Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Tidak bisa berkutik


__ADS_3

Rein perlahan mengerjapkan matanya perlahan sambil mer4b4 tempat di sampingnya mencari keberadaan Michie.


Kosong!


Rein pun langsung membuka matanya dan menyandarkan tubuhnya di headboard. Tampak Michie sedang mengeringkan rambutnya di depan meja rias. Rein pun menyibakkan selimutnya dan turun dari tempat tidurnya mendekati Michie.


“Kenapa tidak membangunkanku, sayang?” tanya Rein yang memeluk Michie dari belakang dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Michie.


“Kau tertidur sangat nyenyak, cinta,” jawab Michie sambil mengusap pipi suaminya.


“Mandilah, aku akan turun menyiapkan makan malam untuk kita!”


“Oh iya, aku dengar tadi Arel datang dan kemungkinan membawakan beberapa berkas untuk di cek!” jelas Michie lagi.


“Aku akan mandi dan setelah itu akan mengecek beberapa berkas. Tapi sebelumnya, give me one more round, baby!” pinta Rein sambil berbisik.


Cepat-cepat Michie mendorong tubuh Rein untuk menjauh darinya, “Rein, kita sudah melakukannya 4 kali hari ini dan aku belum keluar kamar karenamu!” protes Michie kesal.


Ia tidak menduga jika Rein benar-benar membuatnya sangat kewalahan hari ini. Sampai hampir seluruh tubuh Michie penuh dengan jejak kepemilikan dari bibir Rein. Walhasil kali ini Michie harus memakai baju dan celama panjang untuk menutupi semua hasil lukisan Rein.


“Tapi kan besok aku harus ke lokasi pertambangan sebelum kita honeymoon sayang,” rengek Rein membuat Michie menghela nafasnya panjang.


“Bagaimana jika melakukan yang terakhir di kamar mandi?” tawar Michie membuat mata Rein langsung berbinar.


“I like your idea, baby!” balas Rein yang sudah siap mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi.


“Eits, tidak perlu digendong, sayang. Aku bisa berjalan sendiri. Masuklah terlebih dahulu!” timpal Michie yang langsung mendorong tubuh Rein ke kamar mandi.


Namun saat Rein sudah masuk ke dalam kamar mandi dan merendam tubuhnya di dalam bathtub, cepat-cepat Michie berbalik dan menutup pintu kamar mandi, “Selamat mandi cintaku, aku akan membuatkan menu makan malam yang lezat untukmu!” teriak Michie sambil meninggalkan Rein.


“Sayaaaaang!” teriak Rein dari dalam kamar mandi yang mulai sadar jika kali ini Michie sedang mengelabuinya.


“Hemm, sudah berani nakal ya!” gumam Rein sambil memejamkan matanya mengingat permainan 4 rondenya tadi bersama Michie.


Bahagia? Tentu saja Rein sangat bahagia. Meski di awal pernikahannya dengan Michie harus dibumbui dengan berbagai masalah yang pelik, Rein masih bisa mereguk manisnya bulan madu bersama istri tercintanya.


Sedangkan Michie yang menuruni anak tangga sedikit terkejut dengan kehadiran Risa yang sedang berkacak pinggang di hadapan Mama Yuri dan kedua neneknya.


“Ada apa ini?” tanya Michie yang langsung mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


“Tanya saja kepada wanita ulat bulu yang tidak tahu diri ini!” tukas Granny sambil menunjuk ke arah Risa.


“Di mana suamiku?!” tanya Risa yang sudah siap menyerang Michie.


Untungnya Reihan yang baru saja datang langsung menahan tubuh Risa agar tidak melakukan penyerangan terhadap Michie.


“Nah itu suami kamu!” jawab Michie sambil menunjuk ke arah Reihan.


“Bukan dia yang aku maksud!” pekik Risa dengan mata nyalangnya. “Di mana Rein?!”


Michie menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Rein, milikku seorang Risa! Mana mungkin aku mau membagi suamiku dengan orang lain? Lebih baik sekarang pulanglah dan nikmati pernikahan kalian berdua!” titah Michie membuat Risa semakin ingin


“Kita sudah usir dari tadi, tapi masih saja belum mau pulang!” tukas Oma geram.


“Lebih baik kita panggilkan satpam untuk menyeret wanita ini keluar dari Mansion!” timpal Granny yang sudah sangat tidak suka dengan sikap Risa.


“Tidak perlu, Granny! Sepertinya aku harus menjelaskan banyak hal kepada Risa!” balas Michie yang kemudian mempersilakan Risa untuk duduk.


Sayangnya Risa tetap tidak mau duduk dan terus memberontak dari dekapan Reihan.


“Duduklah dengan tenang dan kita bisa bicara dengan baik-baik, Risa! Jika tidak, maka aku pastikan kau akan menyesal Risa!” gertak Michie.


“Oma serahkan masalah ini sama kamu ya sayang. Oma yakin cucu menantu bisa menyelesaikan ini semua dengan baik!” tukas Oma sambil menepuk bahu Michie dan kembali ke kamarnya karena wajahnya sudah sangat lelah.


Granny pun menyusul oma untuk kembali ke kamar dan kini tinggal Michie bersama mama Yuri yang duduk menghadapi Risa yang sedang naik pitam.


“Sedari awal aku tidak pernah mau berbagi Rein denganmu, Risa! Tentu saja semua yang aku katakan saat di rumah sakit hanyalah untuk mengelabuimu. Jika tidak, aku pasti akan sangat menderita mendapati suamiku mendekam di dalam penjara.”


“Dasar kurang ajar! Kalau begitu aku akan menuntut balik Rein dan juga kamu agar ditangkap dengan tuduhan penipuan!” ancam Risa sambil menudingkan tangannya ke arah Michie.


“Itu pun juga tidak bisa Risa. Karena semua yang terjadi pada hari ini sudah sesuai dengan persetujuan kita semua termasuk kamu dan juga Dokter Rima!”


“Bahkan tertulis juga dalam perjanjian yang ditanda tangani oleh wakil dari kedua belah pihak keluarga kita, suamiku Rein dan juga Dokter Rima di bawah kuasa hukum pengacara yang handal dan berkompeten.”


“Jika kau tetap ingin melaporkan tentang semua yang menurutmu tidak sesuai, silakan saja! Tapi jangan salahkan keluarga besarku jika nantinya justru kau yang akan mendekam di penjara!” jelas Michie secara detail kepada Risa.


“Dan satu lagi, tuntutanmu terhadap polisi yang diajukan oleh Dokter Rima juga sudah dicabut sebelum pernikahanmu. Jadi kali ini kau benar-benar tidak bisa berkutik, Risa!” lanjut Michie membuat Risa langsung lemas.

__ADS_1


“Gak mungkin! Ini benar-benar gak mungkin!” balas Risa yang sama sekali tidak menduga jika Michie memiliki ide secerdas ini untuk mengelabuinya.


“Dan aku juga bisa menuntutmu balik jika kau bercerai dengan Reihan!” ucap Rein yang baru keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga.


“Tidak banyak, hanya cukup mengembalikan uang kepadaku sebanyak 500 juta saja. Sebesar yang sudah aku keluarkan untuk pernikahan kalian!” lanjut Rein lagi membuat Risa menelan ludahnya kasar.


Membayangkan uang sebanyak itu saja Risa tidak mampu, mengingat selama ini ia tidak bekerja dan hanya meminta uang dari kakaknya. Terlebih jika harus mengganti rugi kepada Rein dengan mengembalikan uang sebanyak itu. Kepala Risa pun langsung terasa begitu sakit dan matanya mulai berkunang-kunang.


Akhirnya Risa pun terjatuh dalam pelukan Reihan dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.


Bruk!


Dengan sigap Reihan pun langsung merengkuh tubuh istrinya tersebut.


“Maafkan istri saya yang sudah merepotkan keluarga Anda Nona Muda, Tuan Rein dan Nyonya Yuri!” ucap Reihan yang tampak merasa tidak enak.


“Tidak masalah, Reihan. Lebih baik kamu bawa kembali Risa ke hotel yang tadi! Sya akan memesankan taksi untuk kalian!” balas Rein yang langsung mendial ponselnya untuk memanggil taksi.


“Terima kasih banyak Tuan Rein. saya benar-benar berhutang budi dengan keluarga Anda!” ucap Reihan sambil menggendong Risa ala bridal style.


“Kalau begitu saya pamit dulu!”


Reihan pun langsung undur diri karena taksi yang dipesan oleh Rein sudah sampai di depan Mansion. 


☘️☘️☘️


Yuuuk, tinggalkan jejak kalian semua yaaa. Like dan komentar kalian adalah semangat Author 😍😍😍


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya


__ADS_2