
Sesampainya di Mansion, Michie pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan memutuskan untuk berendam di dalam bathtub.
Hari ini tubuhnya merasakan begitu lelah, bukan karena pekerjaan. Melainkan karena Michie terus terngiang apa yang diucapkan oleh Hizkiel tadi.
Michie memang sangat dekat dengan Hizkiel. Namun bukan berarti ia memiliki perasaan khusus terhadap Daddy Hizkiel yang bernama Marcho.
Meski Marcho terus saja memberikan perhatian khusus terhadap Michie, tetap saja Michie tidak bisa membalas perasaan Marcho.
Selesai berendam, Michie pun memutuskan untuk beristirahat di kamar dan melewatkan makan malamnya.
Michie tertidur sangat lelap sampai Oma mengurungkan niatnya untuk membangunkan Michie agar turun dan makan malam bersama mereka.
☘️☘️☘️
Waktu kini menunjukkan pukul 10 malam. Rein yang baru saja tiba di Mansion langsung bergegas menuju ke kamar untuk bertemu dengan Michie.
Sayangnya langkahnya terhenti saat melihat semua anggota keluarganya masih berkumpul di ruang tamu bersama dengan sopir baru Michie.
"Akhirnya kau pulang juga, Rein!" tukas Oma yang tampak lega melihat kedatangan cucunya.
"Aku juga sangat lega melihatnya sudah kembali!" timpal Granny.
"Ada apa ini?" tanya Rein sedikit gusar. "Michie baik-baik saja kan?" tanya Rein yang tampak sangat khawatir.
__ADS_1
Papa Finn langsung menarik tangan putranya untuk duduk. "Duduklah dulu, Rein! Istrimu baik - baik saja. Hanya saja yang ingin kami sampaikan padamu."
Meski sudah menahan rindu yang begitu membuncah terhadap Michie, Rein pun tetap menuruti permintaan papanya dan mendengarkan apa yang terjadi semenjak ia pergi.
Papa Finn pun menceritakan jika hari ini Michie kembali bertemu dengan Fredy dan seorang anak kecil yang ada di masa lalu Michie.
Rein sedikit merasa cemburu mendengar cerita dari Papanya, terlebih saat Hizkiel memanggil istrinya Mommy dan bertekad merusak pernikahannya dengan Michie agar Daddynya bisa melamar Michie.
"Kami mengetahui laporan ini dari Alicia dan dibenarkan oleh Andy. Dan sejak pulang dari kantor, Michie tidak keluar dari kamar sama sekali."
"Bahkan ia juga melewatkan makan malam bersama kita!" lanjut Papa Finn menjelaskan semuanya secara detail kepada Rein.
Rein hanya mampu menghela nafasnya panjang.
"Mama tidak tega dengan keadaan Michie kali ini. Mama yakin, ia pasti terganggu dengan masalah yang hari ini ia temui."
"Mama harap ku bisa menjadi pelipur hati Michie!" lanjut Mama Yuri lagi.
Rein pun tersenyum dan langsung menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih banyak informasinya pa, ma. Rein naik ke kamar dulu ya!" pamit Rein yang langsung diangguki oleh semuanya.
Rein bergegas menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya. Sesampainya di depan pintu kamar, Rein sengaja membuka pintu kamarnya secara perlahan lahan agar tidak membangunkan Michie.
__ADS_1
Saat pintu kamarnya terbuka, Rein langsung menghirup aroma vanila yang sangat khas dengan Michie. Rasa rindu nya pun semakin membuncah ketika Rein mendapati Michie yang meringkuk di dalam selimut.
Rein pun mendekati Michie dan berjongkok tepat di depan istrinya yang masih terlelap. Perlahan Rein pun mengecup kening Michie cukup lama.
"Aku sangat merindukanmu, sayang!" gumam Rein pelan.
Michie sama sekali tidak bergeming saat Rein terus memandanginya dan menyelipkan beberapa helai rambut Michie di belakang telinganya.
"Aku akan membersihkan tubuhku dulu, dan setelah itu aku akan menemanimu tidur malam ini!" gumam Rein pelan.
Rein pun langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket. Meski penerbangan yang ia tempuh tidak lama, tetap saja perjalanan dai proyek menuju ke bandara memerlukan perjuangan yang ekstra.
☘️☘️☘️
Sambil nungguin Rein selesai mandi 🤭 Mampir dulu yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya menarik dan seru banget.
Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Author: Nurmay
☘️☘️☘️
__ADS_1