Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 66


__ADS_3

Mutia terbangun karena perutnya minta diisi karena sejak sore belum makan.


Matanya melihat ke sekeliling dan nampak asing.


'' Mas....'' Panggilnya, mencari keberadaan sang suami, seingatnya dia tadi berada di mobil bersama suaminya.


'' Kemana mas Daniel, aku dimana ini?'' Perlahan Mutia bangun dan berjalan ke arah lemari di kamar itu, Mutia melihat foto Daniel dan foto dirinya sewaktu di Hongkong.


'' Hmmm apa ini kamar mas Daniel?'' Gumam nya.


Ceklek....


Pintu terbuka dan terlihat Daniel yang masuk hendak mbangunkan sang istri.


'' Sayang, kamu sudah bangun, pasti kamu lapar, mas sudah Masakin sesuatu buat kamu.?''


'' Mas kita dimana?''


'' Ini di apartemen mas sayang, ayo kita makan dulu?''


'' Oh, Hmmm aku bersih-bersih dulu mas, tapi aku gak ada baju?''


'' Hmmm mas sudah siapin jauh hari sebelum kamu datang sayang...''


'' Benarkah...??'' Mutia masih gak percaya.


'' Iya lihat saja, itu lemari khusus, mas siapkan untuk istri tercinta.''


'' So sweet banget deh, terimakasih ya suamiku... aku mencintaimu?'' Bisik Mutia di telinga Daniel.


'' Sayang jangan mulai yah, awas mas gak tanggung jawab yah kalau ada yang bangun....?''


'' Ihhh mesum....'' Mutia lari masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


'' Iloveyou to istriku.'' Ucap Daniel tersenyum.


***


" Hmmm sedap banget pokoknya mantul abizzz masakan suami tercinta..." Ucap Mutia mengacungkan jempol nya.


" Gak gratis ini yah, mas minta bayaran lho."


" Heee, aku kan gak ada duit mas jadi bayar pakai apa donk...?"


" Bener nih....gak tahu,...?" Daniel mendekati Mutia mengendus disamping telinga Mutia.


" Ihhh mas Daniel kan masih makan...?"


" Ok, berarti sehabis makan yah...!"


" Ups...Ihhh salah ngomong deh." Ucapnya


" Gak ada kata ralat, jadi harus."


" Biarin mesum sama istri ini."


Selesai makan malam Mutia membereskan meja makan dan mereka duduk menonton televisi.


Malam semakin larut pasangan pengantin baru itu masih asyik di depan tv, sesekali Daniel mencium pucuk kepala Mutia.


Mutia yang diperlakukan sangat manis tidak bisa membohongi dirinya sendiri, bahwa ia sangat menikmati sentuhan-sentuhan lembut suaminya.


'' Sayang.....'' Panggil Daniel lembut. '' Boleh yah....?''


Mutia hanya mengangguk ia tidak ingin durhaka pada suaminya, Daniel langsung menggendong Mutia masuk ke dalam kamar dan terjadilah malam yang panas bagi keduanya.


*

__ADS_1


*


*


*


" Morning kiss sayang...." Daniel mencium lembut bibir Mutia, perlahan Mutia membuka matanya.


" Mas, apa aku terlambat bangun?" Suara khas bangun tidur.


" Tidak sayang, apa mau mandi sekarang biar mas gendong ke kamar mandi?"


" Hmmm...." Daniel menggendong Mutia masuk ke kamar mandi dan mandi bersama.


***


" Mas....?"


" Hmm...." Daniel masih berkutat di depan laptop nya tanpa melihat Mutia yang memanggil.


" Mass....aku bosan ..."


" Iya sayang sebentar lagi yah, bentar lagi mas sudah selesai.." Ucap Daniel dan menyelesaikan laporan-laporan yang dikirim oleh asisten nya.


Terlihat Mutia menyandarkan kepalanya di sofa diruangan kerja Daniel dan memejamkan matanya.


1jam berlalu Daniel baru bisa menyelesaikan pekerjaannya dan mendapati sang istri tertidur di sofa, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya akhirnya membopong masuk ke kamarnya.


Pukul empat sore Mutia terbangun dan mendapati suaminya tengah memeluknya di atas tempat tidur.


'' Mas....'' Perlahan Mutia memindahkan tangan kekar itu kesampingnya dan melihat jam.


'' Sudah jam empat, apaaa...aku belum ashar ishhh mas Daniel bukannya bangunin malah ikutan tidur.'' Gumam nya dan cepat-cepat bangun untuk segera menunaikan shalat.

__ADS_1


Daniel terbangun dan menyadari disampingnya sudah tidak ada istrinya.


'' Sayang...


__ADS_2