Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 62


__ADS_3

'' Ibu..... e e ini tadi aku ngambil carger hp di kamar, ibu kenapa bangun??''


'' Sabar nak, sebentar lagi kan kalian akan sah jadi suami istri..jangan berbuat yang tidak baik!''


'' Apaan sih Bu,...aku kan cuma ambil sesuatu.'' Ucap Mutia malu.


'' Ya sudah masuklah dan tidur...!''


'' Iya ibu.


*


**


*


Adzan subuh berkumandang di mesjid dekat rumah Mutia, bapak, dan Abang Mutia juga Daniel pergi ke mesjid untuk menunaikan shalat.


Para tetangga yang sudah tau kalau Daniel adalah calon suami Mutia pun saling menyapa.


Selesai shalat ibu dan Mutia menyiapkan sarapan dan menatanya di meja makan.


Daniel mohon diri untuk pamit karena urusan nya harus segera diselesaikan.


'' Pak, Bu dan Bang Syarif saya titip dek Mutia dulu, nanti jika urusan sudah selesai saya akan mengabari kembali.


'' Iya nak Daniel, jaga diri dijalan dan hati-hati yah, tenang saja bapak pasti akan jaga Mutia karena ini masih tanggung jawab bapak.


'' Terimakasih pak, Bu saya permisi.'' Ucap Daniel dan menghampiri Mutia.


'' Jaga diri ya dek dan satu lagi harus jaga hati...!!


'' Iya mas, mas hati-hati yah di jalan cepat kasih kabar juga, o yah nitip salam untuk grandma.


Sang supir dan kedua art nya sudah menunggu Daniel masuk ke mobil, Daniel duduk di samping supir nya.


'' Ayo pak jalan!!'' Daniel melambaikan tangannya.

__ADS_1


'' Assalamu'alaikum...


'' Waalaikumsalam....


*


*


*


*


" Apaaaa jadi dia dan perempuan itu tidak ada di mobil." Kesal tuan Robert yang mengetahui kalau Daniel dan Mutia selamat dari kecelakaan maut itu.


" Dasar kalian tidak becus." Umpatnya ditelepon.


Tuan Robert semakin meradang karena kondisi perusahaan nya yang hampir bangkrut gara-gara gagal menjodohkan anaknya dengan kolega bisnis nya.


Beberapa jam kemudian


Daniel sudah sampai di rumah duka dimana sang supir yang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia di tempat.


****


" Sayang lagi ngapain, mas kangen padahal baru berapa hari gak jumpa...'' Ucap Daniel di chat what's app nya.


'' *Hmm...sama mas aku juga kangen, kapan kemari lagi?? ''


'' Sabar ya sayang tunggu aja kedatangan mas, sudah larut tidurlah jangan begadang Ok.''


'' Mas juga, selamat malam mas.


'' Malam juga mimpiin mas yah 😘*.


****


Dua hari berlalu dari pihak Daniel sudah memberi kabar bahwa seminggu lagi mereka akan datang untuk melaksanakan pernikahan sesuai permintaan bapak Mutia kalau pernikahan nya di adakan di desa kelahiran Mutia.

__ADS_1


Daniel sudah mengirim WO untuk merias atau mendekorasi tempat untuk pesta di rumah Mutia.


" Huh sombong banget mentang-mentang mau dinikahi pria kaya sama tetangga negur aja kagak.'' Ucap Angel yang kebetulan lewat di jalan yang disana sudah banyak orang berlalu-lalang membantu si rumah Mutia.


'' Siapa yang kamu maksud?'' Tanya Sri yang kebetulan juga sudah pulang dari Hongkong dan ikut berpartisipasi di rumah sahabatnya.


'' Bilang aja iri.'' Ucap salah satu tetangga mereka juga.


Angel kini sudah memiliki anak akibat hamil diluar nikah dan tidak tahu siapa ayah dari anaknya.


Dengar-dengar juga ia sekarang lagi berhubungan dengan laki-laki yang sudah beristri. (Miris jadi Angel gak ada malu)


Mutia dilarang keluar oleh ibunya katanya takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya Sri lah yang selalu menemani.


*


*


*


" Sayang kamu yakin mau ikut sama mas? Dengan kondisi hamil begini?" Ucap Sam pada istrinya Ferra.


Sejak pertemuan hari itu seminggu kemudian Sam dan Ferra langsung melakukan pernikahan, sekarang usia kehamilan Ferra sudah empat bulan.


" Mas aku pengen ikut, aku juga pengen minta maaf sama calonnya Daniel, boleh ya mas?" Rengeknya. Sam pun tidak bisa menolak permintaan istrinya yang sangat ia cintai.


" Baiklah sayang tapi jangan dipaksakan kalau memang gak memungkinkan ok!


" Iya mas.


" Sam, apa mereka tidak mengadakan pesta di Jakarta?" Tanya sang ibu karena dia khawatir akan kondisi menantunya.


" Belum tahu juga Bu, tapi atasan aku itu meminta agar aku bisa datang ke acaranya, gak enak juga kalau aku menolaknya.


" Ya sudah yang penting jaga menantu ibu dan juga calon cucu ibu!!!


" Iya Bu, pasti aku jagain 24jam malah."

__ADS_1


Ibu Sam bahagia karena sebentar lagi akan mempunyai cucu dan sekarang Ferra yang bersikap lemah lembut berusaha menerima takdirnya.


__ADS_2