Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 63


__ADS_3

Walau dilangsungkan dengan sederhana tetap saja banyak tamu yang berdatangan di pernikahan Mutia.


Sehari sebelum acara dilaksanakan Daniel sudah sampai di kediaman Mutia tapi Daniel di tempat kan di rumah tetangga agar tidak berjumpa dengan mempelai katanya pamali (entah apa itu)


" Nak Daniel maaf yah rumah saya ya begini mungkin gak nyaman untuk nak Daniel beristirahat."


" Terimakasih sebelumnya Paman, dimana tempat yang pernah saya singgahi itu lah tempat yang paling nyaman."


" Nak Daniel ini pandai yah mengambil hati..." Ucap Paman Abdul tetangga Mutia.


*


*


*


*


" Wah wah wah cucu grandma benar-benar deh cantiknya, gak salah anak itu memilihmu untuk menjadi istrinya.


'' Terimakasih grandma.'' Mutia tersipu malu mendengar pujian dari grandma.


'' Hai calon pengantin...'' Ferra berdiri di pintu kamar Mutia, grandma yang menoleh nampak tidak senang melihat kedatangan Ferra.


'' Hallo grandma... maaf kalau kedatangan ku mengganggu kalian, aku hanya ingin meminta maaf atas kesalahan ku waktu itu.


'' Hmm....'' Grandma hanya berdehem.


'' Hai mba, mari masuk...!


'' Terimakasih Mutia, aku ingin meminta maaf padamu atas semua kesalahan ku, aku tidak akan mengacaukan acara mu dan juga aku sudah menikah dengan ayah dari anak yang aku kandung ini.'' Ucap Ferra sambil mengelus perutnya.


'' Mba Ferra lagi hamil yah, wah selamat ya mba semoga kehamilan nya sehat sehat selalu.


'' Terimakasih Mutia kamu memang sangat baik dan berhati lembut, semoga kamu bahagia selalu yah.


'' Terimakasih mba.''

__ADS_1


'' Sayang sebentar lagi acara akan dimulai yuk ke depan.'' Ajak ibu Mutia.


Daniel memandang takjub pada Mutia yang memakai baju pengantin kebaya putih nan elegan itu.


Kini Daniel sudah duduk di hadapan penghulu siap untuk mengucapkan ijab Qabul.


'' Apa bisa kita mulai....?'' Ucap pak penghulu menyadarkan keterpanaan Daniel pada calon istrinya.


Para tamu undangan dan saksi pernikahan sudah berada ditempat nya masing-masing kini giliran sang penghulu menuntun Daniel untuk mengikrarkan janji suci ijab qobul.


Mutia duduk berdampingan dengan ibu dan grandma serta Ferra, terdengar dengan satu tarikan nafas Daniel mengucapkan ijab qobul dan kemudian saksi mengucapkan kata SAH..


'' Alhamdulillah...'' Ucap Daniel lega, Mutia di tuntun untuk mendekati Daniel dan mencium punggung tangan laki-laki yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.


Daniel memakaikan cincin pernikahan di jari kanan Mutia lalu Daniel mengecup ubun-ubun Mutia sambil berdoa.


'' Terimakasih sayang... aku sangat mencintaimu, Alhamdulillah Allah sudah menyatukan kita dalam ikatan pernikahan.''


'' Iya mas...'' Mutia memasangkan cincin putih ke jari Daniel.


Para tamu undangan pun menikmati jamuan yang sudah disediakan oleh keluarga Mutia.


'' Siapa yang menghubungi mu Sam?'' Daniel mendengar kabar yang kurang baik tapi ekspresi wajahnya dibuat sebiasa mungkin.


'' Maaf Dan, Sepertinya ada yang ingin bermain-main denganmu, tadi tangan kananmu menelponku karena ponselmu sedang tidak aktif.''


'' Sam, terimakasih tapi aku tidak akan merepotkan mu, kasihan istrimu dalam keadaan hamil muda.''


'' Dan, tidak usah sungkan aku seperti ini juga berkat dirimu apa pun yang kamu butuhkan aku siap membantu.''


'' Iya Sam, sepertinya ini tidak bisa di anggap sepele dan aku harus segera kembali ke Jakarta.''


'' Dan, kamu baru saja menikah setidaknya menginaplah sehari saja apa kata pihak mertua mu kalau kamu langsung kembali ke Jakarta.''


'' Betul apa yang kamu bilang Sam, tapi....''


'' Tenang Dan, aku punya teman baik dan dia bisa aku percaya karena dia sekarang yang menggantikan aku di kantor.'' Tawar Sam.

__ADS_1


'' Ok Sam terimakasih, nanti kita diskusikan lagi...!''


Sore hari karena lelah dan tamu undangan sudah membubarkan diri dan keluarga juga satu per satu meninggal kan acara dan pergi untuk beristirahat.


Mutia menuju kamarnya untuk mengganti baju Dengan baju rumahan.


'' Ahh... akhirnya bisa rehat juga, padahal acaranya sederhana tapi capek banget.'' Gumam nya.


'' Assalamu'alaikum...(tok tok tok) ''...


'' Waalaikumsalam...(Mutia membuka pintu kamar nya).


'' Mas, ayo masuk!! Mas pasti lelah kan ?''


'' Iya sayang maaf ya, tadi mas ada urusan bentar.''


'' Iya gak apa-apa kok, sekarang mandilah aku mau ke dapur dulu mau bantuin nyiapin makan malam.''


'' Sayang Hmm....ada yang harus mas omongin.'' Ucap Daniel ragu dan menggenggam tangan Mutia lalu mengecupnya.


'' Kenapa mas, bicaralah kok kaya gak biasanya.''


'' Iloveyou sayang... itu saja ''


'' Ihh mas Daniel nih bikin aku Deg degan aja kirain ada apa..?''


'' Iya sayang kan memang mas sayang dan cinta banget sama istriku ini.'' Mengelus kepala Mutia.


'' O ya mas maaf yah kamar mandi dalam kamar kita kecil...''


'' Iya istriku tidak apa-apa, mas bahagia kalau istriku ini juga bahagia walau sering nolak bantuan dari suami.''


'' Heeee.... iya iya gak nolak lagi sekarang kan udah jadi suami beneran.''


'' Jadi....'' mencubit hidung Mutia.


'' Gak mas gak, iya iya ampun heee udah aahh nanti aku gak bantuin masak kalau kelamaan nanti dikirain ngapain.''

__ADS_1


'' Biarin kan kita sudah sah...''


'' Hiss.....'' Mutia keluar dari kamar dan menuju dapur.


__ADS_2