
Risa pagi ini langsung pulang ke rumahnya dan meninggalkan Reihan yang masih terlelap dalam tidurnya. Risa pun segera menemui kakaknya yang kebetulan baru pulang dari shift malamnya di rumah sakit.
"Kak Rima, aku sudah tertipu oleh Rein dan keluarganya!" tukas Risa sambil berlinang air mata.
"Tertipu bagaimana maksudnya?" tanya Rima tidak paham.
"Bukankah kau seharusnya sudah bahagia mendapatkan semua yang kamu minta, Risa?"
"Aku akan bercerita nanti dengan kakak, yang jelas saat ini kita harus segera ke kantor polisi untuk menggugat Rein secepatnya!" pinta Risa yang langsung menarik tangan kakaknya.
Risa memang belum mengetahui jika Rima sudah mencabut tuntutannya di polisi bahkan sebelum hari pernikahan Risa.
"Tidak bisa Risa! Tuntutan di polisi sudah aku cabut!" balas Rima membuat kaki Risa langsung terasa begitu lemas untuk berdiri.
"Kenapa sudah dicabut kak?"
"Kenapa kakak sangat terburu-buru mencabut tuntutan itu?
"Sekarang aku harus bagaimana Kak Rima?" tanya Risa yang sudah bersandar di sofa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ceritakan sama kakak, bagaimana Rein menipumu?" pinta Rima.
Risa pun langsung bercerita jika ia ternyata menikah dengan Reihan yang sengaja dipoles mirip dengan Rein. Risa juga menceritakan jika ia berpisah dengan Reihan, maka ia harus mengganti rugi keluarga Rein sebesar 500 juta.
Mendengar cerita Risa barusan, Rima langsung mengambil berkas perjanjiannya yang sudah ditanda tangani antara dia dengan Rein.
Betapa terkejutnya Rima jika berkas yang sudah ia tanda tangani juga menuliskan pernikahan Risa dengan Reihan, bukan Reinhard. Namun Rima cepat-cepat menutup berkas tersebut dan kembali duduk di samping Risa.
"Risa, kakak rasa permintaanmu memang sangat berlebihan. Seharusnya kamu juga tidak memanfaatkan kecelakaan ini yang bukan salah Rein seutuhnya untuk memenuhi semua ambisimu!" cap Rima membuat Risa langsung menangis tersedu-sedu.
"Aku harus bagaimana kakak?" tanya Risa sambil menutup wajahnya yang penuh dengan air mata.
"Jalani pernikahan mu bersama dengan Reihan. Cinta akan datang dengan sendirinya saat kalian sudah biasa bersama!" ucap Rima yang langsung memeluk adiknya dengan sangat erat.
"Rein dan keluarganya benar-benar bukan tandingan kita Risa! Harusnya kita banyak berterima kasih dengan keluarga Rein, bukan menuntutnya seperti ini!"
"Lihat sekarang imbasnya juga ada pada kita bukan?" balas Rima yang langsung diangguki oleh Risa.
"Nanti kita harus datang ke Mansion Rein untuk meminta maaf, bagaimana?" tawar Rima yang langsung di tolak oleh Risa dengan gelengan kepalanya.
"Tidak Kak Rima, aku malu!"
__ADS_1
"Tidak perlu malu, Michie dan Rein pasti akan memaafkan, Risa! Percayalah!"
Tak lama kemudian tampak Reihan berdiri di pintu rumah Rima dan masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.
Rima yang melihat orang asing tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi pun langsung berteriak.
"Hei! Siapa kamu!" Bentak Rima.
Reihan yang mendapat bentakan dari Rima pun langsung menundukkan badannya dengan sopan.
"Saya Reihan kak, suami dari Risa!" jawab Reihan memperkenalkan dirinya.
Betapa terkejutnya Rima saat mengetahui bagaimana paras suami adik kesayangannya itu. Meski gaya rambutnya dibuat sangat mirip dengan Rein, tetap saja parasnya masih jauh di bawah rata-rata.
Namun tetap saja Reihan kini sudah sah menjadi suami Risa dan keputusan tersebut sangat sulit untuk diganggu gugat.
Mau tidak mau, Rima pun harus menerima Reihan sebagai adik iparnya dan suami dari Risa.
"Hai Reihan, aku harap kau bisa menjadi suami yang baik untuk Risa!"
Ucapan kak Rima kali ini membuat Risa semakin terisak-isak menangisi kehidupannya ke depan bersama dengan Reihan.
☘️☘️☘️
Kali ini Fredy merelakan dirinya bekerja sama dengan Marcho, pemilik perusahaan perak dari London yang membuat dan menjual perhiasan dari perak.
Kesempatan kali ini pun digunakan dengan Fredy dengan sebaik-baiknya agar bisa merebut Michie kembali dari tangan Rein.
"Tuan Marcho, bagaimana jika kali ini kita mengajukan kerja sama dengan Lichie Group, perusahaan yang menjual perhiasan emas?" tanya Fredy menawarkan koleganya untuk berbisnis dengan perusahaan yang saat ini akan dipimpin oleh Michie.
"Meski perusahaan tersebut bergerak dalam bidang emas, tidak menutup kemungkinan bukan jika menjual perhiasan dari perak."
"Perusahaan ini memang sangat besar dan diakui kualitasnya oleh masyarakat," lanjut Fredy lagi.
Tawaran Fredy kali ini membuat Marcho terdiam sejenak.
'Lichie Group? Bukankah ini perusahaan yang akan Michelle pimpin saat pulang ke Indonesia?' gumam Marcho dalam hati.
Seketika ingatannya kembali saat ia menjadi dosen pembimbing Michelle Aubrey yang menyelesaikan tugas akhirnya dengan sangat cepat.
Michelle yang sangat cerdas berhasil mengobrak abrik perhatian Marcho, duda beranak satu yang sempat trauma untuk jatuh cinta.
__ADS_1
Namun kehadiran Michie, membuat hati Marcho yang tadinya kosong, kembali berdebar-debar setiap kali berjumpa dengan mahasiswi nya ini.
Tidak hanya itu, bahkan anak laki-laki Marcho yang bernama Hizkiel juga sangat dekat dengan Michie.
"Ide yang sangat bagus Fredy, kau bisa langsung buat proposalnya dan ajukan permohonan untuk bisa bertemu secara langsung dengan pemilik perusahaan!" titah Marcho yang langsung membuka profil tentang perusahaan Lichie Group di komputernya.
'Sebentar lagi aku akan bertemu denganmu, Michelle!' gumam Marcho dalam hati.
Tiga bulan merintis perusahaan barunya di Indonesia bukanlah hal mudah bagi Marcho. Mulai saat ia mengetahui jika Michelle akan kembali ke Indonesia dan meneruskan bisnis Mommynya.
Namun usahanya kali ini akan membuahkan hasil karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan gadis yang berhasil mengobrak abrik perasaannya.
Bahkan saking fokusnya merintis perusahaan barunya, membuat Marcho tidak menilik kabar terbaru Michie yang ternyata sudah menikah dengan Rein.
"Tuan Marcho, Pemilik perusahaan Lichie Group yang baru bersedia untuk mengadakan pertemuan besok saat jam makan siang!" ucap Fredy yang saat ini justru menjadi tangan kanan Marcho.
Setali dua uang jika diperibahasakan. Menjadi tangan kanan Marcho sambil merintis perusahaan daddynya yang sedang jatuh. Tidak hanya itu, Fredy juga berharap ia bisa merebut kembali Michie dari tangan Rein.
"Oke, siapkan semua bahan meeting untuk besok dengan segera! Aku tidak mau pertemuan besok berakhir dengan sia-sia!" titah Marcho yang langsung dilaksanakan oleh Fredy.
☘️☘️☘️
Waaah, ternyata ada saingan baru lagi yaaaa.
Tapi ini gak akan berbelit kok, hanya bumbu bumbu aja biar Rein makin nempel sama Michie.
Yuuuk, tinggalkan jejak kalian semua yaaa. Like dan komentar kalian adalah semangat Author 😍😍😍
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
__ADS_1
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya