Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
36


__ADS_3

Sementara itu...


'' Subhanallah Bu, Mutia kirim banyak banget apa ini gak salah??'' Bisik bapak Mutia, beliau tidak ingin kata-katanya di dengar oleh anak dan menantunya.


Bapak Mutia memperlihatkan layar hp nya ke istrinya.


'' 50 juta pak, cepat hapus pak, ibu tidak ingin Abang Mutia melihatnya kasihan Mutia capek-capek kerja di luar negeri tapi pas pulang duitnya tidak tersisa.


'' Iya Bu, besok lah kita ambil setengah nya saja untuk Syarif.


'' Iya pak, apa sudah di hapus??


'' Sudah Bu...kita tidur ya Bu, besok bapak juga akan menanyakan lagi sama Mutia.


Keesokannya....


Ibu Mutia sudah selesai menyiapkan sarapan di meja makan..


'' Yun mana cucuku apa dia sudah bangun??


'' Sudah Bu tadi di ajak mas Syarif keluar mungkin di teras.


'' Oh ya sudah kamu panggil yah biar sarapan sama-sama.


Setelah selesai sarapan...pak Hamid bapak Mutia pamit, beralasan untuk pergi ke tempat saudaranya.


'' Mas bilang lah sama bapak kapan Mutia kirim uang nya, kita sudah lama diaini?'' Bisik Yuni pada suaminya.


'' Iya iya Yun sabar!


'' Bu apa Mutia sudah kirim??''


Sejenak ibu Salma terdiam...


'' Ya Allah kenapa anakku sekarang yang dipikirannya hanya uang saja apa kebersamaan dengan keluarga tidak membuat nya bahagia??'' Batin Bu Salma.


'' Iya nak, sabarlah Mutia disana sedang bekerja jadi tidak gampang mengumpulkan uang sebanyak itu butuh berbulan-bulan!'' Ucap ibu sedikit menyindir agar menantunya itu tahu diri.


'' Uhh mas, aku suntuk jalan-jalan ke luar yuk!?'' Ajak Yuni.


'' Iya sebentar Yun, apa kamu gak lihat meja makan masih kotor bantulah Ibu beresin meja makan!! Suruhnya pada istrinya.


'' Mas, ibu kan masih makan gak sopan donk'' Ucap Yuni beralasan.


'' Ya sudah kalau kalian mau jalan jagain cucu Ibu yah!


'' Pasti donk Bu.

__ADS_1


Syarif menyalami punggung tangan ibu nya disusul Yuni.


Sementara itu pak Hamid sudah sampai di bank terlebih dulu ia miscal ke anak nya.


Tak berapa lama Mutia menelpon balik bapak nya...


'' Assalamu'alaikum pak, ada apa? apa uang nya sudah di ambil??


'' Nak, apa tidak salah kamu kirim uang??


'' Lho emang masih kurang ya pak?? Tanya Mutia heran sempat berfikir apa Daniel mengirimnya kurang?


'' Tidak nak, ini terlalu banyak.


'' Lho emang berapa pak??


'' Kan kamu yang kirim nak masa tidak tahu??


'' Heee iya pak maksud Mutia kenapa kok bapak nanya gitu bukan kah bapak butuh 30juta??


'' Iya tapi ini 50juta, emang duit kamu masih ada??


'' Apa 50juta??''Batin Mutia. '' Oh, iya Mutia kirim semua pak jadi uang Mutia tinggal berapa juta aja, yang penting suruh bang Sharif gunain baik-baik uang nya.


'' Iya nak, ya sudah bapak cuma nanya itu aja kamu jaga diri yah disana!!


'' Waalaikumsalam.


🌷🌷🌷


Mutia yang mendengar uang yang dikirim terlalu banyak segera menghubungi no Daniel mau menanyakan kepastian tapi no Daniel tidak aktif.


" Kemana mas Daniel, kok gak aktif ponsel nya. ah aku tunggu bentar lagi lah mungkin masih sibuk." Batin Mutia sambil menyelesaikan pekerjaan nya.


1jam berlalu dia pun kembali menghubungi no Daniel.


" Masih belum aktif."...


Jam 12 siang waktunya Mutia mengantarkan Yeo sekolah, setelah mengantar ia pergi ke pasar belanja dan kembali ke rumah.


" Coba telpon lagi deh siapa tahu udah aktif." Gumam nya.


Terdengar nada sambungan..


" Alhamdulillah aktif."..


" Assalamu'alaikum sayank, maaf pesawat mas baru mendarat nih.

__ADS_1


" Waalaikumsalam emang mas dimana semalam gak bilang kalau mau pergi??" Tanya Mutia.


" Iya, mas gak bilang karena mungkin adek tahu karena semalam gak jadi pergi nya karena Dady datang.


" Oh, jadi sekarang udah sampai di Medan??


" Iya nih masih rehat bentar di kafe bandara.


" Hati-hati ya mas berapa lama disana??


'' Kenapa?? sudah kangen nih??'' Goda Daniel.


'' Maaass...


'' Haaa iya iya mas gak lama kok, paling sebulan.'' Mencoba menggoda Mutia lagi.


'' Sebulan mas?? lama banget?? Mutia langsung mengubah ke mode video.


'' Kenapa sweetie, gemes banget lihat muka cemberut nya.


'' Mas beneran sebulan??'' Muka cemberut.


'' Iya kenapa rupanya, kerjaan mas banyak sayang harap maklum yah.


Dengan lesu Mutia pun menjawab ucapan Daniel.


'' Iya mas, ya sudah hati-hati disana dan juga jaga diri dan hati mas...


'' Apa dek?? coba ulangi yang tadi mas kurang jelas denvernya??


'' Ihh, jaga hati mas titik.!!


'' Ups ha ha ha kenapa memang hati adek aja belum mas miliki.


'' Iloveyou.'' Setelah mengatakan itu Mutia menutup muka nya.


'' Ihh yayanku malu, mas mau dengerin langsung dari bibir kamu mas tunggu yah kalau mas sudah balik!


Wajah Mutia makin merona.


'' Iya iya hati-hati ya mas, Mutia mau lanjut kerja.


'' Iya sayang imissyou.


'' Assalamu'alaikum mas.


'' Waalaikumsalam sayang.

__ADS_1


__ADS_2