
Mba Vi dan Erna baru pulang dari belanja, mna Vi mencari keberadaan Mutia.
'' Mutia kemana ya Er??''
'' Iya kok sepi, mba Vi jangan-jangan...
'' Hust...''
Daniel baru keluar dari ruangan kerja nya.
' Mba Vi udah pulang? Mutia mana?
'' Lho, bukan nya Mutia di rumah ya??
'' O ya, aku lupa mba Vi kayaknya Mutia ketiduran di ruangan samping.
Mba Vi dan Erna menuju ruangan di mana Mutia tertidur di kursi pijat.
'' Biarlah dia tidur dulu kasihan mungkin capek banget karena habis pindahan.'' Ucap mba Vi
'' Terus kan mau masak.''
'' Bentar lagi aja di bangunin.
Mutia tampak mengerjapkan matanya
'' Lho aku ketiduran, aduhalu nya aku.'' Rutuknya dan bangun dari kursi pijat.
'' Mba Vi kok gak bangunin aku.?
'' Gak apa-apa kok Muti kan kamu capek.
'' Ya tapi kan kita mau masak.''
Mutia segera menyiapkan apa-apa saja yang akan di masak, setelah selesai Erna membantu menyiapkan di meja makan.
" Aku panggil mas Daniel dulu ya mba Vi.
" Kenapa dek?"
__ADS_1
" Itu mas, makanan sudah siap kita makan dulu yuk!
" Ok nanti aku keluar." Mutia pergi ke meja makan.
" Wahh harum banget masakannya, makin laper deh.
" Ayok mba Vi, Erna kan kalian juga yang udah nyiapin semua jadi anggap kita lagi pesta." Ucap Daniel.
" Alhamdulillah bisa merasakanasakan kamu lagi dek, kenyang nyaaa.
'' Emang Mutia pernah masakin kamu ya Dan??
'' Iya mba setahun yang lalu.''
'' Hahh jadi kalian udah lama kenal?
'' Iya,nggak.'' Jawab Mutia dan Daniel barengan.
'' Yang bener yang mana nih??
Daniel bercerita awal pertama melihat Mutia sebagai pelayan warteg hingga sekarang bertemu di Hkg.
…………
'' Mas, gak nyangka yah rumah kamu sekarang jadi bagus banget jangan-jangan orang tua kamu dah banyak duit ya mas??'' Ucap Yuni pada suaminya.
Syarif mengajak keluarganya pulang ke Jawa menemui orang tuanya karena sudah lama tidak pulang dan sekarang anak mereka pun sudah setahun.
'' Pak, Bu gimana kabar Mutia di sana??'' Tanya Syarif di sela makan malam bersama keluarga.
'' Alhamdulillah adikmu kabarnya baik, berkat dia lah rumah ini bisa direnovasi Rif.
'' Alhamdulillah ya pak, semoga dia selalu dalam lindungan Allah SWT.
'' Aamiin.
'' Ayo cucu nenek aa dulu donk biar sehat maem yang banyak yah.'' Ucap ibu Mutia pada anak Syarif.
'' Rif, rencananya mau berapa lama tinggal disini?'' Tanya bapak.
__ADS_1
'' Baru sehari kami disini pak, masa sudah di usir??'' Cerocos Yuni.
'' Yuni jaga ucapanmu!! Sela Syarif.
'' Bukan gitu maksud bapak nak, kalau kalian lama ya gak apa-apa jadi kami tidak kesepian lagi.
Ibu Mutia hanya mengelus dadanya melihat menantu nya bersifat judes.
'' Iya pak maaf atas kata-kata Yuni.''
'' Sudah tidak apa-apa kalian mungkin masih capek sebaiknya ajak istrimu istirahat.'' Ucap bapak.
'' Nuri ayo masuk kamar sama bunda.'' Yuni langsung menggendong anaknya dan pergi masuk kamar tanpa permisi.
'' Pak, Bu Syarif ke kamar dulu yah dan tolong maafkan sikap istri Syarif.
'' Iya nak kami maklumi kok, istirahatlah.
Di kamar..
'' Mas, kapan kamu mau ngomong gak usah nunggu lama-lama kenapa, gak betah yah aku disini.'' Ucap Yuni ketika suaminya masuk.
'' Yun, bisa gak kamu jaga sikap kamu!, hormati orang tua ku Yun, dia juga orang tua kamu.
'' Mertua.'' Tegas Yuni.
'' Entahlah Yun, kamu makin berubah.''
'' Apa yang berubah dari aku??, kalau ada uang ya biasa aja, makanya cepat minta uang aku gak mau hidupku melarat.
'' Astaghfirullah.'' Ucap Syarif
Belakangan Yuni semakin berubah sikap nya ia tak lagi mau meladeni suaminya dengan baik, kadang kalau Syarif tidak kerja Nuri anaknya ia biarkan bersama ayahnya dan ia pergi ke rumah orang tua nya.
Flasback
'' Mah, aku udah males sama mas Syarif, udah kerjaan sekarang serabutan gak bisa di andalkan.
'' Ya kamu rayu lah dia nak untuk minta uang sama ortunya kamu bilang adeknya kerja di luar negeri berarti banyak duitnya.
__ADS_1
'' Betul juga kata mamah.
Flasback off