Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Mau Juga Sama Reihan


__ADS_3

"Sayang!" panggil Rein yang sudah melingkarkan tangannya memeluk Michie.


"Aku benar-benar sangat bahagia mendengar pembelaanmu tadi." tanpa aba-aba Rein langsung mencium bibir Michie di depan Mama Yuri.


Michie pun berusaha mendorong tubuh Rein dan melepas pagutan suaminya, sayangnya kekuatan Michie kalah telak dengan hasr4t Rein yang kembali menggebu setiap berdekatan dengannya.


"Ck, anak ini! Sekalinya jatuh cinta sudah mulai tidak melihat tempat!" gumam Mama Yuri yang kemudian menuju ke pantry untuk menyiapkan makan malam bersama para asisten rumah tangga.


Sedangkan Rein yang sudah puas memagut bibir istrinya pun mengusap bekas pagutannya dengan tersenyum.


"Rasanya sangat sulit meninggalkanmu, sayang!" gumam Rein yang besok harus mengecek lokasi pertambangan di Sumbawa untuk beberapa hari ke depan.


"Kau tetap harus bekerja, Cinta. Bukankah setelah itu kita akan pergi ke Paris?" balas Michie.


Rein menghela nafasnya panjang sambil meletakkan kepalanya di atas pangkuan Michie. Bekerja setelah pernikahan ternyata membuatnya tidak sanggup untuk jauh dari Michie. Terlebih keadaan proyek yang cukup berbahaya sangat tidak memungkinkan untuk membawa istrinya ikut serta.


"Apa yang akan kau lakukan saat aku bekerja di proyek nanti?" tanya Rein sambil memandangi Michie yang sedang mengusap kepalanya dengan lembut.


"Tentu saja bekerja ke kantor untuk menggantikan Mom Lili. Bukankah selama ini aku belajar untuk itu?" jawab Michie.


"Jangan terlalu lelah ya sayang! Aku akan langsung menghubungi mu jika mendapatkan signal di proyek nanti!" ucap Rein yang langsung diangguki kepala oleh Michie.


"Oke cinta. Suamiku juga harus semangat dong!" balas Michie melihat Rein yang tampak begitu berat untuk melepaskannya.


"Makan yuk!" ajak Michie. "Setelah ini aku akan membantu membereskan keperluanmu untuk bekerja besok!"


...๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ...


Di sisi lain, Risa yang sudah tiba di hotel pun kini mulai sadar dari pingsannya. Namun tangisnya langsung pecah mengingat kemalangannya kali ini yang secara tidak sadar sudah tertipu oleh Rein dan keluarganya.


Reihan yang sangat iba melihat Risa yang tampak sangat terpuruk pun langsung memeluk istrinya dengan sangat erat.


"Jangan menangis, sayang! Aku berjanji akan membuatmu bahagia!" ucap Reihan membuat tangis Risa semakin kencang.


"Lepaskan aku, burik!" gertak Risa sambil melepaskan dirinya dari pelukan Reihan.


"Aku benar-benar tidak sudi memiliki suami sepertimu yang tidak pernah ada dalam bayanganku!"


Reihan pun melepaskan pelukannya dan menjauh dari Risa.


"Terserah! Yang penting saat ini statusmu adalah istriku!"

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak berniat untuk menceraikanmu! Dan kau tetap harus melayani aku sebagai istri!" timpal Reihan membuat Risa sedikit bergidik ngeri mengingat saat permainan tadi justru dia sendiri yang begitu agresif.


"Aku mau pulang!" pinta Risa.


"Ini sudah malam, Risa! Istirahatlah dulu. Besok kita pulang!" ucap Rein yang sudah mulai melepaskan bajunya satu per satu di depan Risa tanpa malu sedikit pun.


"Hei!" sarkas Risa yang sudah mulai panas dingin melihat Reihan yang kini hanya mengenakan boxernya yang super pendek dan ketat.


"Apa kau tidak bisa mengganti pakaianmu di kamar mandi, hah?!" tanya Risa dengan nada ketus.


"Memangnya kenapa jika aku mengganti pakaian ku sendiri di depan istriku?" tanya Reihan dengan nada yang sedikit menantang Risa.


"Atau jangan-jangan kau mulai menginginkan aku kembali mencumbumu, sayang?" tanya Reihan yang mulai mendekat ke sofa di mana Risa sedang duduk.


"Cih, najis!" umpat Risa sambil membuang wajahnya. Namun entah kenapa kali ini hati dan mulutnya mulai tidak sinkron.


Meski mulutnya menolak tawaran Reihan secara mentah-mentah, namun hatinya justru menginginkan hal yang sebaliknya. Terlebih kali ini Reihan sudah mulai berani mengusap p4h4 istrinya pelan.


"Yakin tidak ingin?" tanya Reihan yang tangannya mulai masuk ke dalam dress yang dikenakan oleh Risa.


Risa sangat ingin menepis tangan Reihan, namun apa daya jika ia justru menggigit bibir bawahnya dan menahan d3s4h4nnya membuat Reihan langsung tersenyum smirk.


Dengan santai Reihan memakai kaos oblongnya dan celana pendek tanpa mempedulikan Risa yang memandang ke arahnya dengan pandangan kecewa.


'Sial banget sih! Kenapa malah berhenti di saat aku sedang begitu menikmatinya!' gerutu Risa dalam hati.


"Gantilah pakaianmu dan tidurlah di atas ranjang! Aku akan mengalah malam ini untuk tidur di sofa!" ucap Reihan membuyarkan lamunan Risa.


Dengan kesal Risa pun bangun dari tempat duduknya dan kali ini ia membalas Reihan dengan sengaja mengganti dress nya di depan Reihan. Jauh dalam lubuk hatinya ia menginginkan Reihan langsung meminta hak nya sebagai suami.


Reihan pun menelan ludahnya kasar melihat Risa yang tampak begitu menggoda di matanya. Terlebih saat Risa memilih untuk memakai lin9eri3 dari pada memakai piyama.


Namun, Reihan mencoba untuk menahan dirinya untuk tidak mendekati Risa meski otongnya sudah mulai meronta-ronta dan terasa sesak di bawah sana.


Risa langsung naik ke atas ranjang dan berbaring tanpa menyelimuti dirinya. Namun sudah lima belas menit berlalu, Reihan tidak juga mendekatinya hingga Risa merasa sangat kesal karena tubuhnya sudah mulai kedinginan.


'Ck, Reihan kok gak deketin aku sih!' gerutu Risa dalam hati.


Ia pun langsung duduk melihat ke arah sofa. Betapa terkejutnya Risa saat melihat Reihan sudah memejamkan matanya.


'Dasar burik sialan!' umpat Risa dalam hati sambil menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang sudah mulai kedinginan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Risa pun sudah mulai terlelap. Namun di tengah tidurnya, tiba tiba mulutnya terus mengeluarkan des4h4n dan membuatnya membuka matanya perlahan.


Betapa terkejutnya Risa saat mendapati mulut Reihan yang diam-diam sudah bermain di dadanya seperti bayi. Kali ini Risa sudah tidak ingin berpura-pura di depan Reihan jika ia sangat menginginkan Reihan berbuat lebih padanya.


Risa pun mulai mengimbangi permainan Reihan dengan menekan kepala Reihan di dadanya. Akhirnya permainan keduanya pun terus berulang sampai Risa dan Reihan benar-benar kewalahan.


"Aku sangat mencintaimu, Risa!" bisik Reihan sambil mengecup kening istrinya.


Risa tidak menjawab ucapan Reihan kali ini. Ia hanya tersenyum dan memeluk Reihan dengan sangat erat.


Meskipun Risa belum mengucapkan kata cinta terhadap Reihan, tetap saja sikapnya sudah memperlihatkan jika ia membalas perasaan Reihan.


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Naaah, kaaan akhirnya Risa mau juga sama babang Reihan. Mohon maaf semuanya yaa, author baru sempat update karena kerjaan senin selalu padat merayap di kantor.


Sambil menunggu kelanjutannya, mampir yuuk ke karya bestie aku. Dijamin ceritanya keren dan seru.


Nama Pena : Mom Al


Judul Novel : Mengandung Benih Pria Asing



Yuuuk, tinggalkan jejak kalian semua yaaa. Like dan komentar kalian adalah semangat Author ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ


Like ๐Ÿ‘


Comment ๐Ÿ’ฌ


Subscribe โค๏ธ


Vote ๐Ÿ’ž


Gift ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ’บ


Dan Tonton iklannya ๐Ÿ“น๐Ÿ“ฝ๏ธ juga ya

__ADS_1


__ADS_2