
'' Sayang ada apa?'' Daniel terkejut lebih-lebih Lee yang kaget sampai mengerem mendadak.
'' Maaf sir, nona apa anda tidak apa-apa?'' Tanya Lee sedikit takut kalau-kalau majikannya terluka.
'' Mas aku ingin makan itu.'' Mutia menunjuk kedai yang menjual berbagai makanan laut.
'' Sayang apa tidak apa-apa kamu makan itu hm?, mas takut nanti....''
'' Ya sudah Lee lanjut jalan.'' Mutia sedikit merajuk.
'' Hei sayang, baiklah-baiklah ayo kita turun kamu mau makan apa?'' Mutia masih diam tidak merespon ucapan suaminya.
'' Sayang maafin mas, bukan maksud mas...'' Mutia turun dan langsung menutup pintu mobil membuat Daniel menggeleng pelan melihat tingkah istrinya, Daniel pun segera menyusul keluar dan mendapati Mutia memegang satu cup tutut dan berapa tusuk sate cumi.
'' Wah pelitnya masa mas gak dikasih...?''
'' Beli aja sendiri huh....'' Sambil memakan sate cuminya.
'' Bisa kita lanjut sayang?'' Daniel mengajak Mutia masuk ke mobil dan melanjutan perjalanannya kembali.
Sesampainya di depan restoran.
'' Sayang ayo kita turun!'' Mutia menuruti kata-kata suaminya.
'' Lee...''
'' Tidak tuan, saya ingin minum kopi saja di kafe depan.
'' Baiklah. Daniel menggandeng tangan sang istri dan menuju meja yang sudah dipesan.
__ADS_1
'' Kenapa tidak makan sayang, ayo sedikit saja kasihan anak kita nanti dia kelaparan?''
'' Aku kenyang mas...'' Akhirnya Daniel makan sendirian.
'' Suapin....'' Tiba-tiba Mutia minta disuapin karena melihat suaminya makan dengan lahapnya.
'' Wah istriku ini makin gemesin aja kalau lagi manja gini.''
***
Mr Robert kini mendekam dipenjara dan mendapat hukuman 20tahun lamanya karena kejahatannya yang sangat banyak.
" Sial kenapa ada yang berani main dibelakangku, breng sek." Umpatnya.
Sang asisten juga sudah masuk bui tapi berbeda tempat.
" Sia-sia semua yang sudah aku lakukan haaaa....'' Teriaknya.
'' Lihat saja kalau aku sudah bebas nanti, tidak akan aku ampuni kalian semua.'' Ucapnya dalam hati.
***
Pagi itu angin berhembus sangat kencang waktu Hongkong, Daniel menatap lembut istrinya yang masih dalam buaian mimpi, sehabis subuh Mutia kembali ke tempat tidur rasanya malas mau ngapa-ngapain.
'' Sepertinya hari ini akan ada angin T3.'' Gumam Daniel dan beranjak ke dapur untuk membuat sarapan, Mencium aroma wangi masakan Mutia bangun dari tidurnya dan mengendus.
'' Hmm harum banget siapa yah yang masak..?''
'' Sayang kamu sudah bangun, selamat pagi.''
__ADS_1
'' Mas, kamu lagi masak apa, aku jadi laper nyium harum dari masakan mas...?''
'' Sini duduk sayang, mas masak spaghetti untuk kamu dan anak kita!!''
Daniel menyuruh Mutia duduk dan menunggu masakan suaminya siap. Setelah menghidangkan di depan Mutia, Daniel pun ikut duduk disampingnya.
'' Mas enak banget masakan kamu..., terimakasih ya mas.''
'' Iya sayang makan yang banyak yah..!!''
Selesai sarapan Daniel dan Mutia memilih duduk menonton berita di tv.
''Sepertinya hari ini akan ada topan ya mas?''
'' Iya sayang, jadi hari ini kita dirumah aja yah gak apa-apakan?''
'' Iya..''
'' Sayang, hmm....'' Daniel ragu untuk mengutarakan keinginannya.
'' Kenapa mas,apa yang mas ingin bicarakan?''
'' Sayang, mungkin minggu depan mas harus mengecek keadaan bisnis mas, selama mas sakit mas belum mengeceknya, apa kamu tidak apa-apa jika mas tinggal?''
'' Oh kirain ada apa, iya mas gak apa-apa kok.''
'' Kalau pun kamu butuh teman, ajaklah teman kamu kalau mereka libur atau kamu mau ambil jasa tkw?''
'' Tidak mas, aku tidak mau ada orang lain dalam rumah ini, aku ajak teman aja kalau aku merasa kesepian.''
__ADS_1
'' Ya sudah terserah kamu sayang.