
Pagi hari di kediaman pribadi Artawijaya.
Cia menggeliat di tempat tidur. Dia mengangkat kedua tangannya ke atas merenggangkan otot dan sendinya yang kaku karena tertidur lama.
Cia sadar setelah ingat saat ini berada di kamar Rafa dan Ara. Dia melihat samping kiri kanannya kosong. Daddy dan Antenya sudah tak berada di sampingnya. Tentu saja tak ada, karena setelah subuh kedua pasutri yang telah di anggap papa dan mamanya akan bersiap untuk bekerja.
Semalam, setelah sampai dari bali, Cia langsung menuju kamar Daddynya setelah berganti dengan pakaian tidur. Membangunkan kedua pasutri yang sedang istirahat dan tertidur lelap setelah seharian beraktivitas dengan banyaknya pekerjaan. Cia langsung naik ke ranjang dan tidur di tengah tengah mereka. Bergantian memeluk Daddy dan Antenya. Hal yang sering di lakukan Cia, jadi Rafa dan Ara tidak kaget lagi. Karena ini bukan pertama kali baginya tidur seranjang bersama Rafa dan Ara di usianya yang sudah sebesar ini. Daddy dan tantenya itu tidak merasa terganggu sedikit pun.
Kejadian buruk di Bali yang di lakukan Boby masih membuatnya takut. Dia takut tidur sendiri, karena bayangan perlakuan pria itu menari nari di matanya. Tapi dia tidak mau berbagi kesedihan dan ketakutannya karena tidak ingin menyusahkan dan membuat cemas Rafa dan Ara.
Cia turun dari ranjang, melihat waktu sudah pukul 8 pagi. Cia segera keluar dari kamar untuk mencari Daddynya.
"Daddy di mana?" tanyanya pada pelayan.
"Tuan berada ruang kerja."
"Ante?"
"Nyonya Ara sedang di dapur menyiapkan sesuatu! Apa nona akan sarapan?"
"Belum. Saya mau ketemu Daddy dulu." Cia segera menuju ruang kerja Rafa. Dia mengetuk. Lalu segera masuk. Pandangannya langsung tertuju pada Rafa yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Daddy....!" panggilnya dengan pelan, suara khasnya yang manja. Dia berjalan mendekat, langsung duduk di pangkuan Rafa, mengecup kening dan kedua pipi Rafa, lalu memeluk Daddynya dengan manja.
"Sudah bangun?" Rafa mendaratkan kecupan di keningnya. Mengelus lembut rambut putrinya ini. Rafa agak kaget. Bukan karena Cia duduk di pangkuannya, tapi saat ini dia tidak sendiri di ruangan ini. Dan Cia tidak menyadari ada orang lain di ruang ini selain Daddynya.
"Kenapa Daddy gak bangunin Cia shalat subuh?" Cia menatap wajah Daddynya. Wajah yang masih sangat tampan tak berkeriput meski sudah berusia hampir setengah abad.
Sementara dari sofa sepasang mata menatap Cia tanpa berpaling dengan wajah yang di hiasi senyuman.
"Cia bukannya lagi berhalangan?"
"Udah selesai kemarin sore. Cia udah mulai Isya semalam."
"Ohh, Daddy dan ante gak tahu. Nanti gantinya shalat Dhuha sebentar ya...!"
Cia mengangguk.
"Cia mandi dulu, terus sarapan. Jangan telat makan nanti kena Maag. Setelah itu siap siap kita akan ke rumah utama seperti biasa!"
"Baik Daddy!" Cia segera turun dari pangkuan Rafa. Dia sudah tahu tujuan mereka ke rumah utama setiap hari Jumat.
Cia kaget ketika berbalik. Melihat ada seorang pria duduk di Sofa.
__ADS_1
Ternyata Daddynya ini sedang ada tamu, dan dia tidak tahu? Cia salah tingkah.
"Daddy ada tamu?" melihat pada Rafa.
Rafa mengangguk tersenyum.
"Iya sayang, Daddy lagi ada tamu!"
"Ya ampun. Cia sungguh gak tahu! Maaf Daddy!" Cia melihat lagi pada tamu itu dan segera memberi senyuman untuk menyapa. Sang tamu pria ikut tersenyum padanya. Cia melihat pria itu masih muda, memiliki wajah tampan yang berkharisma. Dengan pakaian jas formal. Mungkin saja pria ini teman bisnisnya Daddy, pikirnya.
Beberapa detik detik berlalu, Cia terbelalak. Dia ingat wajah ini. Wajah yang semalam telah menolongnya ketika hampir jatuh ke kolam.
Cia gugup dan semakin salah tingkah. Kok dia ada di sini? Siapa dia? Apa teman kerja Daddy? Kenapa dia ada di sini? Atau apa dia orang suruhan Daddy dan mau memberi tahu kejadian semalam? Berbagai pertanyaan di kepala Cia.
"Ini keponakan saya. Tapi sudah seperti putri kandung sendiri. Namanya Cia!" kata Rafa melihat tamunya itu memperhatikan Cia. Sang tamu segera bangkit dari duduknya untuk menyalami Cia.
"Sayang, kenalkan ini tuan Edgar Wirayudha." kata Rafa pada Cia yang terlihat gugup.
"I iya Daddy..... Cia permisi dulu!" meninggalkan Edgar yang sedang memberikan tangan kanan untuk salaman dengannya.
Tapi tiba-tiba dia berbalik ketika mengingat sesuatu. Jangan jangan orang ini mau memberitahu kejadian semalam pada Daddy? batinnya.
Cia berjalan mendekati Edgar, lalu mengambil tangan kanan pria itu.
"Tuan, tolong jangan bertahu Daddy kejadian semalam ya? Saya mohon!" pintanya dengan memelas. Lalu dia segera pergi buru buru.
Edgar kembali di buat kaget. Begitu juga Rafa yang melihat aneh putrinya itu.
"Maafkan atas sikap putri saya tuan Edgar."
"Ah, tidak apa tuan Ravendro......!" kata Edgar buru buru, segera mengulas senyum.
"Cia anaknya memang seperti itu, dia sangat manja! Tapi anaknya baik dan sopan!" kata Rafa kembali tersenyum.
Senyum Edgar melebar.
"Saya melihat hal itu. Dan wajar anak gadis punya sifat manja, karena adanya perhatian dan kasih sayang orang tua." kata Edgar kembali melihat ke arah pintu yang sudah tidak ada Cia di sana.
"Kita ketemu lagi nona manis.Ternyata kau gadis yang sangat manja.Tuhan kembali mempertemukan kita. Dan aku tidak menyangka kamu tinggal di istana megah ini dan merupakan putri sang penguasa sukses yang rendah hati!" gumam Edgar. Dia memang sangat berharap bisa ketemu Cia lagi. Tak di sangka malah ketemu di sini. Semalam setelah dari pelaminan dia mencari keberadaan Cia, tapi kata penjaga keamanan dan pintu masuk, Cia sudah pergi meninggalkan hotel. Kecewa yang di rasakan Edgar karena ingin sekali mengenal gadis itu. Lewat sekertaris pribadinya di menyuruh mencari tahu tentang Cia.
Dan setelah acara pernikahan selesai, Edgar langsung terbang ke kota ini untuk melakukan sesuatu yang sangat penting. Ingin bertemu dengan dua manusia yang sangat baik padanya di masa dulu. Yang telah merubah status dirinya yang dulu rendah dan sangat miskin, kini menjadi orang yang sukses, dan punya segalanya.
Para readers masih Ingat Edgar?
__ADS_1
Edgar Wirayudha adalah anak kecil penjaja aneka snek dan makanan di pesisir pantai Kuta bali. Anak dari kasta rendah yang menawarkan dagangannya pada setiap pengunjung pantai Kuta, termasuk Raka dan Ara. Kemudian dia di beri oleh Raka dan Ara uang sejuta. Nah uang itu di pergunakan Edgar sebaik mungkin dengan membuka usaha kecil kecilan. Dari semangat dan kegigihannya pantang menyerah, membuat dia sukses dan menjadi seorang pengusaha besar hanya dengan modal sejuta pemberian Raka dan Ara.
Dia datang ke sini untuk mengucapkan terimakasih pada Raka dan Ara sekaligus bersilaturahmi. Mengingat dulu Ara pernah memintanya untuk datang ke kediaman mereka.
Setelah beberapa hari mencari informasi tentang Raka dan Ara, akhirnya dia menemukan alamat mereka. Tapi tidak di sangka ternyata Raka telah meninggal belasan tahu yang lalu seperti yang di katakan Rafa dan Ara saat dia mengutarakan maksud kedatangannya. Ara sendiri kaget setelah ingat Edgar.
Edgar meminta izin pada Rafa dan Ara untuk ziarah ke makam Raka. Mereka sedang membicarakan itu sekarang, dan Edgar malah ketemu lagi dengan Cia memakai piyama tidur dengan wajah kusut khas orang bangun tidur.
Bertepatan hari ini adalah hari Jumat. Hari di mana keluarga Artawijaya selalu mengunjungi makam tuan besar Artawijaya, Revan, Raka, dan Maya untuk mengirimkan doa secara langsung di tempat peristirahatan para almarhum/ almarhumah yang abadi.
Rumah utama menjadi tempat tinggal Nesa. Dia tinggal seorang diri di rumah besar itu di temani para pelayan. Nesa memilih untuk tidak menikah lagi karena cintanya pada almarhum suaminya. Dia menolak lamaran beberapa pria yang ingin menikahinya termasuk Frans Setiawan direktur keuangan Rafa yang kini telah menjadi orang sukses, punya perusahaan sendiri dengan bantuan Rafa. Frans telah menjadi seorang duda setelah 6 tahun lalu di tinggal mati oleh istrinya. Tapi Nesa juga menolaknya setelah berulang kali di lamar.
Nesa merasa tidak kesepian dalam hidupnya, karena di sibukkan dengan banyak pekerjaan. Terkadang ke tiga putra Rafa dan Ara tinggal di tempat itu untuk menemani bibi mereka. Begitu juga dengan Cia dan Rara. Kelima anak itu punya kamar masing-masing di rumah besar itu jika datang berkunjung.
Rafa dan Ara mengajak Edgar ke makam Raka. Cia juga ikut. Cia tidak tahu dan bingung kenapa Edgar mengunjungi makam keluarga mereka. Dalam perjalanan pun Cia memilih tak bertanya dan lebih asik bermanja-manja dengan Rafa dan Ara seperti kebiasaannya sejak kecil dulu. Dan Edgar hanya senyum senyum penuh arti melihat secara diam-diam.
"Benar benar sangat manja!" batin Edgar.
Nesa sudah menunggu kedatangan mereka dan berkenalan sejenak sebelum ziarah ke makam. Di pekuburan keluarga sudah tergeletak beberapa bunga segar. Nesa mengatakan ketiga putra Rafa Ara sudah datang pagi tadi. Cio dan Rara juga mengirimkan paket bunga yang di antar orang kepercayaan Cio. Dan lewat telepon keduanya mengirimkan doa dari Eropa.
Edgar sungguh kagum dengan kebersamaan keluarga ini. Meski di sibukkan dengan banyaknya aktivitas pekerjaan, tetap mengutamakan keluarga dan juga ibadah. Keluarga yang saling menghormati, menghargai, perduli dan saling menyayangi satu sama lain.
Setelah ziarah ke makam keluarga Artawijaya, Edgar masih berbincang sedikit dengan Rafa, Ara dan Nesa. Akhirnya Edgar tahu keseluruhan tentang Cia dan juga pribadinya. Pantas saja gadis itu sangat manja pada Rafa dan Ara. Karena sejak kecil tidak merasakan cinta dan kasih sayang seorang ayah.
Meski manja tapi baik baik dan sopan dalam penilaiannya. Ibadahnya juga baik seperti yang di dengar tadi di ruang kerja saat tidak di bangunkan shalat subuh.
Edgar masih menyempatkan diri melihat lihat rumah besar ini. Foto foto Cia dan kembarannya semasa kecil yang lucu menggemaskan, foto remaja dan sebesar ini.
Edgar teringat permintaan Cia di ruang kerja tadi. Yang meminta untuk tidak memberi tahukan kejadian semalam pada Rafa. Kenapa?
Seharusnya Cia harus mengatakan pada orang tuanya.
Edgar sendiri melihat apa yang di lakukan oleh Boby pada Cia saat dia melangkah masuk menuju pelaminan. Lagi lagi dia melihat Boby melakukan pelecehan pada Cia.
Dia di beri tahu oleh sekretaris pribadinya, tentang indentitas Boby yang merupakan anak dari teman relasi bisnisnya. Dia juga di beri tahu tentang hubungan Cia dan Boby. Yang dulu pernah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih hingga akhirnya Cia memutuskan dan meninggalkan Boby secara sepihak.
*****
Segini dulu ya halunya aku...!
Mau lanjutin bikin kue pesanan orang 😁
Dukung ya, tinggalkan jejak 🙏
__ADS_1