
"Emm, kalo gitu aku balik ke kantor lagi ya," ucap Rein.
"Oke Rein, makasih ya," ucap Michie.
Kedua nenek Rein yang melihat percakapan keduanya yang tampak sangat datar pun langsung berkomentar.
"Looh, masa' cuma gitu aja pamitannya. Gak seru ih!" protes Granny saat Rein hendak berbalik meninggalkan Michie.
Sedangkan Oma bukan lagi protes, melainkan langsung menarik telinga Rein dan mendekatkannya ke Michie.
"Kamu ini ya, bener-bener cucu gak tahu diri! Pamitan sama calon istri itu yang mesra!"
"Kasih perhatian, kecupan, kasih sayang bukannya malah ngeluyur gituh aja."
"Aduh! Sakit Oma! Ampun iya ampun!" keluh Rein saat tarikan Oma di telinganya lumayan kencang.
Oma pun melepas tangannya dan memberi kesempatan untuk Rein berpamitan dengan Michie. Kini ein dan Michie pun tampak sama-sama kikuk. Terlebih mama Yuri dan kedua nenek itu terus mengamati mereka berdua.
"Emm, Michie! Aku ke kantor dulu ya," ucap Rein sambil berdiri tegap.
Plak!
Dengan geram Oma menepuk tangan Rein.
"Tangan kamu itu harusnya pegang tangan istri kamu! Kaku banget sih jadi cowok!" omel Oma.
"Ck, Oma nih!" gerutu Rein yang langsung menggenggam tangan Michie.
"Nah, sekarang jangan sebut nama Michie lagi, panggil beb atau sayang gituh. Latihan yang bener dong! Bentar lagi kan kalian mu nikah," tukas Granny membuat Rein menghela nafasnya panjang.
"Sa - sa - yang, aku ke kantor dulu ya," ucap Rein terbata-bata. Entah mengapa hanya memanggil Michie dengan sebutan sayang membuat jantungnya berdebar-debar.
"Iya, hati-hati ya sayang. Jangan lupa kabarin aku!" balas Michie dengan sangat lancar membuat Rein sangat terkejut.
'Dia benar-benar sangat pintar berakting. Sayangnya aku kali ini tidak sedang berakting,' gumam Rein dalam hati.
__ADS_1
Akhirnya Rein pun memberanikan dirinya mengecup punggung tangan Michie. Tangan Michie pun menggenggam tangan Rein dengan kuat seolah tidak mau ditinggalkan oleh Rein.
Kesempatan ini pun tidak di sia-siakan oleh Rein. Ia pun semakin berani untuk mengecup kening Michie dengan sangat lembut dan lama.
"Speedy recovery sayang, aku akan segera kembali jika pekerjaanku sudah selesai," ucap Rein dan Michie pun menganggukkan kepalanya.
"Aduuuuh, Oma kan meleleh kalo liat yang begini."
"Granny jadi gak sabar deh pingin cepetan gendong cicit. Nanti kita jaga berdua ya," tukas Granny sambil mencolek lengan Oma.
Lagi-lagi kehangatan yang diciptakan oleh dua nenek Rein ini melukiskan senyuman dii bibir Michie.
'Aku memang tidak menginginkan pernikahanku dengan Rein. Tapi kehangatan keluarga Rein membuat aku merasa sangat nyaman. Karena aku tidak pernah merasakan kehangatan seperti ini.' batin Michie.
Kedua nenek ini seperti tidak pernah lelah menghibur Michie. Mereka terus saja menceritakan tentang Rein kecil yang masih suka mengompol.
Bukan hanya itu, ia juga menceritakan bagaimana pelitnya seorang Rein yang tidak pernah mau berbagi saat ia memiliki barang yang sangat ia senangi.
Sampai jam makan siang tiba, keduanya pun dengan telaten menyuapi Michie secara bergantian. Dan perhatian mereka ini membuat Michie sangat bahagia, bahkan suhu tubuhnya mulai stabil lagi.
"Pagi ini Nona Michie dilarikan ke rumah sakit, Tuan," ucap Tom melaporkan kabar yang baru saja ia dapatkan.
"Apa?!! Michie masuk rumah sakit?" tanya Fredy yang langsung meletakkan pulpennya di atas meja.
Ia pun langsung menyambar jasnya dan mengenakannya, "Siapkan armada, kita akan segera menuju ke rumah sakit!" titah Fredy.
"Tapi Tuan, saya belum mengetahui dimana Nona Michie dirawat karena aksesnya sangat sulit untuk dilacak," tukas Tom dengan sedikit ketakutan.
"Dasar bodoh!" umpat Fredy geram. "Cepat cari dimana Michie di rawat, aku tidak bisa menunggu lama kali ini!" gertak Fredy membuat Tom segera keluar dari ruangan atasannya.
Sedangkan Fredy pun mencoba menghubungi Mom Lili untuk menanyakan dimana Michie dirawat. Mom Lili yang baru selesai meeting pun langsung menjawab panggilan dari Fredy.
"Maaf tante, sudah mengganggu waktunya," ucap Fredy dengan sangat sopan.
"..."
__ADS_1
"Tante, boleh saya tahu dimana Michie dirawat?"
"..."
"Apa? Tante malah baru tahu dari saya?"
"..."
"Baik, tante, saya tunggu informasinya."
Fredy pun mengacak rambutnya kasar. "Ck, ternyata tante Lili tidak tahu jika putri kesayangannya masuk rumah sakit!" gerutu Rein kesal.
Ia terus berfikir bagaimana caranya mendapatkan informasi tentang dimana Michie dirawat. Akhirnya ia pun menghubungi 2 orang sahabat Michie.
Sayangnya jawaban mereka juga sama, tidak tahu jika Michie masuk ke dalam rumah sakit. Untung saja Tom kembali dengan membawa informasi dimana Michie di rawat.
"Nona Michie dirawat di Rumah Sakit Amarilis VVIP Glory 3, Tuan." ucap Tom membuat Fredy bernafas lega.
"Kita kesana sekarang!" perintah Fredy dan Tom pun langsung mengangguk dan mengiringi langkah atasannya itu.
☘️☘️☘️
YUk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
__ADS_1
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.