
Seorang laki-laki dengan kaca mata hitamnya turun dari tangga pesawat, terukir senyum menghiasi wajahnya.
'' Lee jaga dirimu disana dan pantau terus perkembangan kasusnya!! Ucap Daniel di telpon berbicara dengan asistennya yang sekarang masih di negara T.
Mobil yang di tumpangi Daniel sudah sampai di loby apartemen nya ia sengaja tidak memberi kabar kepulangannya karena ingin memberi kejutan untuk sang istri.
Ting tong
Pagi ini Mutia yang sehabis sholat subuh turun ke taman yang berada di lobi apartemennya bareng Shanty art yang di bawa oleh grandma nya.
Buru-buru Rara membuka pintu tanpa melihat dulu siapa yang datang bertamu.
Daniel terkejut melihat orang yang membuka pintu bukanlah istrinya melainkan orang yang tidak ia kenal.
'' (Lei hai pingko, comatye hai liti?) Siapa kamu, dan sedang apa disini ?'' Tanya Daniel curiga. Sedangkan Rara terpana melihat sosok laki-laki di depannya yang begitu tampan.
Rara yang tidak mengerti dengan bahasa HK pun bingung, ia masih dengan rasa kagumnya.
'' Hei.... '' Tangan Daniel mengibaskan di depan wajah Rara.
'' Eee... Sory hmmm... '' Belum lagi selesai ngomong Daniel langsung memotong perkataannya
'' Siapa kamu dan sedang apa dirumahku?''
'' Haa..., mm saya.... ''
'' Mas Daniel.'' Panggil Mutia yang baru saja keluar dari lift dan mendapati suaminya masih di depan pintu.
__ADS_1
'' Sayang....'' Daniel menghampiri istrinya dan langsung memeluknya rindu.
'' Mas kangen sayang, kangen bangettt....'' Tangan Daniel mengelus perut Mutia lembut.
'' Kok gak masuk mas?'' Tanya Mutia.
'' Sayang dia siapa?, lho mba Shanty disini juga ?'' Tanya Daniel.
'' Iya mas, masuk dulu yuk!'' Daniel masih merangkul pinggang istrinya, Shanty sudah berlalu ke dapur sedangkan Rara masih berdiri dengan tidak tau malunya.
'' Sayang...'' Daniel mengajak Mutia masuk kamar.
'' Mas kangen banget... ''
'' Hmmmptt...'' Daniel langsung menyerang istrinya dengan lembut karena tidak ingin calon anaknya kenapa-napa.
Satu jam berlalu, Mutia tertidur lelap akibat ulah suaminya, sedangkan Daniel langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
'' Hmmm dasar cucu kurang ajar...'' Daniel hanya nyengir kuda, sekeluar dari kamar sang nenek sudah menegurnya .
'' Maaf, grandma apa kabar?'' memeluk sang nenek dan mencium punggung tangannya.
'' Dasar yah, kau apakan cucu menantu ku huhh... ?''
'' Hisss grandma ini, kaya gak pernah muda aja.''
Rara masih mencuri-curi pandang pada Daniel, Daniel yang menyadari itu hanya cuek dan tak pernah menanggapi.
__ADS_1
Daniel merasa gadis itu menaruh hati padanya.
'' Grandma kapan datang kenapa tidak memberi kabar?''
'' Hmmm emang harus izin dulu gitu?
'' Heee bukan gitu maksud aku grandma, aahhh sudahlah terus siapa gadis itu?'' Tanya Daniel biasa saja.
'' Dia Rara, sengaja grandma ambil dia dari panti saat itu.... '' Grandma sedikit bercerita awal mula ketemu dengan Rara.
'' Oh, hmm sebentar grandma aku mau melihat istriku.'' Daniel menuju ke kamarnya dan melihat sang istri sudah berpakaian rapi.
'' Sayang....'' Daniel memeluk Mutia dari belakang.
'' Mba Shanty laki-laki tadi siapa?'' Tanya Rara.
'' Hmm itu, Mas Daniel suami dari Mba Mutia.''
'' Ganteng banget ya mba?''
'' Hust... Hati-hati kalau ngomong.'' Rara tersenyum penuh arti.
'' Hmmm bisa nih kalau aku dekati, bini nya kan lagi hamil pasti dia akan bosan.'' katanya dalam hati.
'' Sayang kamu pasti belum makan apa-apa dari pagi, kita keluar yuk makan di luar!''
'' Ini kan gara-gara mas Daniel Huft...''
__ADS_1
'' Cup, maafin mas ya sayang.?'' Daniel mengecup kening Mutia lembut.