Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
#Bab92


__ADS_3

Hari minggu ini Mutia mengajak suaminya untuk berjalan-jalan ke taman Victory, sekalian melepas rindu dan mengenang masa masih jadi tkw dulu.


'' Sudah lama aku gak kesini mas, hmm boleh yah aku hubungi teman-teman aku?''


'' Iya sayang telpon lah, apa mereka juga berada disini atau tidak ?''


Mutia mulai menghubungi mba Vi, tinggal mba Vi yang masih bertahan sedangkan kedua teman yang lain sudah di Indonesia.


'' Mas, tunggu sebentar gak apa-apa kan? Mba Vi sedang berada di nort point.


'' Ya sudah kita tunggu di restoran depan sana yuk, biar kamu gak capek!''


'' Iya mas.''


Lain dengan Rara, ia sedang cemberut karena tidak bisa pergi bareng Daniel dan Mutia, niat hati ingin pendekatan dengan Daniel tapi sang nenek masih kecapean.


'' Huft.... Jauh-jauh ke HK malah di rumah doank aku kan pengen cuci mata juga.'' Gumam Rara.


'' Ra, tolong siapin meja makan yah nih aku udah selesai masak!!'' Ucap Shanty.


'' Iya Mbak.


Rara mendorong kursi roda grandma dan mendekatkan ke meja makan.


'' Loh mas Daniel apa gak pulang makan ya mba?'' Tanya Rara.


'' Hmmm... Mereka sedang keluar sudah pasti akan makan diluar juga.'' Ucap sang nenek, Rara terlihat tidak semangat.


'' Kamu kenapa Ra, kamu sakit?'' Tanya grandma.

__ADS_1


'' Tidak grandma, aku baik-baik saja.'' Bohong nya padahal dalam hatinya menyimpan kedongkolan.


'' Ayo habiskan dulu makannya Ra, besok kita jalan-jalan keliling HK kamu mau kan?'' Ucap nenek, seketika wajah Rara sumringah.


'' Baik grandma.''


'' Yess... Gak apa-apa lah, tanpa si ganteng.


" Mba Viiii, aku kangen.. Mutia memeluk sahabat seperjuangannya ketika masih sama-sama jadi tkw."


" Mutia, apa kabar? Hai Dan.. ?"


" Hai juga mba Vi... "


" Mutia selamat yah, moga bayinya sehat selalu." Doa tulus mba Vi.


" Mba Vi sendiri?" Tanya Mutia, sedangkan Daniel tengah sibuk memilih menu makan siang mereka, Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore.


" Samain ajalah sama bumil satu ini heee"


" Apa sayang?" Tanya ulang Daniel.


" Mas, aku pengen makan ngaulamho sama cha kaikiok yah minumnya tunglengja."


" Hmm ok, sebentar." Daniel mengangkat tangannya memanggil pelayan dan memesan makanan.


" Gak terasa yah udah mau malam aja." Ucap Mutia mereka kini sedang jalan-jalan di mall sehabis makan.


'' Sayang, mas terima telpon dulu yah kamu Belanja lah sekalian mba Vi juga!''

__ADS_1


'' Iya Mas.''


***


" Mr, ada hal penting yang ingin saya sampaikan apa anda punya waktu?" Suara Lee yang berada di negara T.


" Saya lagi diluar Lee, apa sangat penting ?"


" Iya Mr, atau nanti saja setelah anda di rumah saya hubungi lagi?"


" Ok, baiklah."


Mutia dan mba Vi sudah membawa banyak belanjaan ditangannya , Daniel dari kejauhan mendekati istri dan juga temannya."


" Waww borong apa kalian?"


" Dan, makasih banyak yah udah belanjain aku banyak gini?"


" Sama-sama mba Vi yang terpenting istriku bahagia.''


'' Gimana sayang bisa kita pulang sekarang ?''


''Iya Mas, aku juga udah lelah. O ya mba Vi pulang bareng kita yah?'' Ajak Mutia.


'' Iya Mba Vi kita searah nya.''


'' Hmm apa gak merepotkan ni?''


'' Hmm mba Vi ini kaya sama siapa aja?''

__ADS_1


'' Ok deh letsgo... ''


Daniel mengemudikan mobilnya ke jalan raya karena hari minggu sehingga jalanan tidak sepadat seperti hari biasanya.


__ADS_2