Kisah Cinta Dua Negara

Kisah Cinta Dua Negara
Bab 67


__ADS_3

Kediaman keluarga Mutia


" Pak, sepi juga tidak ada adek di rumah..." Ucap Syarif yang sedang memangku putrinya yang tertidur.


" Iya Rif, tapi mau gimana lagi adikmu sudah menikah dan dia harus ikut suaminya, ngomong-ngomong gimana dengan kamu sendiri apa kamu tidak mau cari ibu untuk anakmu?'' Ucap ibunya.


'' O ya Rif kamu kenalkan sama neng Mila..., dia gadis yang baik kasihan dia sudah sejak kecil ditinggal orang tua nya .''


'' Iya pak, Syarif sering melihat dia ketika pulang dari ladang, ada apa dengan nya pak?''


'' Tidakkah kamu tertarik dengan Mila Rif...''


'' Benar nak dia gadis yang baik, tapi entah kenapa banyak yang tidak menyukai nya?'' Ucap ibu Mutia sendu.


'' Tapi pak, Bu apa dia mau sama duda sepertiku dan sudah punya anak satu.'' Ucap Syarif lesu.


'' Apa kamu ragu karena dengar omongan orang-orang sekitar tentang Mila?'' Tanya bapak Mutia.


'' Jika memang berjodoh Syarif terima pak, ya sudah Syarif ke kamar dulu Bu kasihan anakku udah tidur.''


'' Ya sudah bawalah sia masuk.'' Syarif menggendong anaknya ke kamar dan membaringkan di tempat tidur.


*


" Gimana menurut bapak, ibu sebenarnya suka sama Mila, dia anak yang baik dan juga cantik tapi kenapa orang-orang suka mengejek."

__ADS_1


" Lihat besok ya Bu, sekarang sudah malam ayo kita tidur..!'' Ajak bapak Mutia.


****


" Sayang, apa masih bosen juga." Tanya Daniel yang sambil mengemudi melajukan mobilnya pulang.


Tidak ada jawaban dari Mutia hingga Daniel melihatnya ternyata Mutia tertidur karena kelelahan habis keliling belanja di mall.


" Sayang-sayang ketiduran rupanya..." Daniel mengelus rambut Mutia pelan.


Tak berapa lama mobil yang dikendarai oleh Daniel sampai diparkiran apartemen.


" Mas....apa kita sudah sampai?" Mutia perlahan mengucek matanya.


" Gak ah mas juga pasti capek, ya udah ayo mas!"


" Iya sayang...."


Daniel dan Mutia sudah berencana kalau besok akan kembali ke mansion grandma karena selalu ditanya kapan balik ke mansion.


" Mas,mau aku buatin minum?"


" Iya sayang, air putih aja yah." Mutia berjalan ke dapur untuk mengambilkan minum untuk suaminya.


***

__ADS_1


*


Seorang gadis tengah bergelut dengan adonan yang sedang di uleni, yah dia adalah Kamila gadis yatim piatu yang tinggal sendiri di gubuknya.


Banyak berita miring yang beredar kalau Kamila atau biasa di panggil Mila itu anak pembawa sial, setiap yang berteman dengannya pasti kena sial.


Entah siapa yang pertama kali menyebarkan gosip itu. Setiap hari Kamila harus berjualan kue nya keliling dari desa satu ke desa lainnya yang tidak mempercayai kalau dia gadis pembawa sial seperti orang katakan.


Flashback on


" Nak Mila, apa kue nya masih ibu minta dibungkuakan sepuluh ribu saja yah..!" Ucap ibu Mutia yang baru pulang dari toko Syarif.


" Masih Bu, sebentar ya Bu..!" Mila mulai mengambil kue satu per satu ke dalam plastik.


" Ibu gak takut kena sial beli kue sama saya?" Tanya Kamila tiba-tiba sambil menyodorkan bungkusan kue itu.


" Ibu tidak percaya semua itu neng, semua yang terjadi sudah kehendak dari Allah SWT.


" Terimakasih atas kepercayaan nya bu, ini kue nya semoga suka."


" Iya, kalau begitu ibu permisi yah." Mila hanya mengangguk dan tersenyum.


" Alhamdulillah masih ada yang percaya padaku di kampungku sendiri."


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2