Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Sebelum Lamaran


__ADS_3

Di tengah kebimbangan Rima kali ini, Dira pun kembali buka suara.


“Talak ku sudah jatuh padamu, Rima. Jadi kau tidak perlu bimbang lagi!” ucap Dira membuat tangis Rima semakin pecah.


“Lagi pula semua barang-barang milikku juga sudah aku pindahkan dari sini. Anggap saja rumah ini adalah hakmu yang memang harus aku penuhi sebagai harta gono gini,” ucap Dira lagi yang sudah siap pergi membawa kopernya.


“Jangan pergi, Dira! Aku mohon!”


“Kita bisa bicarakan baik-baik masalah ini!” pinta Rima yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Dira.


Kali ini Rima hanya bisa menangis meratapi statusnya yang baru saja menjadi seorang janda. Sedangkan Risa terus memeluk kakaknya tanpa ada perasaan bersalah sedikit pun.


“Jangan pernah merasa sendiri kak, aku akan selalu ada untuk kakak!” ucap Risa berharap bisa mengurangi kesedihan kakaknya.


“Kakak gak papa Ris!” ucap Rima menyeka air matanya.


“Istirahatlah! Kau harus mempersiapkan dirimu untuk lamaran besok.”


“Sekarang biarkan kakak sendiri dulu!” pinta Rima.


Risa pun akhirnya kembali ke kamarnya untuk beristirahat meninggalkan Rima sendiri.


🎍🎍🎍 


Jika Rima saat ini sedang dirundung pilu karena status barunya yang menjadi seorang janda, Michie justru sedang menjadi wanita yang paling bahagia karena perhatian Rein yang sangat luar biasa.


Michie yang baru saja mandi kini sedang dibantu Rein untuk mengeringkan rambutnya.


“Sampo apa tadi yang kau pakai sayang?” tanya Rein sambil memegang hair dryer nya.


“Tentu saja sampo yang ada dikamar mandimu, Rein!”


“Masa’ sih?” tanya Rein mendekatkan hidungnya dan mencium rambut Michie.


“Kok harumnya beda? Lebih harum yang ini!” ucap Rein sambil mencium pipi kiri istrinya.


“Ck, modus!” gerutu Michie mengulum senyumannya.


Setelah rambut Michie kering, mereka berdua pun langsung menikmati makan malam mereka. Kali ini Rein tidak memperbolehkan Michie menyuapinya, karena Rein sendiri yang akan menyuapi istrinya.


“Sayang...”


“Bisa tidak jika aku memintamu untuk memanggilku dengan panggilan mesra?” tanya Rein.


“Contohnya...” balas Michie.


“Honey mungkin, atau baby, emm sayang juga boleh. Tapi jangan panggil Rein lagi. Tidak sopan!” balas Rein.


“Terus aku dipanggil apa dong?” bukannya menjawab permintaan Rein, Michie justru bertanya balik pada suaminya.

__ADS_1


“I will call you, sayang, baby, honey, semuanya akan aku gunakan untuk memanggilmu karena kau segalanya untukku sayang!” jawab Rein.


Michie hanya mengangguk anggukkan kepalanya mendengar jawaban Rein kali ini.


“Dan aku akan memanggilmu,...” Michie mendekatkan bibirnya ke telinga Rein dan mulai berbisik dengan nakal.


“CINTA...” bisik Michie membuat sang perwira milik Rein langsung terasa sesak di bawah sana.


Rein langsung meletakkan sendok yang ia pegang dan langsung bersiap untuk mendekap istrinya. Sayangnya dengan cepat Michie berdiri dan meninggalkan Rein yang masih duduk di tempatnya.


“Aku sudah kenyang Rein, ayo kita pulang. Orang di Mansion pasti sudah menunggu kita!” ajak Michie sambil merapikan tasnya.


“Sudah mulai nakal sekarang ya!” gumam Rein sambil membereskan sisa makanannya.


Michie hanya terkekeh pelan mendengarkan gumaman Rein. Tapi kali ini Michie tidak memberikan kesempatan untuk Rein yang sudah ingin mencumbunya lagi.


🎍🎍🎍


Keesokan harinya, Rein dan seluruh keluarga besarnya mulai di sibukkan dengan berbagai persiapan acara lamaran Risa. Di tengah kesibukan keluarga Rein, Dira pun datang bersama dengan Arel dan juga Andy.


Tujuan kedatangan Dira kali ini adalah untuk meminta maaf kepada Papa Finn dan seluruh keluarga Rein tanpa terkecuali tentang permintaan gila dari Risa. Bahkan Dira juga mengatakan jika ia sudah menjatuhkan talak untuk Rima.


“Kenapa harus sampai menjatuhkan talak kepada Dokter Rima?” protes Michie.


“Yang salah di sini itu Risa, bukan kakaknya!” lanjut Michie lagi.


“Rima juga bersalah karena dia justru memenuhi keinginan Risa!” balas Dira.


Ada perasaan yang tidak tega dalam hati Michie mendengar Dira menceraikan dokter Rima.


“Cinta!” panggil Michie sambil memandang ke arah Rein.


“Aku harap kau bisa membujuk Dira untuk rujuk setelah acara ini selesai!” pinta Michie yang langsung di angguki kepala oleh Rein.


Rein pun mengajak Dira, Arel dan juga Andy untuk mempersiapkan acara lamaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Sedangkan Michie bersama dengan kedua sahabatnya fokus pada penampilan Reihan yang kebetulan sudah tiba di Mansion.


“Aku tidak menyangka jika kau menyiapkan rencana sehebat ini untuk mengelabui, Risa!” ucap Dira yang begitu kagum dengan berbagai persiapan yang Rein buat.


“Bukan aku, tetapi istriku yang mempunyai ide hebat ini!” balas Rein yang dengan bangganya memperlihatkan foto Reihan yang di make over sangat mirip dengannya.


Setelah berbagai rencana sudah dipersiapkan dengan baik, kini tiba saatnya mereka semua pergi menuju ke rumah Risa. Sayangnya, Rein justru membuat rencananya sedikit terhambat kali ini saat melihat Reihan yang akan berada satu mobil dengan Michie.


“Heh, ngapain kamu naik mobil istriku?!” tanya Rein sambil menarik jas yang dikenakan Reihan.


Semua mata kini tertuju pada Rein.


“Rein, bukankah rencana nya memang begitu?” tanya Papa Finn. “Michie akan pergi ke rumah Risa dengan Reihan sedangkan kau menunggu di Mansion.”


“Aku tahu, pa. Tapi bukan berarti dia harus satu mobil dengan istriku!”

__ADS_1


“Ya terus bagaimana dong?” tanya Mama Yuri mengingat mobil yang tertinggal di Mansion hanyalah milik Michie. Sedangkan yang lain sudah menuju ke rumah Risa terlebih dahulu.


“Kali ini aku yang akan menjadi sopir kalian!” ucap Rein yang merasa begitu cemburu melihat Reihan menggantikan posisinya kali ini.


“Gak bisa gituh dong, Cinta. Mobilnya mana cukup?” balas Michie membayangkan 5 orang masuk ke dalam mobilnya sekaligus.


“Bisa!” balas Rein dengan tegas. “Aku dengan Michie di depan. Papa, mama, dan juga Reihan duduk di belakang.”


Usulan Rein kali ini langsung ditolak mentah-mentah dengan Mama Yuri.


“Mama gak mau kalo kayak gituh jadinya. Sempit dong, Rein!”


Kali ini Michie menghela nafasnya panjang mendapati sikap Rein yang sangat kekanak-kanakkan saat cemburu.


“Okey, sekarang begini saja. Cinta dan juga Reihan duduk di depan.”


“Aku, papa, dan mama duduk di belakang. Gimana?” tanya Michie memberikan usulan yang akhirnya disetujui oleh semuanya.


Akhirnya mereka berlima pun berangkat menyusul rombongannya yang sudah jauh di depan. Selama perjalanan menuju ke rumah Risa, Rein terus saja mengeluarkan ultimatum untuk Reihan yang malam ini akan menggantikan posisinya di samping Michie.


“Ingat Reihan, aku melarangmu mengambil kesempatan dengan istriku!”


“Baik, Tuan!”


“Jangan menyentuhnya meski hanya sedikit! Jika kau sampai menyentuh istriku, aku akan membuat perhitungan denganmu!”


“Baik Tuan. Tapi bagaimana jika kami tidak sengaja bersentuhan?” tanya Reihan kemudian.


“Gajimu akan aku potong 50%!” ancam Rein membuat Reihan bergidik ngeri.


“Dan jika kau sengaja menyentuh istriku, maka kau harus membayarku 2 kali lipat dari gajimu!”


Kali ini Reihan benar-benar takut dengan ancaman Rein. Sedangkan Papa Finn, Mama Yuri dan juga Michie hanya diam saja dengan saling melemparkan pandang mendengar ancaman Rein barusan.


🎍🎍🎍


Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh. Bab selanjutnya, author update malam ya. 😘😘😘


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.


__ADS_2