Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Angkat Bendera Perang


__ADS_3

"Maafkan Mommy sayang. Mommy sangat menyesal dengan keputusan Mommy yang sangat egois dan membuatmu harus menderita seperti saat ini!" isak Mom Lili.


Michie melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Mommy nya.


"Siapa bilang aku menderita, Mom?" tanya Michie sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Mom Lili.


"Aku baik-baik saja, Mom. Percayalah. Rein tidak sama dengan Eden Hag yang dengan mudahnya pergi begitu saja meninggalkan kita."


"Rein berbeda Mom. Dia begitu mencintai Michie. Bahkan dia juga memperlakukan Michie dengan sangat baik!" ucap Michie menghibur Mom Lili agar tidak laut dalam perasaan bersalahnya.


Rein yang tidak sengaja mendengar pembelaan Michie terhadap dirinya pun langsung menyunggingkan senyumnya.


"Rein memang sangat mencintaimu, Michie. Mommy sangat tahu itu. Tapi bukannya kamu tidak mencintai, Rein?" tanya Mom Lili yang masih dirundung penyesalan terdalamnya.


"Ini yang buat Mommy merasa sangat bersalah denganmu, sayang. Memaksakan sesuatu yang tidak kamu sukai."


Michie langsung menggenggam tangan Mommynya dengan erat, "Lihat Michie, Mom!"


Mom Lili langsung memandangi putri semata wayangnya.


"Aku mencintai Rein, Mom. Aku bahagia menjadi istrinya. Bahkan aku juga tidak pernah akan rela membaginya dengan siapa pun itu."


"Karena bagiku, Rein tetap lah milikku dan tidak kan ada seorang pun yang bisa merebut Rein dari sisiku!" ucap Michie.


Tangisan Mom Lili pun mulai reda. Sedangkan Rein yang masih berdiri mendengarkan ucapan Michie pun mulai salah tingkah.


Mungkin jika ada pelukis yang mau menggambarkan hati Rein kali ini, pasti semuanya penuh dengan bunga.


"Aku bukannya setuju untuk berbagi suami dengan Risa. Tapi aku sangat tidak rela jika Rein dituntut dan harus mendekam di dalam penjara."


"Makanya sejak pulang dari rumah sakit, aku terus berfikir bagaimana cara memecahkan masalah ini sampai akhirnya, Tuhan memberikan aku jalan dengan mempertemukan aku dengan Rein."


Mom Lili kini merasa begitu lega mendengar penjelasan Michie. Ia kembali memeluk Putrinya dengan sangat erat.


"Mommy sangat bangga denganmu, sayang!"


"Berjuanglah bersamaku, Mom. Agar aku bisa menghadapi semua masalah ini!" pinta Michie.


"Pasti, Mommy pasti akan berjuang untukmu, sayang!"


Rein yang melihat Michie dan Mommynya pun merasa sangat terharu. "Aku berjanji akan membuatmu bahagia, Michie!" gumam Rein yang langsung bergabung dengan yang lainnya di taman.


Saat Rein baru bergabung, papa Finn sedang mengajak bicara Reihan yang nantinya akan bekerja membantu keluarga mereka dalam masalah ini.


Papa Finn kali ini menggunakan sistem kontrak seperti yang biasa dilakukan oleh perusahaannya. Dimana Reihan harus tetap mengikuti aturan yang tertulis di dalam kontrak.


Jika nantinya Reihan melanggar, maka ia harus mengembalikan 2 sampai 3 kali lipat gaji yang sudah ia terima.


Sedangkan di gerombolan para wanita, dimana ada Mama Yuri, kedua sahabat Michie dan juga kedua nenek Rein sedikit ada kericuhan dari kedua nenek Rein yang tidak terima jika Risa harus tinggal di Mansion Utama.

__ADS_1


"Bagaimana pun aku tidak akan pernah rela wanita busuk itu tinggal di Mansion ini!" ucap Oma dengan tegas.


"Aku juga tidak setuju! Cucu menantu pasti akan semakin tersakiti jika dia di sini!" timpal Granny.


"Tapi Ma, wanita itu akan tinggal di sini sementara saja. Setelah itu ia dan suaminya akan disiapkan rumah sederhana oleh Rein." tukas Mama Yuri.


"Gak mungkin kan kalo Risa yang statusnya sebagai istri kedua malah harus tinggal di luar. Nanti malah banyak fitnah loh, Ma!"


"Kalo wanita itu mau tinggal di Mansion ini, lebih baik Oma yang angkat kaki dari Mansion!" ancam Oma.


"Aku juga lebih baik angkat kaki dari pada tinggal dengan wanita menjijikkan itu." timpal Granny.


Michie yang baru datang langsung berdiri di tengah Oma dan Granny dan merangkul kedua neneknya itu.


"Bagaimana jika kita sama - sama berperang melawan Risa dengan cara yang cantik di Mansion ini?" tanya Michie.


"Gak mungkin kan Michie bisa berperang sendirian. Michie harus punya bala tentara yang hebat seperti Oma dengan Granny." bujuk Michie yang langsung membuat Oma dan Granny mengangguk mantap.


"Oke kalau begitu, kita harus saling bersatu untuk memusnahkan wanita ulat bulu itu!" ucap Oma sambil mengangkat tangan kanannya.


"Setuju!" jawab semuanya dengan serentak.


Mulai hari ini, Reihan pun langsung bertemu dengan Belva, pengacara handal keluarga Rein yang sengaja dipanggil untuk membuat kontrak perjanjian yang langsung ditanda tangani oleh Reihan.


Setelah semuanya selesai, Reihan pun pulang dan akan kembali lagi besok untuk make over penampilannya yang akan ditangani oleh Cika dan juga Tifa.


Sedangkan Michie dan juga Rein pun langsung masuk ke dalam kamar setelah makan malam.


"Bagaimana mobil barunya?" tanya Rein membuka percakapan saat Mereka berdua sudah berada di kamar.


"Tidak ada kendala bukan saat mengendarainya?" pertanyaan Rein kali ini langsung dijawab Michie dengan gelengan kepalanya.


"Mobilnya sangat nyaman, Rein!"


"Thanks ya!" jawab Michie yang langsung mengambil handuk dan berjalan menuju ke kamar mandi.


"Eits!" Rein langsung menghalangi langkah istrinya.


"Cuma makasih doang nih?" tanya Rein sambil memainkan alisnya.


"Terus apa dong?!"


"Mandi bareng yuk!" ajak Rein dengan berbisik membuat Michie langsung membulatkan matanya dan mendorong Rein agar menjauh darinya.


"Rein! Gila kamu ya!" protes Michie.


"Apaan sih. Maksudnya, kamu di mandi di sini. Aku mandi di kamar mandi luar!" kilah Rein yang sedikit ngeri melihat amukan Michie.


"Gitu aja sewot!" eletuk Rein yang langsung mengambil handuk miliknya dan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Diiih! Pinteran banget nge-lesnya!" gerutu Michie yang langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan badannya.


Sayangnya saat ia sudah selesai mandi dan menuju ke walk in closed untuk mengganti baju, ia sama sekali tidak melihat piyama seperti yang kemarin ia pakai.


"Nyari baju aja lama banget sih!" tukas Rein yang baru saja mandi dari kamar mandi luar dan mengenakan bathrobenya.


"Piyama aku kemana, Rein?" tanya Michie sambil memperlihatkan isi lemarinya yang penuh dengan lingerie bermacam-macam warna.


"Oooh, jadi Oma sama Granny tadi pagi kesini itu cuma mau ganti isi lemari cucu menantunya!" jawab Rein yang di dalam hatinya bersorak gembira menantikan Michie mengenakan pakaian kurang bahan itu di hadapannya.


"Apa?!! Oma sama Granny yang masukin ini semua?" tanya Michie lagi dan Rein langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya udah buruan ganti baju terus istirahat. Aku yakin kau pasti sudah lelah bukan?" tanya Rein yang memutuskan untuk memakai piyama nya di kamar mandi.


"Aduh Oma, Granny! Aku harus pake yang mana dong?!" gerutu Michie yang terus memilih lingerie di dalam lemarinya untuk mencari yang tidak terlalu terbuka.


Sedangkan Rein yang sudah mengenakan piyama nya kini sudah menunggu Michie di atas Ranjang.


"Mulai saat ini kita tidak boleh pisah ranjang lagi Michie!" gumam Rein yang sudah tidak sabar menantikan Michie.


☘️☘️☘️


Terima kasih banyak buat kalian yang masih berkenan mampir dan baca karya receh aku yaa.


Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya menarik dan seru banget.


Judul : Benih Curian


Karya : Ria Aisyah



Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.

__ADS_1


__ADS_2