
Michie pun kemudian mengajak Hizkiel duduk di sofa panjang yang tak jauh dari mereka dan kembali menanyakan bagaimana ia bisa ada di sini.
"Aku sudah di sini sejak dua bulan yang lalu, Miss. Kau tahu, Daddy membeli perusahaan di Indonesia agar bisa menikahimu dan menjadikanmu sebagai Mommy ku!" ucap Hizkiel dengan bahasa inggris yang fasih.
Namun Michie langsung tertegun dengan apa yang diucapkan dengan Hizkiel barusan.
'What?!! Mr. Marcho ingin menikahiku dan menjadikan aku sebagai Mommynya Hizkiel?' tanya Michie dalam hati.
Ingatannya langsung kembali saat ia masih berada di London. Mr. Marcho selalu ada saat ia butuh pertolongan.
Saat ia hampir terlambat ke kampus, Mr Marcho pasti menawarkannya tumpangan.
Saat Michie mengalami penyumbatan air di toilet apartemennya, Mr. Marcho juga yang membantu mengatasinya karena kebetulan apartemen mereka berdua memang berdampingan.
Bahkan saat Michie sakit pun Mr Marcho lah yang merawatnya hingga sembuh. Namun selama itu Michie sama sekali tidak menduga jika Mr Marcho menginginkannya untuk menjadi Mommy dari Hizkiel.
Tidak hanya Michie yang tertegun kali ini, Fredy yang berdiri tidak jauh dengan mereka pun juga sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Hizkiel yang begitu terang-terangan.
'Mr. Marcho ternyata juga mencintai Michie?' batin Fredy yang sama sekali tidak menyangka sebelumnya.
Usia Mr. Marcho yang hampir menginjak kepala 4 itu ternyata mempunyai selera yang sama dengannya.
Fredy pun kembali menajamkan telinganya untuk mendengarkan apa yang akan Michie ucapkan kepada Hizkiel.
"Hizkiel, Aku sangat tersanjung dengan kata-katamu barusan. Tapi aku sudah menikah beberapa minggu yang lalu!" jawab Michie yang sontak membuat mata Hizkiel berkaca-kaca.
"Miss Michelle sudah menikah?" tanya Hizkiel memastikan kembali apa yang baru saja ia dengar.
Tanpa terasa anak laki-laki berusia tahun itu pun langsung menitikkan air matanya.
"Jangan menangis, Hizkiel. Meski aku sudah menikah, aku juga masih bisa menjadi Mommy mu bukan?" balas Michie sambil mengusap air mata Hizkiel.
"Really?" tanya Hizkiel lagi dan Michie pun langsung menganggukkan kepalanya.
Hizkiel pun langsung memeluk Michie dengan sangat erat. "Can I call you Mommy?" pinta Hizkiel.
"Tentu saja!" balas Michie. "Sekarang katakan pada Mommy, dimana Daddy?"
"Daddy masih ada pekerjaan di luar kota, Mom."
Michie langsung mengerutkan dahinya. "Lalu kau datang kemari dengan siapa?"
"Dia datang bersamaku, Michie!" jawab Fredy yang tiba-tiba muncul di antara mereka.
"Fredy?!" pekik Michie.
Jika tadi ia sangat terkejut dengan kehadiran Hizkiel, kini rasa terkejutnya semakin menjadi jadi saat mengetahui jika Hizkiel ternyata justru datang dengan Fredy.
'Jadi Mr. Marcho Albert yang sebenarnya akan bekerja sama dengan perusahaanku? Ternyata dia pemilik Perusahaan Mc Energy dan kini justru bekerja sama dengan Fredy.'
__ADS_1
Mendengar Michie menyebutkan nama pria yang satu ini, membuat Andy, Jingga dan juga Alicia langsung mendekat ke arah Michie.
"Wow, Wow, Wow!" Fredy langsung mengangkat tangannya.
"Ternyata Michie masih benar-benar dijaga ya sama Rein yang tidak tahu diri itu!" lanjut Fredy.
"Apa maksud mu, Fredy?!" tanya Michie yang sedikit tidak terima dengan ucapan Fredy barusan.
"Bukankah suamimu baru saja menikah lagi dengan Risa?" tanya Fredy kemudian yang sengaja membuat Hizkiel mengetahui hal ini.
"Kenapa kau masih saja mau mempertahankan pernikahan mu yang sudah hancur di hari pertama Michie?"
"Suamimu itu tidak tegas! Tidak bisa memilih antara kau dengan Risa dan malah serakah dengan menikahi kedua-duanya!"
Mendengar ucapan Fredy, Hizkiel pun langsung menggenggam pergelangan tangan Michie dengan sangat erat.
"Apa benar apa yang dikatakan oleh Uncle Fredy, Mom?" tanya Hizkiel meminta penjelasan.
Michie pun langsung menggelengkan kepalanya. Tentu saja tidak, sayang! Apa yang dibicarakan oleh Uncle Fredy sama sekali tidak benar!" jelas Michie.
Hizkiel langsung menatap tajam ke arah Fredy. "Kenapa Uncle Fredy membohongi aku dan menuduh Mommy ku?" tanya Hizkiel dengan tatapan yang sangat tidak suka.
"Aku tidak mungkin menuduhnya tanpa bukti, Hizkiel!"
Fredy pun kini tidak mau kalah dengan Michie. Ia pun langsung mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto pernikahan Michie dan juga foto pernikahan Risa.
"See! Ini adalah foto pernikahan Michie!" Fredy menyodorkan ponselnya ke arah Hizkiel.
"Lelaki yang sama, bukan?" tanya Fredy lagi yang memohon dukungan kepada Hizkiel.
Kali ini Hizkiel lebih mempercayai Fredy dari pada Michie.
"Kenapa Mommy menikahi pria yang sangat buruk?" tanya Hizkiel dengan tatapan kecewa.
"Kenapa Mommy justru membuka hati dengan lelaki yang menciptakan neraka dalam kehidupan Mommy?"
"Kenapa Mommy justru tidak menunggu Daddy ku untuk datang melamar Mommy?"
Serentetan pertanyaan dari Hizkiel pun membuat Michie bingung harus bagaimana menjawabnya.
"Ini sama sekali tidak sama dengan yang kau fikirkan Hizkiel!" timpal Michie.
"Aku kecewa dengan Mommy! Aku akan secepatnya membuat Mommy bercerai dari pria buruk itu dan meminta Daddy segera melamar Mommy!" tukas Hizkiel yang langsung pergi meninggalkan Michie.
"Ayo Uncle, kita pulang!" ajak Hizkiel yang langsung menarik tangan Fredy meninggalkan tempat tersebut.
'Duh, anak ingusan ini kenapa malah buru-buru ngajak pulang sih. Bukannya minta penjelasan dari Michie!' gerutu Fredy dalam hati.
'Kalo seperti ini kan bisa gagal rencana aku!'
__ADS_1
Fredy pun menahan langkah Hizkiel sambil memegang bahunya. "Apa kau tidak mau mendengarkan penjelasan dari Miss Michelle?" tanya Fredy yang langsung dibalas Hizkiel dengan gelengan kepalanya.
"Untuk apa? Semuanya sudah jelas bukan?" balas Hizkiel.
"Ayo kita pulang!"
Ajakan Hizkiel kali ini terdengar mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat lagi. Akhirnya Fredy pun mengikuti langkah anak usia tujuh tahun itu untuk meninggalkan Michie.
Sedangkan Michie hanya menghela nafasnya panjang melihat kepergian Hizkiel bersama dengan Fredy.
"Ternyata masalahnya semakin rumit seperti ini!" gumam Michie pelan.
Keinginan Michie untuk melanjutkan belanjanya pun menguar begitu saja. Ia pun langsung membayar barang belanjaan nya di kasir dan kembali duduk di sofa.
"Kita plang sekarang, Miss Michie?" tawar Andy.
"Kalian tidak jadi berbelanja?" tanya Michie yang melihat Jingga dan Alicia sudah berdiri di belakang Andy.
"Uangnya ma ditabung saja, Nona!" balas Alicia.
"Baiklah, kalau begitu kita langsung pulang saja!" ucap Michie yang sudah sangat ingin beristirahat di Mansion.
Akhirnya Michie pun pulang bersama dengan Alicia. Sedangkan Jingga dan juga Andy kembali ke kantor karena pekerjaan mereka memang belum selesai.
💕💕💕
Sambil menunggu Rein pulang ke Mansion dan meluahkan rindunya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku.
Dijamin ceritanya menarik dan seru banget.
Gamon ( Gagal Move On )
Author: Navizaa
Farel Stuart Alfredo harus merelakan wanita yang dicintainya secara diam-diam yaitu Salmafina bertunangan dengan kekasihnya.
Nada Maura Hermawan juga baru saja patah hati diputuskan oleh pria yang dipacarinya selama Lima tahun.
Keduanya bertemu di pesta pertunangan Salma dan berakhir di atas ranjang dengan sama-sama tidak menggunakan pakaian.
Sebulan kemudian Nada hamil dan Farel yang mengetahui hal itu langsung berinisiatif untuk bertanggung jawab.
"Ayo kita nikah, aku akan bertanggung jawab!" ucap Farel.
Nada masih tidak percaya jika dirinya hamil oleh pria asing yang baru ditemuinya dipesta sahabat baiknya itu.
Akankah Nada dan Farel bisa mempertahankan pernikahan mereka yang begitu tiba-tiba karena adanya anak di antara mereka, padahal keduanya sama-sama memiliki cinta lain yang sulit dilupakan.
__ADS_1
Apakah cinta akan hadir, ataukah mereka memilih berpisah setelah Nada melahirkan?