Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
#Bab78


__ADS_3

Kring kring


Mutia sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya sebelum berangkat ke kantor, telepon di ruang tamu apartemen nya berdering.


" Mas,sebentar yah aku angkat yelepon dulu hmm... siapa yah pagi-pagi gini telpon.'' Mutia berjalan dan mengangkat gagang telppn itu.


'' Assalamualaikum....'' Sapa Mutia


" Waalaikumsalam...'' Suara ibu Mutia terdengar dari seberang telepon.


'' Ibu, kok gak sms aja biar Mutia yang telepon?''


'' Tidak apa nak, ibu hanya mau mengabarkan tidak lama lagi abangmu akan menikah,dan kalau bisa kamu datang yah sama suami kamu!?''


'' Alhamdulillah dengan siapa bu apa aku mengenalnya?'' Mutia terlihat antusias mendengar kalau abangnya sudah menemukan tambatan hatinya lagi.


'' Ya sudah nanti kamu juga tahu, salam yah untuk suami mu, ibu tutup dulu nanti ibu kabari lagi? Assalamualaikum."


'' Waalaikumsalam...'' Mutia kembali menemani sang suami sarapan.


" Siapa sayang?"


" Ibu mas,hmm tadi ngabarin kalau mas Syarif akan menikah dekat-dekat ini. O ya mas hmm bisa gak yah kita datang?'' Dengan hati-hati Mutia mengutarakan keinginannya.''


'' Iya sayang semoga yah perjalanan bisnis mas cepet selesai dan kita bisa datang ke pernikahan mas Syarif.'' Daniel seraya tidak yakin akan ucapannya.


'' O ya sayang, kalau pun nanti ketika acara pernikahan mas Syarif mas belum pulang dari perjalanan bisnis, kamu bisa kan pulang sendiri ke Indonesia? Pasti mas akan nyusul kesana.''

__ADS_1


'' Iya mas, tapi aku harap kita bisa barengan datangnya.''


*


*


*


*


Tiba harinya Daniel harus pergi ke Thailand menangani perusahaannya yang berada disana. Mutia mengantar suaminya sampai ke bandara, begitu berat ia melepas kepergian suaminya padahal Daniel hanya akan pergi perjalanan bisnis.


'' Sayang..udah donk jangan sedih yah mas kan cuma pergi bentar berapa hari juga akan balik.'' Daniel memeluk istrinya dengan erat.


'' Jangan lupa kabarin aku ya mas kalau sudah sampai disana!.''


Daniel mengecup kening mutia dan punggung tangan istrinya dengan lembut sebelum masuk ke dalam.


'' Jaga diri ya mas aku menunggumu selalu.''


'' Kamu juga jaga diri ya istriku.''


***


Sepulang dari mengantar suaminya Mutia berjalan-jalan sebentar di area pertokoan di bandara.


'' Wah lucunya pasti Nuri suka nih...'' Mutia mendekati toko boneka ia melihat boneka beruang yang sangat imut dan tidak terlalu besar, ia pun membelinya untuk oleh-oleh jika ia pulang ke Indonesia nanti.

__ADS_1


Mutia sengaja menyuruh supir pribadi perusahaan Daniel untuk pulang terlebih dahulu karena ia ingin berjalan-jalan dan sekarang ia berada di bis untuk pulang.


Satu jam kemudian ia sudah sampai di halte dekat stasiun mtr butuh 15menit berjalan menuju ke apartemen nya.


'' Mba Vi, lagi ngapain bisa keluar sebentar gak aku betw nih.'' Mutia mengirim sms itu untuk Mba Vi.


'' Kenapa Mutia? emang kamu lagi dimana?'' Balas mba Vi.


'' Aku depan stasiun mtr mba.''


'' Ok, tunggu yah aku siap-siap dulu utungnya ada amah ku jadi aku minta izin sebentar.'' Tulis mba Vi lagi.


'' Aku tunggu mba Vi.''


Tak berapa lama terlihat mba Vi dari seberang jalan sedang melangkah untuk menyeberang.


'' Mutia, emang kamu dari mana?'' Tanya mba Vi setelah saling cipika cipiki.


'' Kenapa gak di ajak aja si kecil mba kan bisa lama perginya.?''


'' Gak enak juga Mutia kan bukan hari libur.'' Ucap Mba Vi.


'' Iya Sih gini juga alhamdulillah mba sudah dikasih keluar.''


'' Mba Vi, aku sendirian di apartemen mas Daniel sedang perjalanan bisnis.'' Mutia sudah tidak sabar ingin mengeluarkan keluhannya, raut wajahnya nampak murung.


'' Kapan Daniel pergi?'' Mba Vi melihat Mutia yang lesu.

__ADS_1


__ADS_2