
Michie pulang ke Mansion dengan perasaan yang sangat lega, begitu juga dengan Rein. Selama perjalanan pulang, Michie terus saja mengelendot manja di lengan Rein.
“Aku tidak menyangka kita bisa melewati masalah ini dengan baik, cinta!” tukas Michie.
“Ini semua karenamu, sayang. Kau lah yang terhebat dalam menyelesaikan masalah ini!” balas Rein sambil mengecup kepala Michie.
“Kita pulang menjenguk Mom Lili ya!” pinta Michie yang tentunya langsung disetujui oleh Rein.
“Oke sayang. As you wish, baby!” balas Rein yang perlahan memegang dagu Michie dan mengarahkan wajahnya agar menatap ke arahnya.
“Terima kasih untuk segalanya, cinta. Aku sangat bahagia memiliki istri sepertimu!” tukas Rein sambil menatap netra Michie. Perlahan tangannya sudah menarik tengkuk leher Michie dan siap untuk mendaratkan bibirnya ke bibir istrinya.
Sikap Rein barusan membuat Michie tersipu. Terlebih saat ini masih ada Arel yang fokus mengendarai mobil. Michie pun memalingkan wajahnya sambil mendorong tubuh suaminya.
“Jangan seperti ini, sayang! Masih ada Arel tuh!” gumam Michie menahan malu.
“Arel! Kau bisa tetap fokus menyetir mobil bukan?” tanya Rein kemudian.
“Siap Mr!” jawab Arel yang berusaha untuk tidak mencuri pandang ke arah dua insan yang sedang di mabuk asmara.
Mendengar jawaban Arel barusan membuat jemari Rein mulai mengusap bibir istrinya. “Arel tidak akan mengganggu kita sayang!” bisik Rein.
Michie pun memejamkan matanya membuat Rein tersenyum penuh kemenangan. Tanpa menunggu lama, Rein langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Michie dan memagutnya dengan sangat lembut namun terus menuntut.
Tapi kali ini Michie yang sudah mulai mengimbangi permainan Rein pun tidak sampai kehabisan nafas seperti sebelumnya. Bahkan Michie juga sudah membalas pagutan Rein yang mulai l!ar.
Perlahan tangan Rein pun turun menyusuri leher Michie yang kemudian terus menyentuh bahu istrinya. Bahkan bibir Rein sudah mulai turun ke leher istrinya dan meninggalkan jejak di sana.
“Sayang!” gerutu Michie kembali mendorong tubuh suaminya.
__ADS_1
Leher Michie langsung tampak memerah akibat bibir Rein barusan. Michie pun mengusap lehernya sambil mengeceknya lewat layang yang ada di ponselnya.
“Gimana dong ini?!” gerutu Michie sambil mengusap lehernya berkali-kali.
Bukannya merasa bersalah, Rein justru melingkarkan tangan kirinya dan merengkuh tubuh istrinya dalam pelukannya.
“Biarkan saja!” balas Rein santai.
“Aku ingin seluruh dunia tahu jika kau hanya milikku!” lanjutnya lagi.
Michie hanya menghela nafasnya panjang mendengar ucapan Rein. “Kau membuatku sangat malu di depan Mommy!” gerutu Michie kesal.
“Tidak akan, sayang! Aku bisa jamin jika Mom Lili tidak akan membuatmu malu!” balas Rein.
Tak lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Arel tiba di halaman Mansion Michie. Michie yang sudah merindukan mommy nya pun langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam Mansion tanpa menghiraukan Rein yang tertinggal di belakang.
“Mommy!” teriak Michie.
“Hai sayang! Bagaimana kabarmu?” tanya Mom Lili sambil memeluk putrinya.
“Aku baik Mom, Mommy apa kabar?” tanya Michie balik.
“See! Mommy juga sangat baik sayang. Mana Rein?” Mom Lili memutar tubuhnya untuk mencari keberadaan menantunya.
“Saking rindunya, Michie sampai melupakan menggandeng tangan suaminya sendiri, Mom!” tukas Rein yang baru saja masuk ke dalam Mansion dan langsung menyalami mama mertuanya.
“Mommy sangat bahagia melihat kalian bahagia seperti ini! Oh iya, kalian istirahatlah di kamar. Mommy akan selesaikan buat kue dan menyiapkan makan siang untuk kalian!” tukas Mom Lili yang sudah siap untuk kembali berkutat di pantry.
“Aku akan membantu Mommy kali ini!” timpal Michie yang kemudian mengikuti langkah mommy nya menuju ke pantry.
__ADS_1
“Tidak usah Michie! Lebih baik kau temani Rein beristirahat di kamar. Bukankah Rein juga baru pulang dari proyek?”
“Mommy yakin dia pasti lelah!” balas Mom Lili lagi yang tidak mau mengganggu momen kebahagiaan mereka.
Mendengar Mom Lili mempersilakannya dan Michie untuk beristirahat di kamar, membuat hati Rein langsung bersorak bahagia.
“Mom Lili memang the best mama mertua!” bisik Rein yang sudah memeluk Michie dari belakang.
Tanpa hitungan detik, Michie kini sudah ada dalam gendongan Rein yang membawa tubuhnya ala bridal style.
“Tunjukkan di mana kamarmu, sayang!” pinta Rein yang sudah menaiki anak tangga menuju kamar Michie.
“Tapi, sayang. Ini masih siang!” balas Michie yang sudah membayangkan apa yang akan terjadi antara mereka jika mereka sama-sama berada di dalam kamar yang sama.
“Aku sangat menginginkanmu, istriku sayang. Tanpa mengenal waktu!” bisik Rein lagi sambil mencium tengkuk leher Michie dan membuat Michie seketika meremang.
“Rein!” pekik Michie kesal.
“Sssttt! Kau dilarang memanggilku seperti itu sayang!” balas Rein yang mulai menatap Michie dengan tatapan nakalnya.
“Oke, cintaaa. Istirahatlah kali ini. Simpan tenagamu untuk perjalanan besok! Bukankah kita harus membereskan koper dan barang bawaan kita?”
“As you wish, baby!” tukas Rein membuat Michie bernafas lega.
Setidaknya kali ini ia juga bisa mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu lelah.
❤️❤️❤️
Jangan lupa mampir yuk ke Novel bestie aku
__ADS_1