Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 58


__ADS_3

'' Grandma....'' Mutia berlari memeluk wanita tua yang masih terlihat cantik di usia nya.


Yah Daniel mengabari sang nenek jika hari itu dia kembali bersama Mutia.


'' Cucuku grandma Sangat merindukan mu, apa kabar mu sayang?'' ucapnya memeluk Mutia dan mengelus kepala Mutia.


'' Alhamdulillah grandma Mutia baik, gimana kabar grandma?''


'' Kabar grandma Sangat bahagia apalagi kamu sudah berada disini sayang...''


'' Hm hm.., grandma sebenarnya siapa sih yang cucu grandma kok aku di abaikan?'' Ucap Daniel pura-pura merajuk.


'' Husstt....minggir sana gak usah ganggu.'' Balas sang nenek mengejek.


'' Ya ya silahkan kalian kangen-kangenan nanti kalau udah sah gak bakal aku kasih grandma meluk-meluk lagi.'' Daniel berlalu menuju mobil yang dibawa sang asisten dari neneknya.


'' Ayo sayang! grandma Sangat bahagia akhirnya sebentar lagi kalian akan menikah.'' Berjalan menuju mobil, setelah mereka berada di mobil sang asisten segera melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.


'' Jo kita mampir ke restoran!! Ucap sang nenek pada asisten nya.


'' Baik nyonya.''


Tak berapa lama mobil pun sampai di sebuah restoran mewah di ibukota.


'' Hust ada Ny besar sama cucu nya datang tapi siapa perempuan di sebelah Ny besar yah...?'' Bisik karyawan restoran itu.


'' Selamat datang Ny besar, silahkan.'' Seorang manager restoran.


'' Terimakasih Ron.'' Ucap nenek.


Daniel menarik kursi dan mempersilakan grandma duduk, kemudian kursi untuk Mutia.

__ADS_1


'' Sayang kamu tahu, kamu tuh cantik banget, mas sangat beruntung mendapatkan mu apalagi kita sebentar lagi akan menikah.''


'' Jangan membuatnya malu Dan, kamu ini.'' Hardik nenek, wajah Mutia sudah merona dibuatnya.


'' Iya iya... 😥''


Dua pelayan datang membawa hidangan di meja mereka.


'' Silahkan Ny dan Tuan. Selamat menikmati.'' Ucap pelayan dan beranjak pergi.


'' Ayo sayang makan yang banyak, jangan malu-malu mumpung gratis.'' Ucap Daniel melirik sang nenek.


'' Dasar anak ini...''


Mutia hanya senyum melihat calon suaminya dan sang nenek yang selalu tidak akur bila bertemu, tapi sebenarnya saling menyayangi.


'' Nginaplah berapa hari sayang di mansion grandma, grandmaasih kangen.'' Ucap sang nenek disela-sela makan siang itu.


'' Grandma nantikan ada waktunya, Mutia pasti sangat merindukanmu bapak dan ibu.'' Ucap Daniel.


'' Ya grandma juga tidak memaksa.''


'' Dan....'' Ucap seorang perempuan yang tiba-tiba menghampiri mejanya.


'' Ferra..?? kamu disini juga.


'' Sayang siapa mereka, apa dia laki-laki itu? apa dia ayah dari anak yang kamu kandung??'' Cerocos Mama Ferra.


'' Mama..., Deng...'' Belum selesai berbicara Mama Ferra sudah memotong perkataan anaknya itu.


'' Kau yang sudah menghamili anakku kan pokoknya kamu harus bertanggung jawab dan segera nikahi anakku..!'' Ucapnya lagi dengan nada sedikit tinggi sontak terjadi bisik-bisik disekitar restoran.

__ADS_1


Ada rasa sakit di hati Mutia mendengar ucapan dari Mama Ferra, pikiran Mutia pun melayang ketika masih di Hongkong bagaimana perlakuan Ferra terhadap Daniel sang tunangan.


'' Ada apa semua ini, bisa kamu jelaskan ini semua Dan!!!.'' Ucap nenek marah.


'' Grandma ini semua fitnah aku tidak pernah menyentuh wanita manapun sayang percaya lah...!'' Ucapnya tertuju pada Mutia yang hanya menunduk menahan tangis. Grandma mendekati Mutia dan memeluk nya.


'' Sabar ya sayang, apa perlu kita pergi dari sini..?'' Mutia menggeleng dia ingin mendengar kejelasan dari masalah ini.


'' Dan, jelaskan!!!


'' Grandma tolong percayalah, ini semua fitnah.''


'' Mama hentikan....!!'' Teriak Ferra.


'' Ferra kamu tidak ingin anakmu mempunyai ayah hah...''


'' Mama diamlah biarkan aku melanjutkan ucapanku.'' Pinta Ferra.


'' Grandma, Daniel maafkan atas ucapan Mama aku! maaf bukan maksudku mengganggu kenyamanan kalian, aku hanya ingin menanyakan padamu Dan, apa kamu tahu alamat Sam??''


'' Sam...?'' Daniel mengernyit.


'' Iya teman kuliah kita waktu di Hongkong??


'' Hmm Sam, yah dia sekarang ada di Bandung dan dia juga sudah menceritakan semua tentang kejadian itu padaku, ini alamatnya dia selama ini mencari mu tapi karena tidak ada kabar mu gkin belum biaa menemukan mu.


'' Terimakasih Dan.. dan maaf juga atas ucapan Mama aku!!.'' Ferra menerima kartu nama hotel dan restoran yang di kelola oleh Sam.


Mama Ferra nampak merasa bersalah.


'' Maafkan atas sikap kekurang ajaran saya Nyonya dan maaf juga sudah salah menuduh.'' Ucapnya.

__ADS_1


Grandma nampak lega akhirnya masalah nya cepat teratasi.


__ADS_2