
Namun sesampainya di kamar Michie, janji Rein tinggallah janji. Rein yang mereb4hkan tubuh Michie di atas r4nj4ng pun langsung mengunci tubuh istrinya di bawahnya. Dengan sedikit r4kus Rein mulai mem4gut bibir Michie yang saat ini menjadi c4ndu untuknya.
Michie sendiri sudah tidak berdaya untuk menolak keinginan Rein kali ini. Meski tadi bibirnya menolak, tapi ternyata tubuhnya sangat menginginkan sentuhan Rein yang begitu memabukkannya. Perlahan Rein melepaskan kancing blouse Michie satu per satu tanpa melepaskan p4gutannya dan hanya menyisakan br4 merah Michie.
“Katakan padaku, apa yang membuatmu tampak secantik ini sayang?” tanya Rein yang kini memandangi istrinya dari atas ke bawah secara intens sambil membuka pakaiannya sendiri.
“Sepertinya kau hanya salah lihat sayang!” balas Michie manja membuat Rein semakin gemas.
“Aku memang salah lihat. Karena yang sebenarnya aku lihat bukanlah manusia, melainkan bidadari yang terus membuatku mabuk kepayang!” balas Rein yang langsung menyerang d4d4 Michie.
G3l3ny4r aneh yang menjalari tubuh Michie kali ini justru membuat tangan Michie menekan kepala Rein dan meminta agar Rein melakukannya lebih.
“Jangan tahan suaramu, sayang!” ucap Rein yang terus menikmati d4d4 istrinya seperti bayi.
D354h4n Michie langsung terdengar memenuhi ruangan membuat Rein semakin gencar menikm4ti tubuh istrinya. Di saat nafas Michie mulai ter3ng4h-3ng4h, Rein pun melepaskan mulutnya dan memandangi wajah istrinya.
“Katakan padaku ini milik siapa sayang?” tanya Rein yang tangannya mulai nakal memainkan ujung d4d4 Michie.
__ADS_1
“Emmh, I’m Yours!” balas Michie terbata-bata membuat Rein kembali mengulangi permainannya yang tadi. Akhirnya keduanya pun larut dalam permainan mereka sampai waktu makan siang pun terlewati.
Setelah pelepasan keduanya, Rein pun mengecup kepala istrinya dan memeluknya dengan sangat erat.
“Istirahatlan sayang!” tukas Rein. “Aku akan membantu berkemas nanti!” lanjutnya lagi yang langsung diangguki oleh Michie.
Sedangkan Mom Lili yang memandang pintu kamar Michie yang tidak kunjung terbuka pun langsung faham dan meminta asisten rumah tangganya untuk mengantar makanan ke kamar putrinya.
“Tapi saya takut mengganggu, Nyonya!” ucap asisten rumah tangga Mom Lili.
“Tidak perlu mengetuk pintu kamarnya. Cukup letakkan makan siang mereka di meja yang ada di depan pintu kamar Michie!” titah Mom Lili yang langsung dilaksanakan oleh asisten rumah tangganya.
Sedangkan di sisi yang lain, Risa kini sedang memandangi Reihan yang masih utuh dengan make up nya yang sangat mirip dengan Rein.
“Apa kau akan terus memandangiku seperti ini?” tanya Reihan yang sedari tadi sudah merasakan sesak di bawah sana.
“Aku hanya berharap jika Rein lah yang menjadi suamiku!” timpal Risa yang terus saja berbicara seperti itu di depan Reihan.
__ADS_1
Awal mendengarnya memang membuat Reihan merasakan sakit hati. Namun, lama kelamaan hatinya sudah mulai kebal dengan ucapan konyol istrinya. Terlebih Risa diam-diam menyukai permainan dengannya di atas r4nj4ng.
“Meski aku yang kini menjadi suamimu, bukankah kau juga menikmati setiap permainan kita bukan?” tanya Reihan yang langsung menarik Risa ke dalam pelukannya.
“Mau yang lembut atau sebaliknya?” bisik Reihan membuat Risa mulai meremang.
“Aku sangat penasaran yang sebaliknya!” balas Risa nakal membuat Reihan langsung melepaskan baju Risa dengan sedikit brut4l dan melemparnya sembarangan.
Sayangnya kali ini Risa justru sangat menikmati kebrut4l4n Reihan yang tampak menggebu-gebu ingin segera menikmatinya. Bahkan Risa pun mulai mengimbangi kebrut4l4n Reihan yang mengabsen tubuhnya setiap inci.
“Do it more, Reihan!” teriak Risa memenuhi ruangan kamarnya.
Teriakan Risa kali ini membuat semangat Reihan bertambah berkali lipat. Keduanya pun sama sama menikmati per9umul4n p4n4s mereka di kamar sederhana yang ada di rumah Reihan hasil pemberian dari Rein.
❤️❤️❤️
Jangan lupa untuk mampir ke novel bestie aku ya
__ADS_1