Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Rencana Michie


__ADS_3

Setelah menyiapkan air mandi Rein, Michie langsung keluar dari kamar dan turun ke bawah mendekati oma yang kini sedang berada di depan televisi.


"Oma!" panggil Michie sambil mendekat dan duduk di samping Oma.


"Emm, apa Oma menyimpan nomor ponsel penjual jamu tadi?" tanya Michie lagi.


"Tentu saja. Memangnya ada apa?" Oma langsung mengambil ponselnya dan menscroll kontak yang ada di dalamnya.


"Emm, Michie boleh minta gak? Soalnya Michie mau pesen jamu untuk nyeri haid."


Alasan masuk akal Michie kali ini membuat Oma langsung mengirimkan nomor ponsel Reihan kepada Michie.


"Thanks Oma!" Michie mencium pipi Omanya dan langsung pergi ke taman Mansion.


Michie langsung menghubungi Reihan untuk membuatkan jamu nyeri haid untuknya. Tidak hanya itu, Michie juga meminta agar mereka berdua melakukan Cash On Delivery (COD) di luar Mansion.


Setelah menghubungi Reihan si tukang jamu, Michie pun menghubungi kedua sahabatnya untuk membantu rencananya kali ini.


Rein yang baru selesai mandi dan melihat Michie sedang sibuk menelfon seseorang dari balkon kamarnya mulai penasaran siapa yang sedang dihubungi oleh Michie.


'Siapa yang sebenarnya sedang dihubungi oleh Michie?'


'Bahkan dia tampak serius sekali berbicara di telfon.'


Setelah melakukan panggilan, Michie pun langsung berbalik dan kembali ke kamar Rein.


"Hai Rein," sapa Michie yang langsung duduk di samping Rein.


"Apa aku boleh bertemu dengan Cika dan Tifa besok?" tanya Michie.


"Oooh, jadi yang tadi kamu telfon itu mereka?" tanya Rein.


Michie pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja boleh, dan aku akan menemanimu!" balas Rein yang langsung ditolak oleh Michie.


"Tidak perlu, Rein."


"Kenapa?"


"Emm, karena ini adalah acara perempuan. Aku takut kau bosan dan jenuh jika mengikutiku," tukas Michie memberikan alasan.


Rein melipat tangannya di depan dada sambil menyandarkan tubuhnya di sofa. "Baiklah!"


"Oh iya, aku ada sesuatu untukmu."


Rein berdiri dan mengambil kotak yang ada di dalam lemarinya lalu memberikannya kepada Michie.


"Apa ini?" tanya Michie.


"Buka saja!"


Michie pun membuka kotak dari Rein dan seketika matanya berbinar. Tampak ada 2 kartu ATM, yang satu platinum dan dan yang satunya adalah dollaar yang sudah tertera nama Michie.


Tidak hanya itu, Rein juga memberikan kunci mobil baru untuk Michie yang digantungkan kuncinya tertulis "Porsche Panamera".


"Rein, ini..."

__ADS_1


"Untukmu, sayang. Maaf jika aku tidak romantis memberikannya dengan mu."


Michie hanya tersenyum dan menyimpan kembali semuanya ke dalam kotak. "Thanks, Rein!" ucap Michie.


"Maafkan aku yang belum bisa memberikan mu kebahagiaan di pernikahan kita dan justru memberikan masalah yang besar."


Lagi-lagi Rein mengungkapkan rasa bersalahnya kepada Michie tentang masalah yang sedang dihadapi oleh mereka.


"Apa Dokter Rima sudah mengajukan tuntutannya kepada pihak kepolisian?" tanya Michie dan Rein pun mengangguk.


"Jika aku harus menjadi mantan narapidana, apakah kau masih mau menerima ku, Michie?" tanya Rein sambil menatap istrinya dengan sendu.


"Tentu saja tidak!" balas Michie membuat wajah Rein langsung pias.


"Aku sudah menduganya Michie, tapi aku benar benar tidak bisa menikahi Risa."


"Aku hanya mencintaimu, Michie meski kau sampai sekarang belum bisa membalas perasaanku. Mengertilah!" pinta Rein pilu.


Michie mendekati Rein dan memeluk lengannya dengan hangat.


"Masih banyak cara untuk menyelesaikan masalah ini, Rein."


"Aku tidak perlu berbagi suami, dan kau juga tidak perlu menjadi mantan narapidana."


Ucapan Michie barusan membuat Rein sedikit terhenyak.


"Oh ya?"


"Bagaimana caranya?" tanya Rein yang semangatnya tiba-tiba muncul.


"Emmm, bukankah kau memiliki banyak uang?"


"Kebetulan aku menemukan lelaki yang namanya hampir mirip denganmu, Rein."


"Lalu?"


"Aku ingin bukan kamu yang menikahi Risa, melainkan lelaki yang akan kita bayar untuk menggantikan mu."


Ide brilian Michie kali ini membuat mata Rein langsung berbinar. Keduanya langsung semangat untuk menyusun strategi pernikahan Risa.


Mulai dari menyiapkan beberapa kandidat pria yang namanya hampir mirip dengan Rein, make up artis yang bisa memoles wajah pria yang terpilih sedikit mirip dengan Rein, sampai membicarakan segala kemungkinan yang akan terjadi ke depannya.


"Kita buat perjanjian hitam di atas putih agar Dokter Rima cepat-cepat mencabut tuntutannya. Setelah itu, kita harus pastikan dia tidak kembali menuntut penipuan yang telah kita lakukan," tukas Michie.


"Lalu dimana Risa tinggal setelah menikah nanti?" tanya Rein lagi.


"Tentu saja bersama dengan kita, Rein. This Is A Big Game. Mainkan peranan dengan baik agar kita memenangkan pertandingan ini."


Rein memandangi Michie dengan pandangan yang penuh dengan rasa kagum.


"Cantik, Cerdas, dan kau adalah satu satunya wanita luar biasa yang aku kenal, Michie!"


"Terima kasih sudah mencuri ciuman pertama ku waktu itu!" ucap Rein membuat Michie tersipu.


"Ini bukanlah apa-apa Rein. Aku memikirkan semua ini bukan karenamu. Jadi jangan ge-er dulu ya."


"Lalu?"

__ADS_1


"Aku hanya tidak ingin Oma, Granny, Mama Yuri dan Papa Finn merasa sedih karena masalah ini!" jelas Michie yang langsung meninggalkan Rein yang masih duduk di sofa dan langsung naik ke atas tempat tidur.


"Dan karena ide brilianku, malam ini aku tidur di Ranjang mu, dan kau harus tidur di sofa. Aku tidak mau berbagi ranjang denganmu!"


Michie langsung menyelimuti dirinya dan mengakui sisi ranjang milik Rein.


"Jangan tidur dulu, Michie. Kita belum selesai bicara!"


"Aku sudah ngantuk Rein! Ingat waktu kita bersiap hanya ada satu Minggu!"


"Tidurlah dan siapkan untuk mulai bertempur besok!" tukas Michie yang sudah benar-benar lelah hari ini.


'Meski kau melakukannya bukan untukku. Tetap saja aku sangat tersanjung dengan pengorbananmu kali ini Michie! Aku berjanji akan selalu menjadikanmu ratu seumur hidupku!' batin Rein yang langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa.


☘️☘️☘️


Keesokan harinya, Michie dan Rein mulai membagi tugas.


Michie akan pergi ke restoran tertutup untuk menemui Reihan bersama kedua sahabatnya dan tetap dalam pengawasan 2 bodyguard yang Rein minta untuk mengikuti Michie secara diam-diam.


Sedangkan Rein akan membicarakan masalah yang ia hadapi beserta rencana Michie dengan keluarganya. Dan tentunya Rein juga akan meminta bantuan Papa, Mama dan kedua neneknya agar rencana ini berjalan sesuai rencana.


Pagi ini, Michie mulai menggunakan mobil barunya, pemberian dari Rein semalam. Sepanjang jalan, Michie terus saja menyunggingkan senyumnya saat mengendarai Porsche pemberian suaminya itu.


"Woooow. Gilaaa!" ucap Cika saat Michie turun dari mobil barunya.


"Istri presdir mah beda ama kita!" timpal Tifa.


"Hai!" sapa Michie sambil melambaikan tangannya ke arah kedua sahabatnya itu.


Sayangnya Cika dan Tifa bukannya membalas sapaan Michie, melainkan justru menuju mobil Michie dan mengitarinya.


"Hei, jangan norak deh! Yuk buruan masuk!" Michie menarik kedua tangan sahabatnya untuk segera masuk ke dalam karena Reihan kemungkinan sudah menunggu di dalam.


"Habis ini pokoknya kamu harus ajakin kita muter-muter pake Porsche baru ya!" titah Tifa.


"Iya, pokoknya puterin kita sampe puas menikmati Porsche kamu!" timpal Cika.


"Iya! Iya! Berisik amat deh!"


☘️☘️☘️


Terima kasih banyak buat kalian yang masih berkenan mampir dan baca karya receh aku yaa.


Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.


__ADS_2