Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Keputusan


__ADS_3

Seminggu sudah aku di kampung halaman, aku merasa kesepian karena teman-teman sebayaku pada pergi merantau dan ada juga yang melanjutkan sekolah nya.


Aku putuskan untuk mengikuti jejak temanku sri untuk merantau jadi TKW ke Hongkong.


Dan disinilah aku sekarang di penampungan TKW yang berada di kota Jakarta.


****


Pesawat yang ditumpangi Mutia dan dua temannya sudah mendarat di bandara Chek Lap Kok Hongkong setelah berapa jam yang lalu transit di Bandara Singapura.


Mutia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang sudah di bilang akan menjemput nya. Karena ini pengalaman pertama nya ke negara luar.


Mutia melihat kertas yang bertuliskan nama PT yang ia tempati saat belajar di penampungan.


'' Permisi Cece, apa Cece yang di suruh menjemput kami?? Ucap Mutia pada gadis cantik yang sepertinya sudah sangat lama hidup di negeri ini.


'' Oh kamu yah yang namanya Mutia Ramadhani?


'' Iya ce.


Mutia dan dua temannya mengikuti langkah gadis itu menuju terminal bus yang akan membawa ke tempat agen penyalur tenaga kerja.


****


Daniel mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang.


" Sepertinya aku melihat gadis itu, yah gadis pelayan itu. Gumamnya.


Karena tidak menemukan sosoknya Daniel pun berjalan menuju mobilnya yang diparkir kan di parkiran Bandara.


---


1jam bus yang di tumpangi Mutia sampai di tempat pemberhentian di Jl.Caseway bay.


'' Ayo turun. Ucap Cece tadi yang bernama Jesi

__ADS_1


'' Iya ce. Muti menarik koper kecilnya menaiki tangga mengikuti ce Jesi.


'' Kalian istirahat dulu besok, majikan kalian akan menjemput kalian.


'' Baik ce.


-----


Mobil mewah itu memasuki parkiran apartemen mewah tempat Daniel tinggal, Daniel memilih tinggal sendiri karena malas dengan aturan-aturan yang orang tuanya terapkan.


'' Lelahnya tapi aku masih penasaran sama Mutia, apa benar dia yang aku temui di bandara Singapura?? Dan kenapa dia pergi ke negara ini??


Berbagai pertanyaan terlintas di benak nya.


'' Atau jangan-jangan dia jadi.... ahhh kasihan kalau benar dia jadi TKW. Gumamnya.


'' Lee, bisa kau datang ke sini sekarang!! Ucap Daniel dmelpon sekretaris nya.


'' ....


'' Ada yang bisa saya bantu Mr? Tanya Lee.


'' Lee tolong cari tau gadis dengan nama ini di ke imigrasian Hong Kong!!


'' Boleh saya tau Mr, untuk apa dan siapa gadis ini??


'' Kamu cari tau sajalah dan jangan bocorkan sama Dady apalagi momy!!


'' Siap Mr.


----


Pagi itu kebetulan hari Minggu, orang-orang Indonesia yang menjadi TKW disini di negara H ini atau lebih singkat nya dengan sebutan BMI (Buruh Migran Indonesia) Dari jam 8 pagi sudah memadati taman causeway bay.


Mutia sudah bersiap karena dia sudah diberi tahu akan dijemput oleh sang majikan.

__ADS_1


Mutia terlihat senang ternyata di negara ini banyak teman dari Indonesia, ia pun membatin agar bisa betah dan pulang ke Indonesia nanti jadi orang sukses.


Kantor agen yang menjadi penyalur nya sudah padat karena kedatangan dari anak-anak yang berlibur, entah itu untuk komplain atau sekedar berlibur ingin jumpa teman seangkatan.


Jam 10 pagi seorang wanita cantik yang umurnya sekitar 36 tahun datang dengan anak kecil berumur dua tahun melihat satu per satu cece-cece yang ada di kantor itu.


Sepertinya dia mencari Cece yang sudah ia kontrak akan bekerja di rumahnya.


'' Dadai silahkan duduk, ada yang bisa kami Bantu?? Tanya pegawai agen.


'' Iya saya mau menjemput Cece.


'' Oh Dadai yang bernama Wong wai lam??


'' Iya benar.


'' Tunggu sebentar saya Panggilkan Cece nya.


'' Mutia, Lei kolei lah ( Kamu kesini) !!


Merasa namanya dipanggil Mutia segera mendekat.


" Muti, ini majikan kamu, kamu harus rajin kerjanya yah jangan buat kesalahan, ok!


" Hai, (Baik)


" Hai Dadai saya Mutia. Sapa Mutia pada majikannya.


" Hai Muti, ini anak saya namanya Chan Yeo wan.


" Hai muimui. Sapa Mutia pada anak kecil yang dipangku mamanya.


" Hai Cece. Anak kecil itu melambaikan tangannya.


Perkenalan singkat itu akhirnya selesai Mutia sudah ikut majikannya untuk mulai bekerja.

__ADS_1


__ADS_2