
'' Ini tidak mungkin...'' Mutia hampir saja ambruk kalau saja sang ibu tidak berada di sampingnya, ia sangat syok mendengar kabar yang disampaikan oleh asisten suaminya.
'' Tidakkk, mas Daniel..hiks..''
'' Nduk cah Ayu tenangkan hatimu nak, sabar yah ingat ada calon anak mu, kamu ingatkan kuatkan dirimu.''
'' Jadi..., nona sedang mengandung?'' Lee terlihat gembira tapi kesedihan masih terlihat diraut wajah nya mengingat sang tuan nya belun juga sadar.
Mutia dibawa masuk kedalam kamar sang bapak yang baru pulang dari ladang pun bingung siapa tamu yang datang ke rumahnya.
'' Sepertinya lagi ada tamu. oh Nak Lee sudah lama?'' Tanya bapak Mutia.
'' Iya pak saya. ''
'' Pak.....'' Panggil ibu Mutia pada suaminya.
'' Kenapa bu, mana Mutia ada tamu kok gak di temani?''
'' Dia lagi istirahat pak, o ya pak ada yang mau ibu omongin...''
'' Ada apa bu?''
Ibu menceritakan kejadian yang menimpa menantunya yang sekarang sedang dalam perawatan.
'' Innalillah, terus gimana keadaannya sekarang nak Lee?''
__ADS_1
'' Seperti yang sudah saya bilang pak, tuan sangat butuh dukungan dari nona, maka dari itu saya datang kesini untuk menjemput nona dan membawanya kesana. Mutia yang mendengar kata-kata dari Lee pun cepat-cepat berkemas karena ia ingin segera bertemu dengan sang suami.
'' Aku sudah siap Lee...'' Mutia keluar dengan sudah berpakaian rapi.
'' Mutia....tapi kamu masih be..'' Ucap bapak dan ibu.
'' Mutia tidak mau buang waktu lagi pak, bu, Mutia ingin melihat dan merawat mas Daniel izinkan Mutia pergi bu, pak. !''
'' Bapak dan ibu tidak akan melarang mu untuk pergi nak, pesan bapak kamu harus bisa jaga diri kamu disana dan ingat kandungan kamu!''
'' Tapi nak, sekarang sudah mau malam apa tidak sebaiknya besok saja?'' Ucap ibu
'' Iya nak kasihan nak Lee pasti juga lelah.''
Mutia pun akhirnya setuju dan akan berangkat besok pagi.
***
***
" Dah tante.... ?" Ucap Nuri Keponakan nya yang tadi malam datang mendengar ada tamu yang akan menjemput sang adik.
" Hati-hati di perjalanan ya dek, semoga suami kamu lekas sembuh dan sehat seperti sediakala.'' Ucap sang kakak.
'' Iya Mutia jaga diri kamu yah!'' Kamila pun ikut memberi wejangan.
__ADS_1
Setelah berpamitan pada kedua orang tua nya dan kakaknya Lee pun melajukan kendaraannya me. belah jalanan.
'' Nona selamat yah atas kehamilannya semoga ponakanku sehat-sehat saja di dalam kandungan.'' Ucap Lee memecah keheningan.
'' Terimakasih Lee, O ya Lee aku belum memberi kabar sama grandma apa dia sehat-sehat aja ?''
'' Iya nona, grandma sehat walau sempat sakit dan kritis juga tapi sekarang sudah tidak apa-apa ?''
'' Apa..., jadi grandma sakit ahhh betapa b****hnya aku tidak menanyakan atau mampir di kediaman grandma."
" Nona jangan menyalahkan diri, saya juga faham saat itu pasti kondisi nona sedang tidak baik-baik saja.''
****
Menjelang maghrib Mobil yang ditumpangi Lee dan Mugia sudah sampai di mansion sang nenek, Mutia segera turun dan menuju pintu utama.
" Nona jangan berlari ingat kehamilan nona!" Mutia langsung menghentikan langkahnya yang sedikit berlari.
" Assalamualaikum grandma...." Teriak Mutia.
" Non Mutia, apa kabar non, kenapa lama gak pernah datang lagi kemari?" Ucap pelayan disana yang menyambut kedatangan cucu menantu sang majikan.
" Alhamdulillah aku baik mba, iya maaf ya mba baru sempat."
Terlihat grandma yang duduk di kursi roda dan di dorong oleh asisten nya.
__ADS_1
Mutia menghambur ke pelukan sang nenek.
" Grandma maafin Mutia hiks.... "