Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Causeway Bay


__ADS_3

'' Nasi bungkus nasi bungkus ada bakso juga hanya $10. '' Teriak dari penjual yang sedang berkeliling di sekitaran taman tempat Muti berlibur, hari itu Mutia serasa berada di negara nya sendiri karena ribuan anak-anak BMI tumpah di hari libur.


'' Muti makan siang yuk, kita beli bakso atau kamu mau apa??'' Tanya rani.


'' Iya aku mau bakso juga yuk.


Mutia dan Rani menggelar tikar dari plastik di taman dekat lapangan bola, biasanya setiap sore warga lokal pasti akan bermain sepak bola di lapangan itu.


'' Mba aku pesan baksonya yah. Ucap Mutia pada mbak-mbak yang menawarkan dagangannya.


'' Ditunggu ya dek. Ucap si penjual yang sepertinya sudah bertahun-tahun kerja disini.


Rata-rata penjual itu pun dari warga Indonesia yang bekerja sebagai TKW mereka menjual itu pun sembunyi-sembunyi karena kalau ketahuan mereka akan dibawa ke kantor polisi karena sudah menyalahi aturan.


Tak berapa lama si mbaknya datang dengan 2 mangkok bakso.


'' Ini dek baksonya.


'' Berapa mbak?'' Tanya Mutia. '' $20 dek.


'' Ini mbak. Setelah membayar Mutia dan Rani menikmati baksonya.


'' Ran kamu bawa mukena gak??


'' Bawa Mutia, ini nanti gantian ya sholat nya Ok!


'' Iya.


Mutia menuju toilet umum yang sudah disediakan oleh pihak taman untuk berwudhu.


 

__ADS_1


'' Benar-benar si momy nih selalu saja memaksakan kehendaknya.'' Gerutu Daniel di dalam kamar.


'' Hallo Lee, ada kabar apa??'' Tanya Daniel di telpon.


'' Kerja bagus, kamu memang orang yang bisa aku handalkan Lee.


Setelah berbicara dan mengakhiri panggilannya Daniel dengan malas bersiap menemui momynya.


15menit kemudian mobil Daniel sampai di kediaman orangtuanya di Polam. Apartemen orang tua Daniel di Polam terbilang sangat mewah terbukti karena kerja keras ayah Daniel yang seorang pengusaha sukses di bidang properti.


'' Hai mom, mana Dady?'' Daniel mencium pipi momy nya.


'' Dady mu lagi nge-gym biasa.'' Ucap momy nya.


'' Oh ya sayang jemput lah Monica ajak dia jalan-jalan dua hari lagi dia akan terbang ke England ada pemotretan disana.


Belum menjawab pertanyaan momy nya ponsel daniel berdering.


'' Ya ya tunggu saja bentar lagi aku datang!


**


" Muti kamu pulang jam berapa sampai rumah majikan kamu?


" Dadai ku bilang jangan melebihi jam 9 malam jadi habis Maghrib aku pulang dari sini. O ya Ran dimana rumah majikan kamu??


" Di Prince Edward.


" Oh dekat yah dari sini cuma berapa stasiun aja kalo aku ya lama harus pindah kereta juga.


" O ya Mutia, kalau lain kali kamu libur kita ketemuan disini yah jam 10 atau jam 11 karena kita belum pegang hp jadi gitu aja janjiannya gimana?

__ADS_1


" Hou.. tapi aku gak janji ya Ran, kalau tiap libur ke Causeway Bay yang ada aku gak bisa pegang duit donk.


" Ya juga sih, tapi itu kalau kamu libur, ok!


" Ya baiklah, kita ke Library yuk kali aja ada komputer yang nganggur! Ajak Mutia.


" Lain kali ajalah Muti, ini dah mau sore bentar lagi kamu juga balik.


" Ya udah kita jalan aja keliling taman, eh ada foto langsung jadi $10 dapat 3lembar gimana mau?" Ucap Mutia menuju tempat foto yang berjejer


Mutia dan Rani berfoto untuk kenang-kenangan liburan pertama. Hingga hari mulai gelap setelah sholat Maghrib Mutia berpamitan pada Rani.


" Ran aku pulang dulu yah jaga diri kamu!


" Iya Mutia, kamu juga hati-hati sama si hidung mancung haaaa. Ledek Rani.


" Sebaliknya tuh weeee.


Mutia menuju stasiun MTR. Benar saja Mutia di ikuti oleh si hidung mancung yang sedang mencari mangsa.


Sedikit cerita tentang si hidung mancung (Orang Pak*st*n)


Berapa hari yang lalu


" Dek kamu kan anak baru, kalau nanti di kasih libur sama majikan, kamu harus hati-hati yah di Hongkong ini teman sendiri bisa menikam dari belakang. Ucap mbak-mbak yang jumpa ketika mengantar jemput sekolah.


'' Kok gitu ya mbak?


'' Iya, apalagi sama si hidung mancung tuh, dia gak bakalan berhenti sebelum target nya tercapai. Hindari jangan menatap matanya.dan jalan saja terus kalau berpapasan atau cari tempat ramai.


'' Iya mbak.

__ADS_1


**


__ADS_2