
Deg!
Michie terkejut bukan main saat lelaki di hadapannya kini telah mengatakan siapa dirinya sebenarnya.
'Apa? Jadi Rein benar-benar Ardy!' batin Michie gusar. Ia sangat tidak menyangka akan bertemu dengan lelaki yang sangat ia hindari secepat ini.
Michie mengusap wajahnya kasar dan langsung menutup macbook nya. "Sepertinya Mommy ku sudah salah langkah menjalin kerja sama denganmu, Rein!"
"Pembohong besar yang tidak tahu diri!" umpat Michie yang langsung beranjak dari tempat duduknya. Namun dengan cepat Rein menahan Michie agar tidak meninggalkannya begitu saja.
"Ada apa denganmu, Michie?!"
"Apa yang sudah membuatmu membenci ku dan bersikap semarah ini denganku?!"
"Bukankah seharusnya aku yang marah denganmu karena malam reuni itu? Dengan enaknya kau meminta ku untuk menjadi pacar Bayaran mu!"
"Bahkan kau juga seenak jidat menganggap sebagai 9i9olo! Tidak hanya itu, kau juga mencuri ciuman pertamaku yang seharusnya aku berikan kepada wanita yang aku cintai!" protes Rein panjang lebar.
"Tapi kamu gak perlu renggut kesucian aku di malam itu meskipun saat itu aku dalam pengaruh obat per@n9s@ng!" sarkas Michie dengan mata yang berkaca-kaca.
"Merenggut kesucian?" tanya Belva mengulang sepenggal ucapan Michie.
'Ooh, jadi ini yang membuat Michie membenci ku dan langsung pergi ke London sampai tidak pulang selama 5 tahun belakangan ini,' gumam Rein dalam hati yang mulai paham apa alasan Michie yang tidak pernah kembali ke negara asalnya sendiri.
"Kau hanyalah lelaki paling jahat yang pernah aku kenal!" Michie mendorong tubuh Rein dengan sangat kuat dan kemudian bergegas menuju ke pintu keluar.
"Bagaimana jika malam itu aku sama sekali tidak merenggut kesucian mu? Apa kau masih akan membencimu, Michie?" tanya Rein membuat Michie menghentikan langkahnya.
'Apa?! Rein tidak merenggut kesucian ku?' tanya Michie dalam hati.
"Aku justru membantumu menetralisir pengaruh obat itu dengan mengajakmu berendam di air hangat sampai kau tertidur."
"Setelah itu aku memanggil jasa layanan kamar yang perempuan untuk mengganti pakaianmu, karena aku tidak tega melihatmu tidur dengan memakai pakaian basah."
"Tidak hanya itu, aku juga terus berjaga sampai pagi untuk memastikan suhu tubuhmu agar tidak meningkat karena kau berendam cukup lama di dalam bath tub."
"Apa seperti itu yang dinamakan pria jahat? Lalu bagaimana denganmu yang justru sangat membuatku kerepotan sepanjang malam?"
"Apa yang pantas aku sematkan untuk menyebut wanita sepertimu, Michie?!"
Penjelasan Rein kali ini membuat Michie sangat lega. Ternyata apa yang ia takutkan dan fikirkan selama 5 tahun ini hanya kesalahan pahaman belaka.
__ADS_1
Sayangnya saat ini Michie justru merasa malu setelah mengetahui semua kebenaran yang terjadi di malam itu. Ia pun memutuskan untuk terus melangkah dan meninggalkan ruangan Rein.
Ia pun langsung menanyakan ruang Mommynya kepada salah satu karyawan dan segera menuju ke sana.
"Mommy!" panggil Michie yang langsung mnghambur memeluk Mommynya.
"Ada apa Michie?" tanya Mom Lili yang tampak mengkhawatirkan Putrinya.
"Aku tidak suka bekerja sama dengan Rein, Mom. Aku tidak suka bekerja sama dengan laki-laki," jawab Michie membuat Mom Lili semakin penasaran, apa yang sudah membuat anak gadis satu-satunya sampai trauma seperti ini.
Sejak Daddy dan Mommynya bercerai, Michie memang terlihat sangat dingin dengan lelaki mana pun. Tetapi kali ini Mom Lili rasa trauma Michie begitu mendalam dan membuat Mom Lili sangat khawatir dengan Putrinya.
Meskipun Mom Lili pernah gagal dalam menjalin hubungan dan berumah tangga, tetap saja ia mendambakan Putrinya bahagia dengan lelaki pilihannya.
"Okey, Michie. Sekarang lebih baik ceritakan apa yang sebenarnya membuatmu sampai trauma seperti ini?" tanya Mom Lili.
Lagi-lagi Michie bungkam dan tidak menjawab pertanyaan Mommynya.
'Jika kemarin aku sangat malu mengatakan kepada Mommy jika aku sudah tidak perawan lagi. Sekarang aku justru malu untuk menceritakan kesalah pahaman ku selama 5 tahun ini,' gumam Michie dalam hati.
"Yang jelas aku sangat tidak suka bekerja sama dengan Rein, Mom," jawab Michie.
"Itu bukan jawaban yang Mommy inginkan dari dulu Michie. Mommy hanya ingin tahu, masalah apa yang kamu pendam selama ini sampai membuatmu trauma begini?" tanya Mommynya dengan nada yang mulai terdengar kesal karena Michie tidak kunjung bercerita dengannya.
"Aku tidak gila, Mom" gerutu Michie kesal.
"Baiklah, jika kamu tidak menceritakan masalahmu pada Mommy. Mommy anggap kamu tidak memiliki masalah apapun dan kembalilah bekerja dengan Rein!" perintah Mom Lili membuat Michie mendengus kesal.
Tak lama kemudian pintu ruangan Mom Lili di ketuk oleh seseorang dan tampak asisten pribadi Reinhard datang untuk menjemput Michie.
"Maaf Mrs. Lili. Mr. Rein meminta saya untuk menjemput Miss Michie karena masih banyak hal yang perlu dilakukan," jelas Arel.
"Kau dengar Michie? Mr. Rein kini sedang memanggilmu. Bergegaslah kembali ke ruang kerjamu!" perintah Mom Lili yang langsung berkutat dengan setumpuk berkas yang ada di atas mejanya.
Dengan kesal Michie pun mengikuti langkah Arel, asisten Rein. Namun saat di lift khusus pimpinan, Arel tidak ikut masuk ke dalam.
"Silahkan tekan tombol 15 untuk segera menemui Mr. Rein di ruang kerjanya." ucap Arel.
"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Michie yang mendapati Arel tidak masuk ke dalam lif bersamanya.
"Masih ada tugas penting yang harus saya kerjakan," jawab Arel yang langsung meninggalkan Michie di dalam lift.
__ADS_1
Ting! ย
Saat pintu lift terbuka, tampak Rein sudah menunggunya di depan pintu lift sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"CEO sepertimu ini hanya membuat perusahaan mu gulung tikar!" gertak Rein yang membuat Michie sedikit terkejut.
"Kau sudah membuang-buang waktuku, Miss Michie. Jika seperti ini, harapan untuk hanya 1 bulan saja belajar mengelola perusahaan pasti mustahil."
"Jika ingin cepat selesai, setidaknya kita harus bekerja sama dengan baik. Jika kau masih tetap tidak bisa bekerja sama dengan baik, maka kita pasti akan menghabiskan waktu selama 6 bulan" ancam Rein yang membuat Michie memutar bola matanya malas.
"Maaf!" ucap Michie ketus yang kemudian berjalan lebih dulu melewati Rein.
Kini Michie kembali fokus menatap layar macbook nya dan mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan perusahaannya.
Sedangkan Rein terus saja memandangi Michie yang tampak dari pantulan layar macbook nya.
'Aku tidak akan melepaskanmu kali ini, Michie! Kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau perbuat di malam reuni 5 tahun yang lalu denganku!' gumam Rein dalam hati.
"Rein, bisa jelaskan aku tentang yang ini?" tanya Michie sambil menunjuk ke layar macbook miliknya.
"Bentuk kurvanya sangat berbeda dengan apa yang aku pelajari," lanjutnya lagi membuat Rein langsung menggeser kursinya dan mendekat ke kursi Michie.
"Yang mana?" tanya Rein tepat di telinga Michie.
Suara Rein yang terdengar begitu lembut di telinganya membuat jantung Michie berdegub kencang. Terlebih saat tangan Rein memegang tangannya yang masih memegang mouse dan mengarahkan cursor ke kurva yang kini ditanyakan oleh Michie.
๐๐๐
Terima kasih sudah berkenan hadir di karya receh Author.
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 ๐๐๐๐๐
Like ๐
Comment ๐ฌ
Subscribe โค๏ธ
Vote ๐
__ADS_1
Gift ๐นโ๐บ
Dan Tonton iklannya ๐น๐ฝ๏ธ juga ya.