Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Meet Hizkiel


__ADS_3

Michie tertegun saat mendengar penjelasan dari Andy jika kali ini yang akan mewakili Perusahaan Mc Energy adalah Fredy. Terlebih mengingat jika meeting dilakukan secara tertutup di meeting room sebuah kamar Hotel VIP. Tanpa fikir panjang lagi, Michie langsung membatalkan meeting dengan perusahaan Mc Energy dengan alasan tertentu demi kebaikannya sendiri.


“Sial!” umpat Fredy dengan kesal. “Bisa-bisanya Michie membatalkan meeting secara sepihak!” gerutu Fredy menyandarkan tubuhnya di sofa.


“Uncle Fredy!” panggil Hizkiel yang baru saja datang dengan bibi pengasuhnya. “I am ready for meet with Miss Michelle!” celoteh Hizkiel sambil duduk di samping Fredy.


Fredy menghela nafasnya panjang dan mengusap kepala Hizkiel. “Oke, we will go now, Hizkiel!” balas Fredy yang tetap bertekad menemui Michie hari ini.


‘Aku akan menjadikan Hizkiel sebagai umpan menemui Michie kali ini!’ gumam Fredy dalam hati.


Ia pun segera menggandeng tangan Hizkiel keluar dari ruangan dan menuju ke parkiran mobil. Kemudian Fredy pun menghubungi teman-temannya, Ben dan juga Rio untuk melacak keberadaan Michie.


***


Sumbawa siang ini,


Rein kini sedang mengetuk-ngetuk meja di ruang kerjanya sambil menunggu kedatangan pimpinan baru dari perusahaan yang menambang barang tambang di proyek yang sama dengannya. Kebetulan beberapa kericuhan sejak kemarin belum sempat teratasi oleh Rein karena memang belum ada pertemuan dan perjanjian secara tertulis dengan pemilik pertambangan yang baru.


“Arel, ini sudah hampir jam 1 siang! Jika pemimpin yang baru tidak kunjung datang, kita tetap akan melakukan perjalanan sore ini juga untuk mengejar penerbangan besok pagi!” tukas Rein yang sudah tidak sabar menahan rasa rindunya dengan Michie.


“Baik, Mr. Rein.”


Arel pun segera keluar dari ruangan Rein dan menunggu pimpinan perusahaan lain yang sudah membuat janji dengan Rein jam 1 siang ini. Keberuntungan kini berpihak kepada Arel karena tepat jam 1 siang, pimpinan perusahaan yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba.


Arel pun segera mengantarkan pimpinan tersebut ke ruangan Rein dan mempersilakan masuk.


“Maaf Mr. Rein, kami menemui beberapa kendala saat melakukan perjalanan ke mari!” ucap pimpinan tersebut sambil menjabat tangan Rein.


“No problem, Mr. Kita langsung bahas saja semua kericuhan yang terjadi di proyek ini!” Rein langsung mempersilakan duduk dan kemudian membuka berkas yang baru saja di serahkan oleh asisten pemimpin baru yang ada di depannya.


“Mr. Marcho Albert!” Rein memastikan nama pria yang ada di depannya. “Apa saya harus menggunakan bahasa inggris?” tanya Rein saat mengetahui jika Marcho merupakan warga negara Inggris.

__ADS_1


“Tidak perlu, Mr. Rein. kebetulan saya juga sudah fasih berbahasa setelah 3 bulan berada di sini!” jawab Marcho.


Keduanya pun akhirnya membahas beberapa permasalahan yang ada di dalam proyek mereka dimana kedua perusahaan ini sama-sama mencari bahan tambang di lokasi yang sama. Hanya saja tujuan tambang kedua perusahaan ini berbeda. Jika perusahaan Rein menambang emas, maka perusahaan Marcho menambang perak.


Permasalahan yang ditemui di lapangan adalah belum adanya kerja sama antara pekerja lapangan perusahaan Rein dengan pekerja lapangan perusahaan Marcho karena belum ada kesepakatan yang terjalin antara keduanya. Sebelumnya, Rein memang sudah melakukan kerja sama dengan pemilik yang lama.


Namun, saat pemimpinnya sudah berganti dengan Marcho dan pekerja lapangannya juga mulai ganti satu per satu, mulailah timbul kericuhan hingga Rein harus turun tangan untuk bertemu dengan Marcho dan memperbarui kerja sama antara mereka berdua.


“Untuk mempermudah kan kinerja perusahaan kita berdua, bagaimana jika peraturannya tidak perlu diubah secara totalitas, cukup dengan aturan kerja sama yang sudah berjalan?” tanya Marcho yang tidak mau berbelit-belit dengan Rein.


“Saya sangat setuju dengan saran Anda, Mr. kita hanya perlu mengevaluasi beberapa peraturan jika memang ada yang perlu diganti!” timpal Rein yang sangat lega dengan keterbukaan Mr. Marcho dan tidak mempersulitnya kali ini.


Akhirnya kesepakatan mereka berdua pun berhasil di tanda tangani tepat jam 3 sore. Rein pun merasa sangat lega karena ia bisa menikmati bulan madunya dengan tenang. Begitu juga dengan Marcho yang sangat terbantu oleh Rein karena ini adalah yang pertama kali untuknya terjun ke proyek.


“Saya sangat senang bekerja sama dengan Anda Mr. Rein!” ucap Marcho sambil menjabat tangan Rein.


“Saya juga senang Mr. Marcho. Dengan tuntasnya perkara ini, saya menjadi tenang untuk berbulan madu!” balas Rein.


Rein pun langsung memberikan kartu namanya kepada Mr. Marcho dan tentunya membuat Marcho membeliakkan matanya.


“It’s so amazing! Kita ternyata tinggal tidak berjauhan Mr. Rein!” Marcho pun gantian memberikan kartu namanya kepada Rein.


Rein pun tidak kalah terkejutnya dengan Marcho. Biasanya kolega bisnisnya selalu tinggal di kota yang berbeda dengannya, namun kali ini ternyata mereka berdua tinggal di kota yang sama. Akhirnya mereka berdua pun tampak begitu akrab meski baru saling bertemu untuk pertama kalinya.


***


Michie yang tidak jadi meeting dengan perwakilan Perusahaan Mc Energy pun akhirnya memutuskan untuk berbelanja bersama Alicia, Jingga dan juga Andy di sebuah Mall yang tidak jauh dari kantor.


“Alicia, Jingga, aku sudah mengirimkan uang untuk berbelanja ke rekening kalian. Belilah apa pun yang kalian butuh kan, sisanya bisa untuk ditabung!” tukas Michie.


“Terima kasih Nona Michie!” timpal Jingga dan juga Alicia secara serempak.

__ADS_1


“Aku juga sudah mengirimkannya untukmu, Andy. Kau bisa membelikan Tifa dan juga Tian sesuatu!”


“Terima kasih Miss Michie!” balas Andy.


Keberadaan Michie kali ini pun tak lepas dari pengawasan Ben yang terus memberi kabar kepada Fredy. Michie tampak masuk ke sebuah butik dan menuju ke tempat outfit pria. Kali ini Michie didampingi oleh Andy yang terus saja berada tidak jauh dari Michie.


“An, menurutmu ini bagus tidak untuk Rein?” tanya Michie memperlihatkan kaos casual berkerah kepada Andy.


“Pilihan yang tepat Miss!” timpal Andy membuat Michie langsung memasukkannya ke dalam tas belanjanya.


Michie pun kembali mencari outfit untuk Rein, namun tiba-tiba ada tangan kecil yang melingkar di perut Michie dan memeluknya dengan sangat erat. Michie dan Andy pun sama-sama terkejut saat mendapati anak laki-laki berusia 7 tahun yang tiba-tiba datang dan memeluk Michie dengan sangat erat.


“I miss you so much, Miss Michelle!” ucap Hizkiel.


Mendengar suara anak yang tidak asing di telinga Michie, membuat Michie melepaskan pelukan anak tersebut dan jongkok di hadapannya.


“Hizkiel!” pekik Michie yang sangat terkejut dengan kehadiran Hizkiel di hadapannya.


“How did you get here?” tanya Michie sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


“Where is your daddy?” tanya Michie lagi yang tidak melihat daddy Hizkiel di dekatnya.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Michie, Hizkiel justru kembali memeluk Michie dengan sangat erat sambil terus mengatakan jika ia sangat merindukan Michie.


☘️☘️☘️


Hai semuanya, mampir yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya keren dan menarik banget.


Judul Novel : Learn to Love You


Author : Mphoon

__ADS_1



__ADS_2