
" Sayang...." Panggil Daniel setelah selesai makan dan mereka duduk di ruang keluarga.
" Iya mas ada apa...? Kayanya ada hal yang sangat serius deh?"
" Sayang, sebenarnya seminggu lagi mas ada perjalanan bisnis, tapi..."
" Tapi kenapa mas?
" Sayang maafin mas yah, kali ini mas gak bisa ajak kamu dan mungkin cuma berapa hari aja mas perginya , karena ini sangat penting dan mendesak mas sendiri yang harus pergi, kamu gak apa-apa kan sayang?"
" Iya mas, gak apa-apa kok, tapi bener yah gak lama perginya?
" Iya sayang."
*
*
*
Indonesia
" Baru inget kalau punya mama...? Suara grandma menggema di ruang kerjanya.
Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba tuan Robert menelepon sang ibu untuk bernegosiasi tentang perusahaan sang ibu akan di kendalikan olehnya.
" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikan perusahaan ku padamu anak durhaka. '' Grandma langsung menutup telepon nya.
__ADS_1
'' Anak tidak tahu diri, bisa-bisanya meminta perusahaan yang dari nol aku kelola. '' Gumam Grandma masih marah pada anaknya itu.
Sementara itu dikediamannya tuan Robert marah besar karena sang ibu menolak memberikan perusahaan nya untuk dikelola oleh nya.
'' Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu mom... Dasar wanita tua.
" Ada info apa yang kamu dapatkan ? " Tuan Robert sedang menelepon utusannya yang ditugaskan untuk memata-matai keberadaan anak dan menantunya.
''...
''Ok, intai terus jangan sampai terlewatkan info selanjutnya.
*
Sementara itu...
" Sayang kamu ingin kita mengadakan resepsi dimana?" Daniel menarik tubuh Mutia dan menyadarkan didada bidang nya mengecup lembut puncak rambut Mutia.
'' Sayang apa sudah ada tanda-tanda disini?'' Daniel mengelus perut Mutia yang masih rata itu, Mutia menggeleng belum tahu karena bulan ini dia juga belum mendapat halangan.
'' Semoga cepat ada yang tumbuh disini ya sayang jadi kalau mas tinggal pergi ada yang nemani kamu?''
'' Mas kok gitu bilangnya, emang mas gak mau yah nemani aku?''
'' Bukan gitu maksud mas, biar ada canda tawa anak kecil kan gak sunyi lagi, jadi grandma pun akan sangat bahagia kamu jangan salah sangka ya sayang!''
'' Iya semoga ya mas. '' Ucap Mutia.
__ADS_1
Perlahan Daniel menggendong Mutia menuju kamarnya dan merebahkan badan Mutia di atas ranjang.
Tanpa aba-aba Daniel meng***p bibir sang istri dan perlahan mulai menjelajahi tubuh sang istri dengan ke**pan-ke***n mesr**.
" Sayang... " Mutia mengangguk karena dia pun sudah mulai merasakan panas diseku*** badannya menerima perlakuan sang suami.
Pagi harinya....
" Mas,... Sudah waktunya subuh ayo bangun!!" Mutia sudah lebih dulu bangun dan mandi karena seperti biasa akan menyiapkan sarapan untuk suami.
" Sayang kok kamu udah mandi, aku kan pengen mandi bareng. "
" Yang ada tambah lama mas, kalau mandi sama kamu... "
" Ya sudah mas mandi dulu... "
Mutia beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Jam delapan pagi Daniel sudah sampai di kantornya.
Terlihat Lee yang sudah sejak tadi menunggu atasannya datang pun buru- buru mendatangi Daniel.
'' Sir, maaf ada hal penting yang harus saya sampaikan '' Daniel mendudukan pantatnya di kursi kebesaran nya.
'' Ada apa Lee ?''
'' Sir, ada sesuatu yang mendesak dua hari lagi kita harus berangkat ke Thailand.
__ADS_1
'' Secepat itu ?''
'' Benar Sir... ''