!" ucap Rein yang langsung menarik tengkuk leher Michie dan mendaratkan bibirnya di bibir istrinya.


Kali ini Rein memagut bibir istrinya dengan penuh g4ir4h dan Michie pun dengan lincahnya mengimbangi pagutan Rein.


Papa Finn, Mama Yuri, Oma dan juga Granny yang menyaksikan keberhasilan rencana Rein kali ini turut bahagia.


"Ternyata kita tidak perlu menyewa lama ruang VIP ini hanya untuk keinginan gila Rein!" gumam Oma.


"Ck, Rein bahkan sudah membayar biaya sewa kamarnya untuk satu hari penuh!" timpal papa Finn.


"Tapi mereka tidak mungkin menghabiskan malam pertama mereka di rumah sakit kan? Apalagi ini masih sangat pagi untuk melakukan itu," tukas Granny yang masih memperhatikan kedua cucunya saling bercumbu.

__ADS_1


"Bukannya Michie sedang datang bulan?" tanya Mama Yuri membuat Oma dan juga Granny menepuk jidatnya.


"Yaaah, berarti cucuku masih harus menunggu dong!" ucap Oma yang diangguki kepala oleh Granny.


"Emm, karena kita sudah mengikuti rencana gila Rein kali ini dan berhasil, bagaimana jika menikmati sarapan di restoran dekat sini?" tawar Papa Finn.


Mama Yuri dan kedua nenek Rein pun setuju dan bergegas meninggalkan mereka berdua di rumah sakit.


Sedangkan Rein pun perlahan melepaskan pagutannya dan mengusap bibir Michie yang sedikit membengkak karena ulah nya.


"Rein, kau jahat sekali sudah membohongi aku!" protes Michie sambil memukul lengan Rein.


"Bahkan ide gilamu kali ini justru melibatkan semua orang."


"Sungguh memalukan!" gerutu Michie mengingat Papa Finn, Mama Yuri dan kedua Nenek Rein bersatu padu bekerja sama dalam rencana gila Rein kali ini.


"Kau juga sama!" balas Rein sambil melepaskan perban di tangannya. "Bahkan membohongi perasaanmu sendiri, Istriku sayang!" bisik Rein membuat Michie meremang.


Michie pun beringsut menjauh dari Rein karena sedikit salah tingkah. Ia sadar, jika selama ini Michie memang sudah membohongi perasaannya sendiri.


"Emm, Rein!"


"Berapa banyak kau menghabiskan uangmu hanya untuk berpura-pura seperti ini?" tanya Michie kemudian.


"Ikut aku yuk, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!" ajak Rein sambil menggandeng tangan Michie keluar dari ruang VIP.


...๐Ÿต๐Ÿต๐Ÿต...


Kali ini Rein mengajak Michie sarapan pagi yang sempat tertunda di tepi danau. Suasana romantis kali ini membuat Michie mengulum senyumnya sambil memandang ke arah Rein.


"Apa kau suka, Michie?" tanya Rein dan Michie pun langsung menganggukkan kepalanya.


Rein pun menarik kursi untuk Michie dan mempersilakannya untuk duduk. Michie pun langsung duduk dengan perasaan yang berbunga-bunga.


"Jika ternyata jatuh cinta seindah ini, maka aku tidak akan pernah ingin merasakan sakit hati! Aku hanya ingin merasakan jatuh cinta setiap harinya bersamamu, Rein!" gumam Michie pelan sambil memandang ke arah Rein.


"Percayalah padaku, Michie. Aku tidak akan pernah membuatmu sakit hati, sayang."


"Tapi, bagaimana jika suatu saat nanti aku merasa sakit hati padamu, Rein?" tanya Michie.


"Hukum aku sesuka hatimu, Michie sayang!"


"Kau tidak pernah tahu bukan, bagaimana aku terus menantikanmu pulang selama ini?"


"Tanpa kabar, tanpa harapan, dan tanpa kepastian aku terus menantikan kehadiranmu!"

__ADS_1


"Mana mungkin aku bisa menyakitimu setelah sekian lama aku manantikan kehadiranmu, sayang?" tanya Rein membuat Michie tidak pernah menyangka sebelumnya jika kesalahannya di malam reuni akan berakhir semanis ini.


Meski keduanya sedang menghadapi masalah yang cukup serius, Rein sama sekali tidak ingin masalah tersebut membuatnya tidak bisa membahagiakan Michie.


Dan mulai saat ini, Michie dan Rein mulai membuka lembaran barunya sebagai suami istri seperti yang lainnya. Jika kemarin, mereka berdua masih saling menjaga jarak, saat ini keduanya justru tidak berjarak.


Sayangnya Rein masih belum berani melakukan hal yang lebih dengan Michie, mengingat Michie masih dalam status palang merah. Terlebih Rein juga tidak sanggup menahan gejolak nya yang sudah sangat menggebu jika ia melakukan hal yang lebih karena nantinya justru ia yang sangat tersiksa.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Seharian penuh menghabiskan waktu bersama dengan Rein membuat Michie merasa begitu lelah sesampainya di Mansion. Namun selepas membersihkan dirinya, Michie tiba-tiba menginginkan sesuatu yang beberapa hari ini terus membuat benaknya terus bertanya-tanya.


Wanita dewasa seperti Michie tentunya sangat penasaran dengan bagaimana rasanya malam pertama dengan suaminya. Terlebih Michie sering mendengar cerita dari beberapa temannya tentang malam keramat itu.


Kali ini tangan Michie langsung memilih lingerie yang sedikit terbuka dan warna yang merah menyala untuk ia kenakan.


"Oke, kali ini aku akan siap untuk menjadi istri seutuhnya dari Reinhard Finn!" gumam Michie sambil berjalan masuk dari walk in closed ke dalam kamar Rein.


...โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ...


Hai semuanya, sambil menunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya seru dan juga menarik.


Judul Novel : Pudar


Karya : Author Neng Neng



Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Subscribe โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya.

__ADS_1


__ADS_2