
'Ini benar-benar sangat memalukan jika foto itu di pertontonkan di depan banyak orang.' gumam Michie dalam hati sambil mempertimbangkan tawaran Rein.
"Mendekatlah dan jangan ambil kesempatan dengan posisi ini!" tukas Michie membuat Rein kembali bersorak penuh kemenangan dalam hatinya.
"Aku tidak pernah mengambil kesempatan apapun darimu Michie!" bisik Rein yang mulai mengikis jarak mereka.
"Lakukan dengan baik agar kita cepat pulang!" pinta Rein membuat Michie langsung memejamkan matanya saat wajah Rein mulai mendekat.
Tanpa menunda-nunda lagi, Rein langsung mendaratkan bibirnya di bibir Michie tanpa ada gerakan yang lebih dari itu. Namun deru nafas Michie kali ini justru membuatnya membuka sedikit mulutnya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, Rein kali ini seperti mendapatkan durian runtuh dan langsung mema9ut pelan bibir wanita yang saat ini tidak berjarak dengannya.
"Cut!" teriak Dira membuat Michie sedikit menjauh dari Rein dan berbalik meninggalkan Rein yang berdiri terpaku menatap kepergiannya.
"Sepertinya kau harus segera mengejarnya Rein, jika tidak maka ia akan merajuk lama," tukas Dira sambil menepuk bahu Rein.
"Oke, dan aku akan memberi bayaran mahal untuk kerja kerasmu kali ini Dira!" balas Rein yang bergegas menyusul langkah Michie.
☘️☘️☘️
"Apa kau marah denganku, Michie?" tanya Rein saat mereka sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka pulang.
"For what?!" tanya Michie dengan santai.
"Tentang ciuman tadi."
"Tidak masalah, Rein. Itu bukanlah masalah yang pelik untukku," balas Michie membuat Rein sedikit terhenyak.
"Benarkah?"
Michie mengerutkan dahinya dan menatap ke arah Rein yang duduk di sampingnya.
"Apa kau terbawa perasaan dengan ciuman kita tadi?" tanya Michie yang sedikit terdengar meremehkan Rein.
"Jangan terlalu baper, Rein. Aku takut kau justru benar-benar mencintaiku nantinya dan kau akan merasakan sakit hati karena aku tidak akan pernah mencintai siapa pun," lanjut Michie lagi.
"Bagaimana jika aku benar-benar jatuh hati padamu, Michie?" tanya Rein serius. Sambil memandang ke arah Michie secara intens.
Awalnya Michie sangat terkejut dengan apa yang dituturkan oleh Rein barusan. Namun, ia cepat-cepat menguasai perasaannya yang selalu bergemuruh setiap berdekatan dengan Rein akhir-akhir ini.
"Simpan saja omong kosongmu itu kepada wanita yang lain, karena aku tidak akan tertarik sedikitpun tentang urusan cinta!" jawab Michie dengan tegas.
Rein pun terdiam dan enggan menimpali ucapan Michie barusan. Kini suasana kembali hening karena mereka berdua berkecamuk dengan masalah mereka masing-masing.
Bahkan sampai mobil berhenti di depan Mansion Michie, tidak ada sama sekali yang mereka bicarakan sepanjang perjalanan.
"Thanks for today, Rein." ucap Michie sambil bersiap untuk keluar dari mobil Rein.
__ADS_1
"Besok aku akan menjemputku jam tujuh pagi karena permasalah yang kini sedang kau hadapi sedikit pelik."
Ucapan Rein barusan hanya diangguki kepala oleh Michie yang kemudian keluar dari mobil Rein dan langsung masuk ke dalam Mansionnya.
🍵🍵🍵
Keesokan harinya, Rein sudah sampai di Mansion Michie sebelum jam tujuh pagi dan mereka pun bergegas menuju ke hotel dimana pernikahan Belva dengan Ecca digelar karena mereka berdua sedang menikmati fasilitas honey moon di sana.
Sesampainya di sana, tampak Belva dan juga Ecca sudah menunggu di tempat yang sudah mereka reservasi sebelumnya.
"Maaf sudah membuat kalian berdua menunggu," tukas Rein yang langsung mengulurkan tangannya menyalami Belva.
"Tidak masalah Rein. Oh iya, kenalkan ini Ecca, Istriku. Saat ini ia menjabat sebagai advokat muda di firma milikku," balas Belva memperkenalkan istrinya kepada Rein.
"Wow, ternyata selera seorang Belva bagus juga ya. Daun muda yang sangat cantik," puji Rein menyalami Ecca.
Ecca pun membalas uluran tangan Rein sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Senang bertemu dengan anda Mr. Rein," tukas Ecca dengan sangat sopan.
"Selamat ya untuk pernikahan kalian berdua. Maaf kemarin aku tidak bisa mengucapkan selamat secara langsung kepada kalian."
"Kenalkan ini, Michie, calon istriku!" tukas Rein yang kemudian memperkenalkan Michie kepada Belva.
"Anda cantik sekali, Nona," puji Ecca sambil menyalami tangan Michie.
"Waah, dengan senang hati Kak Michie!" balas Ecca.
Mereka pun kemudian mulai membahas masalah yang saat ini dialami oleh Michie. Kali ini Belva memberi peluang untuk Ecca menyelesaikan masalah Michie.
Dengan sangat lugas Ecca memberikan beberapa jalan keluar untuk permasalahan Michie kali ini. Dengan beberapa bukti yang dibawa oleh Michie, sudah tentu Daddy nya itu tidak bisa mengagalkan pernikahan Michie.
Terlebih selama ini Dad Eden Hag tidak pernah ikut andil sedikit pun dalam kehidupan Michie. Pernikahan Michie tetap bisa berjalan dengan pewakilan wali nikah, dan juga dilindungi oleh kuasa hukum yang handal.
Mendengar keterangan Ecca kali ini membuat Michie bisa bernafas dengan lega.
"Terima kasih Ecca, kau benar-benar sangat membantuku dan membuatku bisa bernafas lega saat ini," tukas Michie.
"Aku sangat senang bisa membantumu keluar dari masalah ini kak Michie, kami juga akan mendampingi besok ke KUA," balas Ecca.
Kehebatan Ecca kali ini pun tidak luput dari pujian Rein.
"Istrimu benar - benar sangat cerdas, Belva," puji Rein. "Bahkan dari kecerdasan Ecca mengemukakan penyelesaian membuatnya terlihat semakin terlihat cantik dan mempesona.
Deg!
Pujian Rein kali ini memuat Belva dan juga Michie sama-sama menatap tajam ke arah Rein.
__ADS_1
"Simpan saja pujianmu itu calon istrimu, Rein!" tukas Belva dengan nada kesal.
"Hei, apa memuji istrimu saja membuatmu sangat cemburu, bro?" tanya Rein yang sengaja menggoda Belva.
"Tentu saja aku cemburu," timpal Belva yang tampak sangat posesif dengan Ecca. Ia pun langsung menggenggam tangan Ecca dengan sangat erat membuat Ecca sedikit merasa malu.
"Ayolah, Bee. Mr Rein pasti hanya bermain main saja," balas Ecca sambil mengendurkan genggaman tangan Belva.
"Lagi pula aku sangat tidak menyangka bisa bertemu dengan CEO pemilik pertambangan besar di Indonesia. Bukankah ini sebuah pertemuan yang sangat luar biasa?" tukas Ecca membuat Belva semakin cemburu.
Ungkapan Ecca kali ini tanpa sengaja membuat Michie merasa sedikit panas hati, terlebih saat Rein terlihat sangat tidak menganggapnya ada di situ.
'Ck, bisa-bisanya Rein memuji wanita lain di depanku!' batin Michie geram sambil m3r3m4s dress yang ia kenakan. Terlebih advokat muda yang baru ia kenal dengan nama Ecca itu tampak sangat cantik dan imut.
"Aku juga sangat senang bisa berkenalan dengan Kak Michie yang tampak sangat cantik di mataku. Pantas saja Mr Rein sudah lama tidak memiliki pendamping hidup, ternyata dia sedang menunggu bidadari secantik kakak," puji Ecca membuat Michie hanya menyunggingkan senyumnya.
'Kau hanya tidak tahu apa perjanjian dan masalah yang ada di balik Pernikahanku dengan Rein nanti, Ecca. Meski kau tampak sangat bahagia dengan pernikahan mu, aku rasa aku tidak bisa merasakan semua kebahagiaan itu di Pernikahanku nanti.' gumam Michie dalam hati.
Setelah dirasa cukup, Belva pun langsung mengajak Ecca untuk meninggalkan tempat tersebut terlebih dahulu, sedangkan Rein masih tinggal untuk menikmati sarapan bersama Michie.
☘️☘️☘️
Kali ini Author kasih Main Caracter di Novel sebelah yang kebetulan profesi nya adalah sebagai pengacara.
Nah, kira-kira Michie cemburu juga gak sih kayak Belva yang terang-terangan merasa cemburu dengan Ecca?
Sambil nunggu kelanjutannya, mampir juga yuk ke Novel Belva dengan Ecca yang dijamin ceritanya seru meskipun Author bikinnya memang #Pov.Pelakor, kali ini pelakor nya gak ngeselin deh.
Judul Novelnya : Kurebut Suami Kakakku
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.
__ADS_1