
Hari ini, Michie sudah mulai ikut Mommynya ke perusahaan setelah kemarin full istirahat di Mansion. Saat mobil mereka berhenti di depan pintu lobby, tampak beberapa karyawan yang sudah berbaris rapi menyambut kedatangan mereka.
Setelah itu Mom Lili membawa Michie ke aula besar yang menghubungkan 2 gedung dan biasa di gunakan untuk acara besar yang melibatkan 2 perusahaan sekaligus.
Perusahaan yang dipimpin oleh Mom Lili bergerak di bidang perhiasan, sedangkan perusahaan Mr. Rein bergerak dalam bidang pertambangan.
Sebelum memasuki aula meeting, Michie diajak ke ruangan khusus pimpinan untuk dikenalkan dengan Rein dan juga papanya.
Namun saat Michie memasuki ruangan khusus tersebut, langkahnya langsung terhenti saat melihat pria yang kini duduk di kursi pimpinan 'Ree Corporation'.
'Gak mungkin! Ini pasti gak mungkin! Dia gak mungkin 9i90l0 yang udah merusak masa depan aku!' teriak Michie dalam hati sambil menatap lekat lekat ke arah pria yang di atas mejanya tertera nama Mr. Reinhard Finn, CEO 'Ree Corp.'
"Mr. Rein, kenalkan ini adalah putriku yang nantinya akan menggantikan ku memegang perusahaan ini dan bekerja sama dengan perusahaan anda," ucap Mom Lili memperkenalkan Putrinya.
'Ternyata kita berjumpa lagi Michie. Akhirnya penantianku selama ini terbayar juga. Bertemu dengan pencuri ciuman pertamaku!' gumam Rein dalam hati yang matanya terus menatap ke arah Michie.
"Reinhard Finn!" Mr. Rein mengulurkan tangannya ke arah Michie.
'Tapi kenapa namanya Reinhard Finn? Kenapa namanya bukan Ardy?' tanya Michie dalam hati sambil membalas uluran tangan Rein tanpa balik memperkenalkan dirinya sendiri.
"Nama?" tanya Mr. Rein membuyarkan lamunan Michie.
"Tentunya anda sudah mengetahui nama saya bukan, tanpa saya memperkenalkan diri?" balas Michie sambil melepaskan tangannya dari genggaman Mr. Rein.
Sikap Michie barusan membuat Mom Lili sedikit merasa tidak enak dengan Rein.
"Maaf, namanya Michelle Aubrey. Dia biasa kami panggil Michie," tukas Mom Lili memperkenalkan putrinya.
Mr. Rein hanya mengangguk dan kemudian memberi sambutan pertamanya kepada Michie yang kini menjabat sebagai wakil CEO Lichi Group, perusahaan milik Mommynya.
"Okey, I will call you Miss Michie. Dan akan mendampingimu selama enam bulan ini untuk mengurus perusahaan sesuai dengan permintaan Mrs. Lili." jelas Mr. Rein tanpa mengalihkan pandangannya dari Michie.
"Saya bukanlah wanita bodoh yang harus didampingi selama itu, Mr. Rein. Just one month! No more!" balas Michie dengan tegas yang sama sekali tidak berkenan jika harus bersama dengan pria yang sangat mirip dengan lelaki yang sudah merusak masa depannya.
"Wow, amazing!" puji Mr. Rein.
Setelah berkenalan secara khusus, kini waktunya Michie diperkenalkan dengan seluruh karyawan yang bekerja di 2 perusahaan sekaligus.
Hampir seluruh karyawan memuji kecantikan putri semata wayang dari Mrs. Lili. Namun saat mereka mendengar Michie memberikan sambutan, ketegasan Michie membuat semua karyawan bergidik ngeri.
Semuanya terdiam tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Bahkan kali ini Michie jauh lebih tegas dibanding Mom Lili yang tutur katanya terdengar lemah lembut.
"Mati kita kali ini, bukan cuma Mr. Rein yang dingin dan garang. Kayaknya CEO yang ini lebih mengerikan," celetuk salah satu karyawan saat meeting dibubarkan.
__ADS_1
"Bener banget, udah gitu sebentar lagi Mrs. Lili pasti akan digantikan Putrinya dalam memimpin perusahan." celetuk yang lainnya lagi.
Kasak kusuk para karyawan yang ada dalam dua perusahaan itu seketika terhenti saat Rein dan Michie melangkah keluar dari aula pertemuan dan menuju lift khusus pimpinan.
Saat lift terbuka, Rein memberi isyarat kepada asistennya untuk naik lewat lift yang biasa digunakan karyawan lainnya dan membiarkan dia berdua saja dengan Michie.
Diam - diam Michie melirik ke arah Mr. Rein yang kini berdiri tidak jauh darinya.
'Ck, dia bukan 9i9olo itu kan?' tanya Michie dalam hati.
'Tapi kenapa sangat mirip dengan Ardy?'
'Tidak! Rein tidak mungkin Ardy, buktinya ia tidak mengingatku sama sekali!'
'Oh My God, Michie! Kenapa sejak dulu kamu belum bisa menghapus bayangan Ardy!' gerutu Michie dalam hati merutuki dirinya sendiri.
Ting!
Pintu lift sudah terbuka, namun Michie justru masih tenggelam dalam pikirannya yang sudah berkecamuk pagi ini.
"Kita sudah sampai Miss Michie," ucap Rein membuyarkan lamunan Michie.
"Oh, iya."
"Ini ruang kerja kita dan nanti kita akan bekerja satu meja di sana!" Rein menunjuk ke arah meja kerja yang sudah tersedia 2 macbook di atasnya.
"Aku tidak leluasa jika harus berbagi meja saat bekerja," tukas Michie yang sangat tidak ingin terus berdekatan dengan Rein.
Terlebih Rein saat ini masih menjadi misteri bagi Michie, adakah Rein itu Ardy atau bukan, jika melihat sosok dan parasnya yang sangat mirip.
"Tapi aku tidak banyak waktu jika harus mondar mandir mengawasi mu! Karena di perusahaanku, waktu adalah uang!" balas Rein yang tidak menerima penolakan dari Michie sedikit pun.
Akhirnya dengan terpaksa, Michie mengalah untuk satu meja dengan Rein.
Rein mulai menjelaskan profil 2 perusahaan kepada Michie dari awal kerja sama sampai berkembang pesat seperti saat ini. Awalnya Michie sangat fokus mendengarkan penjelasan dari Rein.
Namun, tiba-tiba bayangan saat malam reuni bersama Ardy muncul dan membuyarkan konsentrasi Michie.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Michie di tengah-tengah penjelasan Rein.
'Ternyata dia masih mengingat malam itu,' batin Rein sambil mengulum senyumnya.
"Maksudnya?" tanya Rein sambil mengerutkan dahinya.
__ADS_1
Michie membuang nafasnya kasar dan langsung memalingkan wajahnya.
"Lupakan saja! Kau hanya sangat mirip dengan pria yang sangat aku benci," tukas Michie membuat Rein merasa sangat tertohok.
"Apa?! Pria yang kau benci?!" tanya Rein sedikit tidak terima.
'Aku fikir Michie akan menjadikan aku orang yang spesial di hatinya karena malam itu dia sudah berani menciumku. Tapi kenapa sekarang dia justru mengatakan jika aku sangat mirip dengan pria yang dia benci?!' batin Rein gusar.
Michie hanya menganggukkan kepalanya dan kembali menatap ke laya macbook nya.
"Sudahlah, lanjutkan saja penjelasan mu!" pinta Michie kemudian.
"Aku yakin, kau pasti merasa kurang nyaman denganku. Tapi bagaimana bisa aku mirip dengan orang yang kau benci?"
"Ck, tidak perlu dibahas lagi karena itu hanyalah masa laluku. Sekarang lebih baik lanjutkan saja pejelasanmu. Bukankah katamu waktu adalah uang?" balas Michie mengingatkan apa yang sudah terlontar dari mulut Rein tadi.
"Tidak bisa!"
"Aku tidak akan melanjutkan Penjelasan ku sebelum kau mengatakan apa alasanmu membenci ku?"
"Aku tidak membencimu, aku hanya mengatakan kau sangat mirip dengan pria yang aku benci!" balas Michie mempertegas kalimatnya.
"Bagaimana jika pria itu adalah aku?"
"Bagaimana jika aku adalah Ardy, lelaki dewasa yang dicuri ciuman pertamanya oleh seorang gadis ingusan di malam reuni?" tanya Rein membuat Michie sangat terkejut.
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ...
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 ๐๐๐๐๐
Like ๐
Comment ๐ฌ
Subscribe โค๏ธ
Vote ๐
Gift ๐นโ๐บ
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya.
__ADS_1