Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
#Bab83


__ADS_3

Mutia mengambil gelas berisikan air putih yang sebelum tidur ia siapkan agar ketika bangun dan haus tidak perlu pergi ke dapur, Mutia meminum sampai habis, keringatnya membanjiri kening mulusnya.


'' Ya Allah lindungilah suamiku dimanapun ia berada. '' Mutia bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat tahajud.


Air mata Mutia deras mengalir tangannya menengadah memohon pada sang pencipta.


Pagi harinya....


Walau acara yang akan diadakan terbilang sederhana tapi rumah Mutia terlihat ramai para tetangga yang membantu acara pernikahan kakak kandung Mutia tersebut.


Sedangkan di rumah Mila...


" Bibi terimakasih sudah berkenan datang dan membantu persiapan di acara yang paling penting di hidupku. " Ucap Kamila.


Tidak banyak yang sudi datang ke rumah Kamila, tapi Kamila sangat bersyukur masih ada yang mau membantu persiapannya.


Mobil kiriman dari pihak laki-laki sudah terlihat di depan rumah Kamila.


" Mila mobil jemputan dari calon suami kamu sudah sampai, kamu sudah siapkan apa ada yang dibutuhkan lagi?" Tanya tetangga Kamila yang membantu persiapannya.


" Tidak ada bi, "


" Ya sudah biar Kasih sama Runi yah yang ikut nemani kamu, semoga kamu bahagia ya nak."

__ADS_1


" Terimakasih bi, aku pamit. " Kasih dan Runi sahabat waktu sekolah menengah pertama Kamila dan mereka yang menemani Mila. Mobil itu perlahan meninggalkan pekarangan rumah Kamila.


Mata Kamila menyiratkan kesedihan karena dihari yang paling bersejarah menurutnya tidak ada orang tua yang menemani.


Beberapa menit kemudian Mobil sampai di depan rumah Mutia.


" Hei pengantin sudah datang... " Teriak para tetangga yang sudah melihat mobil itu berhenti di tepi jalan depan rumah Mutia.


" Ayo Mil turun! Jangan sedih gitu nanti make up kamu luntur deh kan sayang, calon suami kamu udah capek-capek bawain tukang rias nya.'' Canda Kasih, Kamila pun sedikit tersenyum dan mulai turun dari mobil.


'' Wah bu, Cantiknya kakak ipar aku, tapi siapa yah aku kok gak kenal sih.'' Ucap Mutia penasaran.


'' Coba tebak...'' Kata ibu Mutia.


Kamila dengan dituntun dua sahabatnya masuk ke dalam rumah dan di antar masuk ke kamar Syarif, sedangkan Syarif sudah duduk di hadapan penghulu siap untuk berikrar.


'' Mas Syarif apa sudah siap?'' Tanya pak Penghulu.


'' Siap pak... ''


Dengan menggunakan wali hakim kini Kamila sudah resmi jasi istri Syarif ketika semua para saksi berucap '' Sah...


'' Alhamdulillah....'' Batin Syarif.

__ADS_1


****


****


Seminggu berlalu....


" Nak, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya sang ibu yang selalu memergoki Mutia tengah menghapus air matanya.


" Ceritalah nak!apa ada masalah dengan rumahtangga Kamu dan Daniel?" Tanya ibu lagi.


" Hiks.... " Mutia menghambur ke pelukan sang ibu.


" Ibu, aku tidak tahu harus apa sudah dua minggu tidak ada kabar dari mas Daniel, ponselnya tidak bisa dihubungi hiks...." Tangis Mutia pecah hingga perut nya terasa mengeras.


" Aww.... " Ringisnya.


" Kamu kenapa nak, apa yang sakit?" Tanya ibu cemas. Mutia memegangi perutnya yang merasakan sedikit kram akibat menangis.


'' Mutia cerigalah nak, agar beban kamu sedikit berkurang !"


'' Bu, aku sedang mengandung tapi akhir-akhir ini pikiranku terganggu dan kadang merasakan seperti ini.


'' Jangan berfikir yang bukan-bukan kasihan janin dalam perut kamu. Dia akan sedih apabila ibunya sedang bersedih mulai sekarang kamu harus ingat ada kehidupan lain dalam rahimmu, ibu yakin kamu bisa melewati nya. '' Sang ibu membelai lembut kepala Mutia dan memeberikan semangat...

__ADS_1


__ADS_2