Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 65


__ADS_3

Kini Mutia dan Daniel sudah dalam perjalanan menuju Jakarta dengan mengendarai mobil dengan sang supir bersamanya.


Rombongan yang terdiri dari grandma, Sam dan istri sudah terlebih dahulu berangkat dengan pesawat dari bandara Semarang.


'' Pak ke hotel x yah di kota Semarang...!'' Perintah Daniel.


'' Baik Tuan.''


'' Lho mas, apa kita gak naik ini saja sampai ke Jakarta?'' Mutia bertanya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Daniel.


'' Tidak Sayang, terlalu beresiko nanti kamu akan tahu sendiri setelah kita sampai di hotel.''


'' Hmmm ya deh mas.''


Satu jam kemudian mobil itu sudah berhenti di lobi hotel x.


'' Pak, bapak boleh pergi! Terimakasih sudah mengantar?''


'' Sama-sama Tuan.''


Flashback on


'' Sir, saya harap ketika nanti anda akan kembali ke Jakarta gunakanlah heli, saya sudah kirim heli itu di hotel x keselamatan Tuan sedang dipertaruhkan.'' Ucap Lee di telpon.


'' Ok Lee, thanks.


'' Ok, saya tutup dulu.''


Flashback off.


*


*


*

__ADS_1


*


" Sayang, ayo kita ke atas...!"


" Mas apa kita nginep di hotel ini?" Tanya Mutia yang belum tahu.


Daniel merangkul bahu istrinya masuk ke dalam lobi hotel dan menuju lift untuk ke lantai atas, disana sudah ada heli yang menunggu.


Mutia tak menyangka akan menaiki heli, semenjak mengenal Daniel banyak kejutan yang selalu Daniel berikan dan hidupnya pun semakin penuh kebahagiaan.


" Ayo sayang, gunakan ini." Memberi alat untuk dipakaikan di telinganya agar tidak merusak pendengarannya ketika sedang terbang.


Sementara itu...


'' Apa yang kalian kerjakan membuntuti satu orang saja tidak becus...?''


'' .....


'' Saya tidak mau tahu, saya ingin dengar anak itu kecelakaan, kalau bisa mati sekalipun.''


'' Sial..., susah juga anak itu disingkirkan.'' Gumam ayahnya Daniel.


Semenjak perusahaannya bangkrut ia berambisi untuk merebut dan menguasai perusahaan yang Daniel dirikan sendiri selama ini.


***


" Wow mas, indahnya, sangat cantik dilihat dari atas begini."


" Iya sayang, anggap kita lagi liburan yah."


Mutia terlihat sangat bahagia dan itu membuat Daniel ikut merasakan kebahagiaan istrinya.


Beberapa jam kemudian


Kini heli itu sudah mendarat di salah satu perusahaan milik Daniel, Karena hari sudah sore jadi karyawan sudah tidak ada disana hanya sedikit saja yang masih lembur.

__ADS_1


Daniel merapikan rambut Mutia dengan lembut.


" Terimakasih mas..." Mutia masih malu jika kemesraan yang diberikan suaminya terlihat oleh orang lain.


" Ayo sayang...!" Daniel menggenggam tangan Mutia dan mengajaknya turun dengan menggunakan lift disana.


Beberapa karyawan yang lembur pun melihat sang atasan yang tiba-tiba ada di kantornya.


" Selamat sore sir...." Sapa mereka.


" Eh lihat siapa yah yang digandeng sama bos kita." Ucap karyawan 1.


" Hmmm pasti orang terdekat nya lah." Jawab yang lain.


" Udah lanjut kerja mau balik kemalaman kita?"


Mereka pun langsung melanjutkan kerja nya.


Terlihat Lee sudah berada disana menunggu Daniel dan Mutia.


'' Hai Lee, leiho?'' (apa kabar).


'' I am fine miss...'' Jawab Lee kaku.


Daniel dan Mutia masuk ke mobil dan segera Lee melajukan kendaraannya ke jalanan.


'' Sir apa kita langsung ke mansion?''


'' Tidak Lee ke apartemen saja, dan kamu boleh istirahat!''


'' Baik Sir.''


Tampak Mutia sudah kelelahan kepalanya ia sandarkan di bahu sang suami, Hari sudah mulai petang lampu-lampu sudah terlihat kelap-kelip menerangi datangnya malam.


Satu jam berlalu akhirnya merekapun sampai di apartemen Daniel.

__ADS_1


Mutia tertidur, Daniel yang tidak ingin mengganggu tidur sang istri langsung menggendong masuk.


__ADS_2