
Mutia memeluk erat ibunya mencurahkan rasa kangen yang ia pendam selama dua tahun.
'' Ibu Mutia kangen banget, selama ini bapak dan ibu sehat-sehat aja kan??''
'' Kami sehat-sehat aja nak lihatlah keponakan mu jadi terbangun kan.'' Ucap ibu.
'' Hallo cantik..duh gemes nya ikut bibi yuk!! Anak kecil yang berumur dua tahun lebih itu masih memeluk erat ayahnya.
'' Bang Syarif apa kabar bang o yah dimana kak Yuni?''
'' Mutia kamu pasti capek nak ajak nak Daniel beristirahat dulu sebentar lagi kita makan malam bareng.'' Bapak menyela perkataan anaknya.
***
Makan malam yang penuh rasa syukur anak perempuan nya sudah pulang setelah dua tahun merantau ke negeri beton.
'' Nak Daniel ibu sangat berterima kasih berkat nak Daniel Mutia baik-baik saja selama disana.'' Ucapnya.
'' Jangan sungkan ibu, itu sudah kewajiban saya menjaga calon istri.'' Daniel
Tak berapa lama sebuah mobil berhenti di halaman rumah.
'' Assalamu'alaikum...
'' Waalaikumsalam, maaf cari siapa?'' Syarif yang bangun dan melihat siapa yang datang.
'' Maaf mas kami dari Jakarta dan ingin mengantar kan ini semua.'' Ucap laki-laki itu yang adalah supir di keluarga Daniel.
'' O ya bang Syarif mereka asisten ku dari Jakarta.'' Daniel datang menghampiri Syarif.
" Wah mari-mari silahkan kebetulan sekali kami lagi makan malam ayoo masuk'' Bapak yang penasaran pun ikut keluar melihat siapa yang datang.
'' Tidak usah repot-repot pak, kami tadi sudah makan dulu sebelum sampai kesini.'' Ucap Supir dibantu art yang ikut dalam perjalanan itu.
__ADS_1
'' Tuan muda kalau boleh tau, mana ya si Ujang kok mobilnya belum sampai?'' Tanya pak Eko supir keluarga besar Daniel.
'' Sebaiknya kita istirahat dulu ya pak ayo!'' Ajak Daniel menyuruh pak Eko dan bi Narti.
Setelah makan malam itu Daniel membicarakan perihal kejadian yang menimpa sang supir.
'' Innalilahi wainnalillahi rojiun...'' Ucap mereka bersamaan.
'' Begini pak, maaf sebelumnya saya tidak bisa lama-lama disini karena besok harus ke rumah duka.'' Ucap Daniel.
'' O ya dek kamu gak apa-apa kan mas tinggal?, nanti mas kabari lagi kalau sudah selesai urusan.
'' Iya nak Daniel bapak maklumi, selesai kan dulu semua biar tidak ada yang menjadi hambatan lagi nantinya, dan bapak minta nak Daniel berhati-hati yah.'' Ucap bapak dan di angguki ibu juga Syarif.
****
Dengan dibantu bi Narti, ibu nya Mutia dan Mutia membungkusi oleh-oleh yang akan di bagikan ke tetangga.
" Nak kamu pasti capek istirahatlah...!" Ucap ibu.
" Iya non.
Malam semakin larut karena kamar di rumah Mutia cuma tiga terpaksa Mutia tidur di kamar sang ibu dan bapak pindah ke kamar Syarif sedangkan Daniel menempati kamar Mutia.
Pak Eko dan bi Narti di ruang tv (heeee sempit)
Mutia yang belum bisa tidur bangun dengan pelan karena sang ibu sudah lelap takut mengganggu, ia keluar kamar hendak mengambil carger hp di kamar nya.
" Mas Daniel dah tidur belum yah duh takut ganggu deh" Gumam Mutia di depan pintu kamarnya.
" Dek, kok belum tidur..." Mutia terlonjak kaget.
" Iihhh mas ngagetin aja deh..."
__ADS_1
" Lagian kamu ngapain sayang dirumah sendiri ngendap-ngendap gitu.??''
'' Heee gak apa-apa mas, aku kira mas dah tidur tadinya aku mau ambil carger hp tapi takut ganggu tidur mas Daniel, Hmm mas dari mana??''
'' Dari dapur mas haus.''
'' Ya ampun maaf ya mas aku lupa nyiapin air minum di kamar.''
'' Udah gak apa-apa kok sayang, ya udah masuklah katanya mau ngcas hp.''
'' Iya mas.
Mutia masuk ke kamarnya dan mencari apa yang di butuhkan, tiba-tiba Daniel memeluk nya dari belakang.
'' Mas lepas ah nanti ada yang lihat gimana??'' berusaha melepas pelukan Daniel.
'' Biarkan begini sebentar sayang besok mas harus sudah balik.'' Daniel membenamkan kepalanya di ceruk kepala Mutia.
Daniel semakin hanyut memeluk tubuh calon istrinya itu, tanpa dia sadari Daniel membalikkan tubuh Mutia menghadap ke arahnya dan menengadahkan wajah Mutia agar memandangnya.
'' Sayang...'' Daniel mendekatkan wajahnya hingga menyisakan berapa centi saja di wajah Mutia. Perlahan Daniel menempel kan bibirnya si bibir Mutia.
'' Mas..'' Daniel langsung mengecap bibir manis itu. '' Hmpp....m mas...'' Melu*** bibir manis Mutia membuat Daniel seakan lupa dimana ia berada, dan perlahan melepas pagu*** itu.
" Maafkan mas sayang , astaghfirullah..."
" Iya mas, ya sudah aku balik yah mas cepat bubu karena besok harus perjalanan lagi."
" Iya sayang kamu juga yah, aku pasti akan merindukanmu."
" Aku juga mas..." Mutia keluar dari kamar nya.
" Nak...kamu dari mana?? Tanya sang ibu...
__ADS_1
" Ibu..."